<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820</id><updated>2011-05-04T17:58:07.524-07:00</updated><category term='Generasi Qur&apos;ani'/><category term='Syarah 40 hadith'/><category term='Menyingkap Kejahatan Yahudi'/><title type='text'>I K H L A S</title><subtitle type='html'>..hakikat keimanan..menuju ketaqwaan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-7855177550663070942</id><published>2009-04-03T18:28:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T18:43:49.431-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Generasi Qur&apos;ani'/><title type='text'>Generasi Qur'ani yang Istimewa</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Generasi Qur'ani yang Istimewa&lt;br /&gt;Sayyid Quthb&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada fenomena sejarah yang harus diperhatikan oleh pembawa dakwah Islam di seluruh penjuru bumi dan di seluruh masa. Untuk kemudian merenungkannya dengan mendalam. Karena ia memiliki pengaruh yang besar dalam manhaj dan arah dakwah.Dakwah Islam pada generasi pertama telah menghasilkan generasi yang istimewa --yaitu generasi&lt;br /&gt;sahabat-- dalam sejarah Islam seluruhnya, dan sejarah manusia seluruhnya. Kemudian generasi semacam itu tidak lagi dihasilkan dalam sejarah Islam. Benar ada beberapa gelintir orang dengan karakteristik seperti generasi pertama itu yang dihasilkan oleh dakwah Islam sepanjang sejarah setelah generasi pertama. Namun belum pernah terjadi dalam sejarah Islam, terkumpulnya tokoh-tokoh besar semacam itu, dalam satu tempat, seperti yang terjadi pada masa pertama dari kehidupan dakwah ini. Ini adalah fenomena yang amat jelas. Yang mengandung makna yang harus kita renungkan dengan&lt;br /&gt;saksama, dengan harapan kita dapat menyingkap rahasia keberhasilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur'an yang menjadi jantung dakwah itu ada di tangan kita, demikian juga dengan hadits Rasulullah Saw, petunjuk praktis beliau, dan sirah beliau yang mulia, semuanya ada di tangan kita. Seperti pernah ada pada generasi yang pertama itu, yang belum pernah terulang keberadaan generasi semacam itu dalam sejarah. Yang tidak ada hanyalah pribadi Rasulullah Saw; apakah ini rahasianya? Jika keberadaan Rasulullah Saw secara fisik adalah suatu keniscayaan bagi pelaksanaan dan keberhasilan dakwah ini, niscaya Allah SWT tidak menjadikannya sebagai dakwah bagi seluruh umat&lt;br /&gt;manusia, tidak menjadikannya sebagai risalah terakhir, dan tidak menyerahkan tanggungjawab memberikan tuntunan petunjuk kepada umat manusia di muka bumi kepada dakwah ini, hingga akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Allah SWT telah menjamin untuk memelihara Adz Dzikr. Serta memberitahukan bahwa&lt;br /&gt;dakwah ini dapat terus berjalan setelah wafatnya Rasulullah Saw, dan dapat memetik keberhasilan.Allah SWT telah menyerahkan dakwah agama ini kepada Rasulullah Saw selama dua puluh tiga tahun,hingga akhir hayat beliau, dan tetap memelihara agama ini setelah wafatnya beliau hingga akhir zaman.Dengan demikian, ketidakberadaan Rasulullah Saw secara fisik tidak menjelaskan fenomena itu, juga&lt;br /&gt;tidak menjadi faktor penentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita cari faktor yang lain. Kita teliti sumber yang menjadi rujukan generasi pertama itu, apakah ada yang berubah darinya? Juga kita teliti manhaj yang menghasilkan tokoh-tokoh semacam mereka itu, apakah ada yang berubah?&lt;br /&gt;Sumber rujukan utama generasi pertama itu adalah Al Quran. Al Quran semata. Sedangkan hadits Rasulullah Sawn petunjuknya hanyalah satu bentuk penjelas dari sumber tersebut. Oleh karena itu,ketika A'isyah r.a. ditanya tentang akhlaq Rasulullah Saw, ia menjawab:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Akhlaq beliau adalah Al Qur'an." &lt;/em&gt;[Hadits diriwayatkan oleh An Nasai]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, adalah Al Qur'an semata yang menjadi sumber mereka; darinya mereka memetik pelajaran dan dengannya pula mereka diubah menjadi tokoh-tokoh besar. Hal itu terjadi bukan karena umat manusia saat itu tidak memiliki peradaban, budaya, ilmu pengetahuan, buku-buku rujukan atau kajian-kajian ilmiah; sama sekali bukan begitu! Karena saat itu ada peradaban Romawi dan budayanya, serta buku-buku dan undang-undangnya yang sampai saat ini dijadikan pedoman hidup Eropa, atau setidaknya perpanjangan darinya. Ada warisan peradaban Yunani, logikanya, filsafatnya serta seninya, yang tetap menjadi sumber pemikiran Barat hingga saat ini. Juga ada peradaban Persia, seninya, syairnya, legenda-legendanya, kepercayaan-kepercayaannya, dan sistem kekuasaannya. Demikian juga peradaban-peradaban lain, yang jauh maupun dekat: seperti peradaban India, Cina dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban Romawi dan Parsi mengelilingi Jazirah Ara, dari bagian Timur dan Barat, juga Yahudi dan Nashrani yang hidup di jantung Jazirah Arab. Dengan demikian, mereka sama sekali tidak kekurangan peradaban dan budaya internasional, yang membuat generasi ini hanya mengambil rujukan dari Kitab Allah semata, selama masa pembentukannya. Namun sterilisasi mereka dari pengaruh peradaban dan budaya luar itu dilakukan dengan 'planning' yang matang, dan dengan strategi yang terencana. Bukti&lt;br /&gt;hal ini marahnya Rasulullah Saw saat melihat Umar bin Khath-thab sedang memegang lembaran Taurat, dan beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Demi Allah, seandainya Musa hidup saat ini bersama kalian, niscaya ia hanya&lt;br /&gt;diperbolehkan oleh Allah SWT untuk menjadi pengikutku." &lt;/em&gt;[Hadits diriwayatkan oleh hafizh Abu Ya'la dari Hammad, dari Sya'bi dari Jabir]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, ada planning dari Rasulullah Saw untuk mensterilkan generasi ini dari sumber lain,selama masa pembentukan mereka, dan hanya mencukupkan mereka dengan sumber rujukan Kitab Allah semata, sehingga jiwa mereka secara utuh hanya terisi dengan ajaran tersebut, dan mereka berjalan hanya dengan manhajnya semata. Oleh karena itu beliau marah saat melihat Umar bin Khaththab r.a. ingin mengambil rujukan dari sumber yang lain. Rasulullah Saw ingin membentuk generasi yang bersih hatinya, akalnya, gambaran hidupnya, dan jiwanya dari segala pengaruh lain, selain manhaj Ilahi, yang dikandung oleh Al Quran al Karim. Dengan begitu, generasi tersebut hanya mengambil rujukan mereka dari sumber itu semata. Dan hasilnya adalah, tercetaknya generasi istimewa dalam sejarah, yang belum pernah terulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian apa yang terjadi pada generasi berikutnya? Ternyata sumber-sumber rujukan mereka telah berubah menjadi beragam dan bermacam-macam! Sumber rujukan generasi-generasi berikutnya telah tercampur oleh filsafat Yunani dan Logika mereka, legenda Parsi dan pola pandang mereka, israiliat Yahudi dan teologi Nashrani, dan pengaruh peradaban serta budaya lainnya. Semua itu tercampur dalam menafsirkan Al Qur'an, bangunan ilmu Kalam, juga dalam fiqh dan ushul. Dari racikan sumber-sumber itu, tercetaklah seluruh generasi berikutnya, sehingga keberhasilan generasi pertama tidak&lt;br /&gt;pernah terulang lagi. Diyakini dengan pasti, bahwa percampuran sumber yang utama dengan sumber-sumber yang lain itulah yang menjadi faktor utama perbedaan keberhasilan generasi pertama dengan seluruh generasi berikutnya. Yaitu generasi pertama Islam yang istimewa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada faktor utama lain, selain perbedaan sumber rujukan itu. Yaitu perbedaan dalam menerima dakwah,dibandingkan dengan generasi pertama yang istimewa itu.&lt;br /&gt;Mereka (generasi pertama) membaca Al Qur'an bukan untuk sekadar ingin tahu dan sekadar membaca,juga bukan sekadar untuk merasakan dan menikmatinya. Tidak ada seorangpun dari mereka yang mempelajari Al Quran untuk sekadar menambah pengetahuan, atau untuk menambah bobot ilmiah dan kepintaran dalam ilmu fiqh.&lt;br /&gt;Mereka mempelajari Al Qur'an untuk menerima perintah Allah SWT berkenaan dengan masalah pribadi mereka, masyarakat tempat mereka hidup, dan kehidupan yang dijalaninya bersama jama'ahnya. Dan mereka menerima perintah Allah SWT itu untuk segera diamalkan setelah mendengarnya. Seperti seorang tentara dalam medan perang menerima "perintah harian", yang langsung ia kerjakan setelah menerimanya! Oleh karena itu, tidak ada dari mereka yang memperbanyak mempelajari Al Qur'an dalam sekali duduk, karena ia merasa bahwa dengan memperbanyak membaca perintah Allah SWT itu berarti memperbanyak pula kewajiban dan tugas yang harus ia emban. Mereka&lt;br /&gt;cukup membaca dan mempelajari sepuluh ayat, setiap kesempatan menelaah Al Qur'an, hingga ia menghapal dan melaksanakan isinya. Seperti diterangkan dalam hadits Ibnu Mas'ud r.a.[Seperti ditulis oleh Ibnu Katsir dalam muqaddimah kitab tafsirnya.]&lt;br /&gt;Perasaan seperti dan sikap ini; yakni sikap menerima ajaran Al Quran untuk dilaksanakan perintahnya, membuat mereka, dengan membaca Al Qur'an, terbukakan gerbang kenikmatan dan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu tidak terjadi jika mereka membaca Al Qur'an hanya sekadar untuk meneliti, mengkaji dan membacanya. Dengan cara membaca seperti itu, mereka menjadi termudahkan untuk mengamalkan isinya, teringankan beban tugas mereka, Al Qur'an merasuk dalam diri mereka, dan setelah itu mereka ejawantahkan dalam manhaj yang realistis dan praksis, yang tidak semata berada dalam otak atau kalimat-kalimat yang tersimpan dalam kertas. Namun menjadi wujud perubahan dan peristiwa yang merubah perjalanan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur'an tidak memberikan khazanahnya kecuali bagi orang yang menerimanya dengan semangat ini:semangat untuk mengetahui, dan kemudian menjalankannya. Al Qur'an tidak datang untuk sekadar menjadi hiburan otak, ia bukan kitab sastra atau seni, dan bukan pula sebuah kitab kisah atau sejarah --meskipun semua itu terkandung dalam isinya-- namun ia datang agar menjadi manhaj kehidupan. Manhaj Ilahi yang murni. Allah SWT menurunkan manhaj ini secara terpisah-pisah dan berangsurangsur.Yang datang secara beriringan&lt;em&gt;:"Dan Al Qur'an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya&lt;br /&gt;perlahan-lahan kepada manusia, dan Kami menurunkannya bagian demi bagian." Al Israa: 106.&lt;/em&gt;Al Qur'an tidak diturunkan sekaligus. Namun diturunkan sesuai dengan kebutuhan manusia yang terus berubah, perkembangan yang terjadi dalam pemikiran dan pola pandang, perkembangan dalam masyarakat dan kehidupan, serta sesuai dengan problem-problem praksis yang dihadapi oleh masyarakat Islam dalam kehidupan sehari-harinya. Suatu ayat atau beberapa ayat dari Al Qur'an diturunkan dalam suatu momen tertentu atau suatu kejadian tertentu, yang menjadi masalah bagi manusia, untuk kemudian memberikan tuntunan bagi mereka dalam menghadapi masalah seperti itu,&lt;br /&gt;menggariskan bagi mereka manhaj tindakan yang harus mereka lakukan dalam keadaan seperti itu, meluruskan kesalahan sikap dan tindakan mereka, mengaitkan semua itu dengan Allah SWT, Rabb mereka, dan memperkenalkan Diri-Nya, kepada mereka, dengan sifat-sifat-Nya yang berkuasa di segenap alam. Dengan begitu, mereka merasakan bahwa mereka hidup bersama Allah SWT dan selalu berada dalam pengawasan-Nya secara langsung. Oleh karena itu, mereka segera merubah sikap dan tindakan mereka dalam kehidupan sesuai dengan tuntunan manhaj Ilahi yang sempurna itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj mempelajari Al Qur'an untuk dilaksanakan dan diamalkan isinya itulah yang telah menghasilkan generasi pertama Islam. Sementara manhaj mempelajari Al Qur'an semata untuk mengkaji dan menikmatinya itulah yang telah menghasilkan generasi-generasi berikutnya. Tentunya, faktor kedua ini adalah juga faktor utama yang membedakan seluruh generasi Islam dibandingkan dengan generasi pertama yang istimewa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada faktor ketiga yang patut kita perhatikan dan camkan. Seseorang, pada masa generasi pertama, jika ia masuk Islam, maka ia akan melepaskan seluruh masa lalu kejahiliahannya. Dan pada saat itu, ia merasakan bahwa ia sedang memulai suatu era baru dalam titian kehidupannya, yang terputus sama sekali dari perjalanan hidupnya yang telah ia lewati di masa jahiliah. Ia memandang segala sesuatu yang biasa ia temukan pada masa jahiliah dengan pandangan ragu, curiga, hati-hati dan takut. Karena ia merasakan bahwa segala kotoran tersebut tidak dapat diterima oleh Islam! Dengan sikap seperti itulah, mereka menerima petunjuk Islam. Jika suatu saat ia terperdaya oleh nafsunya, atau kembali melakukan kebiasaan lamanya, atau kurang sempurna dalam menjalankan kewajiban Islam, maka saat itu ia langsung merasa berdosa dan bersalah. Dan menyadari dalam dirinya bahwa ia memerlukan penyucian&lt;br /&gt;diri dari tindakannya itu. Untuk kemudian kembali berusaha berjalan sesuai dengan petunjuk Al Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pemutusan emosional secara total antara masa lalu kejahiliahan seorang Muslim dengan masa kini keislamannya. Hal itu tercerminkan dalam hubungannya dengan masyarakat jahiliah, dan ikatan-ikatan sosialnya. Ia telah terputus secara total dari lingkungan jahiliahnya dan bersatu secara total dengan lingkungan Islam. Meskipun ia masih tetap melakukan kontak dalam hubungan perdagangan dan keseharian. Karena pemutusan emosional adalah satu hal, sementara kontak mu'amalah sehari-hari&lt;br /&gt;adalah hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka melepaskan kaitan mereka dari millieu jahiliah, tradisinya, pola pandangnya, kebiasaannya dan ikatan-ikatannya. Hal ini terlahir dari pemutusan ikatan dengan kemusyrikan kepada aqidah tauhid, dan dari pola pandang jahiliah kepada pola pandang Islam tentang kehidupan dan wujud. Serta dengan bergabung dengan masyarakat Islam yang baru, dengan kepemimpinan yang baru, dan memberikan seluruh loyalitasnya, keta'atannya dan keterikatannya dengan masyarakat dan kepemimpinan ini. Inilah titik perpisahan mereka dengan masa lalu, dan awal perjalanan mereka dalam jalan yang baru,&lt;br /&gt;jalan yang terbebaskan dari seluruh tekanan budaya yang dianut oleh masyarakat jahiliah, dan seluruh pola pandang serta nilai-nilai yang berlaku di dalamnya. Pilihan mereka itu harus mereka tebus dengan aniaya dan fitnah yang menimpa mereka, namun mereka telah bersikap teguh dan memutuskan sama&lt;br /&gt;sekali ikatan mereka dengan kejahiliahan. Sehingga tekanan pola pandang jahiliah, dan adat-istiadat masyarakat jahiliah tidak mungkin lagi dapat menggoyahkan mereka.&lt;br /&gt;Saat ini kita hidup dalam kejahiliahan seperti yang dialami oleh Islam pada era pertama itu, atau mungkin lebih kelam lagi. Seluruh yang ada di sekeliling kita adalah kejahiliahan. Pola pandang manusia, kepercayaan mereka, tradisi mereka, adat-istiadat mereka, sumber rujukan mereka, seni mereka, sastra mereka, hukum mereka serta undang-undang mereka. Hingga banyak yang kita sangka sebagai budaya Islam, referensi Islam, filsafat Islam, pemikiran Islam, ternyata juga merupakan produk&lt;br /&gt;dari kejahiliahan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, nilai-nilai Islam tidak dapat meresap dalam diri kita, weltanschauung Islam tidak dapat bersemayam dalam akal kita, dan kita tidak dapat menjadi genersi yang besar, dengan karakteristik seperti generasi yang dihasilkan oleh Islam pada era pertamanya. Dengan demikian, dalam manhaj harakah Islam, kita harus membersihkan diri dalam masa pembentukan dan pengkaderan, dari seluruh pengaruh jahiliah yang kita sedang jalani ini. Kita harus kembali dari awal kepada sumber yang murni, yang dijadikan sumber oleh tokoh-tokoh generasi pertama itu. Sumber yang terjamin tidak tercermar dan tidak diragukan lagi. Kita kembali kepadanya, dan kita mengambil pola pandang kita darinya dalam melihat seluruh hakikat wujud, dan hakikat wujud manusia beserta seluruh ikatan antara dua wujud ini dengan Wujud Yang Sempurna dan Haqq; wujud&lt;br /&gt;Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sanalah kita mengambil pola pandang kita terhadap kehidupan, nilai-nilai, akhlak,sistem kekuasan, politik, ekonomi dan seluruh segi kehidupan kita.&lt;br /&gt;Kita haru kembali kepadanya ---saat kita benar-benar kembali-- dengan sikap menerima ajaran Al Qur'an untuk dilaksanakan dan diamalkan. Bukan sekadar untuk belajar dan mencari kesenangan ruhani. Kita kembali kepadanya untuk mengetahui apa yang dituntut dari kita, dan seharusnya kita bagaimana. Dalam perjalanan itu, kita akan bertemu dengan keindahan seni dalam Al Qur'an, kisah kisah yang agung dalam Al Qur'an, deskripsi tentang hari kiamat dalam Al Qur'an, logika emosi dalam Al Qur'an, dan seluruh hal yang dicari oleh orang yang mengkaji Al Qur'an untuk sekadar mengkaji dan&lt;br /&gt;mencari kesenangan. Namun kita akan menemukan hal itu dengan catatan bahwa itu bukanlah tujuan utama kita. Karena tujuan utama kita adalah untuk mengetahui: apa yang dikehendaki oleh Al Qur'an bagi kita untuk diamalkan dan diwujudkan? Apa pola pandang yang dikehendaki oleh Al Qur'an untuk kita miliki? Apa kehendak Al Qur'an tentang bagaimana seharusnya perasaan kita terhadap Allah SWT dan apa kehendak Al Qur'an tentang bagaimana seharusnya akhlak kita, kondisi kita, dan sistem praksis&lt;br /&gt;kehidupan kita? Kemudian kita harus membersihkan diri kita dari tekanan masyarakat jahiliah, pola pandang jahiliah, tradisi jahiliah dan kepemimpinan jahiliah, dalam diri kita. Tugas kita bukan untuk ber co-eksistensi dengan realitas masyarakat jahiliah ini, juga bukan untuk memberikan loyalitas kita kepadanya. Karena&lt;br /&gt;dengan sifat seperti ini, sifat jahiliah, ia tidak boleh kita ajak berdamai. Tugas kita adalah, pertama merubah diri kita, kemudian merubah masyarakat kita.&lt;br /&gt;Tugas utama kita adalah merubah realitas masayrakat kita. Dan tugas kita adalah merubah realitas jahiliah ini dari akarnya. Realitas yang bersebrangan secara diametral dengan manhaj Islami, dan pola pandang Islam, yang menghalangi kita dengan kekuatan dan tekanan untuk hidup sesuai dengan yang&lt;br /&gt;dikehendaki oleh manhaj Ilahi bagi kita.Langkah pertama ddalam jalan kita ini adalah, menciptakan jarak dengan masyarakat jahiliah ini, besrta&lt;br /&gt;nilai-nilai dan pola pandangnya. Dan kita jangan sampai merubah nilai-nilai dan pola pandang kita sedikitpun agar bertemu dengannya di pertengahan jalan. Karena kita bersimpangan jalan dengannya, sehingga satu langkah saja kita mengikuti jalannya, niscaya kita akan kehilangan manhaj dan jalan kita!&lt;br /&gt;Tentu kita akan menemukan kesulitan dan kepayahan dalam jalan ini, dan menuntut pengorbanan yang besar dari kita. Namun kita tidak memiliki pilihan lain, jika kita ingin mengikuti jalan generasi pertama Islam, yang telah Allah SWT letakkan mereka dalam manhaj Ilahi-Nya, dan telah diberikan kemenangan atas manhaj jahiliah.&lt;br /&gt;Seharusnya kita selalu mengetahui sifat manhaj kita ini, sikap kita, dan sifat jalan yang harus kita lalui untuk keluar dari kejahiliahan, seperti keluarnya generasi istimewa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Judul Asli: Ma'alim fi Thariq&lt;br /&gt;Penulis: Sayyid Quthb&lt;br /&gt;Penerjemah: Abdul Hayyie al Kattani&lt;br /&gt;Penerbit: Penerbit: Daar Syuruuq&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-7855177550663070942?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/7855177550663070942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=7855177550663070942' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/7855177550663070942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/7855177550663070942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2009/04/generasi-qurani-yang-istimewa.html' title='Generasi Qur&apos;ani yang Istimewa'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-33485836414309216</id><published>2009-02-24T06:29:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T06:41:42.186-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syarah 40 hadith'/><title type='text'>Hadith 1</title><content type='html'>&lt;strong&gt;HADIS 1&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;عن أمِيْرِ المُؤْمِنِيْنَ أبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الخَطَّاب رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ&lt;br /&gt; رَسُولَ ا للهِ صلى الله عليه وسلم یَقُولُ: (( إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ آَانَ تْ&lt;br /&gt;هِجْرَتُهُ إِلىَ اللهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ وَمَنْ آَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا یُصِيْبُهَا أَوِ امْرَأَ ةٍ&lt;br /&gt;یَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ)) . رواه إماما الحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن&lt;br /&gt;إبراهيم بن المغيرة بن بردزیة البخاري، وأبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري&lt;br /&gt;النيسابوري في صحيحيهما اللذین من أصح الكتب المصنفة.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Daripada Amirul Mukminin Abu Hafsin 'Umar ibn al-Katthab r.a. beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;"Bahawa sesungguhnya setiap amalan itu bergantung kepada niat, dan bahawa sesungguhnya bagi setiap orang apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya menuju kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya. Barangsiapa yang hijrahnya kerana dunia yang dia mahu mencari habuannya, atau kerana seorang perempuan yang dia mahu kahwininya, maka hijrahnya ke arah perkara yang ditujuinya itu.”&lt;br /&gt;Hadis ini diriwayat oleh dua orang Imam Ahli Hadis; Abu Abdullah Muhammad ibn Ismail ibn Ibrahim ibn al-Mughirah ibn Barzirbah al-Bukhari dan Abu al-Husain Muslim ibn al-Hajjaj ibn Muslim al-Qusyairie al-Naisaburi dalam kitab sahih mereka berdua yang merupakan antara kitab yang paling sahih&lt;br /&gt; (Al-Imam al-Bukhari meriwayatkannya pada bahagian awal kitab sahihnya, juga dalam Kitab Iman dan beberapa tempat lain dalam kitab sahihnya. Al-Imam Muslim meriwayatkannya dalam Kitab al-Imarah Bab : إنما الأعمالبالنية) 􀁌 باب قوله ) hadis nombor 1908).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini adalah salah satu hadis utama dalam lslam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok perbincangan hadis :&lt;br /&gt;1) Sebab keluar Hadis ini - kisah Hijrah Ummu Qais&lt;br /&gt;2) Kenapa niat penting :&lt;br /&gt;untuk bezakan ibadat dengan adat.&lt;br /&gt;untuk tentukan qasad amal - adakah untuk Allah atau lainnya.&lt;br /&gt;3) Hukum melafazkan niat(jahr) - bid’ah mungkarah :&lt;br /&gt;tidak thabit dalam quran dan sunnah - (asal ibadah haram kecuali berdalil) - fuqaha’ Syafie : sunnat.&lt;br /&gt;haram sekiranya dengan jahr niat boleh mengganggu orang lain (solat).&lt;br /&gt;4) Kesan niat baik pada perkara yang harus :&lt;br /&gt;dikira sebagai qurbah (hampir dengan Allah), dan diberi pahala baginya.&lt;br /&gt;makan minum - niat nak buat ketaatan/ memberi nafkah - (hak anak/isteri)&lt;br /&gt;jima’@ bergaul dgn isteri - dikira ibadah (memberi hak).&lt;br /&gt;5) Beberapa Langkah Perkara Harus bertukar menjadi Qurbah:&lt;br /&gt;Tidak boleh jadikan gambaran luaran perkara harus sebagai qurbah. Cth- berdiri di bawah panas matahari …..(hadis nazar seorang lelaki) Perkara yang mubah sebagai wasilah kepada ibadah. Mengambil ia sebagai tasyri’ ilahi - yakin bahawa ianya harus/&lt;br /&gt;tidak melampau/ menepati syariat. Menganggap ianya sebagai juz’ie - tak boleh berpanjangan sehingga membinasakan diri - sprt – tak makan - berdosa.&lt;br /&gt;Antara pengajaran hadis:&lt;br /&gt;Niat adalah teras segala amalan. Amalan baik mesti disertakan niat yang baik. Amalan yang buruk atau amalan yang baik tetapi dijalankan tidak mengikut aturan syara', tidak membawa apa-apa faedah walaupun dilakukan dengan niat yang baik. Demikian juga amalan baik jika diniatkan bukan kerana Allah, seumpama kerana riya', menunjuk-nunjuk atau kerana suatu tujuan duniawi, maka ia tidak memberikan apa-apa faedah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama ada berkata: Boleh jadi suatu amalan kecil menjadi besar kerana niat dan suatu amalan yang besar menjadi kecil kerana niat. Sesuatu amalan dibalas berdasarkan niat pelakunya. Hijrah adalah suatu peristiwa besar dalam lslam di mana umat lslam diperintahkan berhijrah. Sesiapa yang berhijrah kerana Allah dan RasulNya, dia akan dikurniakan pahala besar, sebaliknya jika kerana dunia atau perempuan, maka dia hanya mendapat apa yang diniatkannya. Walaupun hijrah sudah tiada lagi, namun hijrah dengan makna meninggalkan maksiat kepada melakukan taat, ia juga dianggap hijrah yang akan dikurniakan pahala.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-33485836414309216?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/33485836414309216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=33485836414309216' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/33485836414309216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/33485836414309216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2009/02/hadith-1.html' title='Hadith 1'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-7230485038533534108</id><published>2009-02-24T06:24:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T06:43:02.393-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyingkap Kejahatan Yahudi'/><title type='text'>Menyingkap kejahatan Yahudi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Ghazi Muhammad Al-Qarni&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KATA PENGANTAR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Selawat dan salam semoga dilimpahkan ke atas Rasulullah Muhammad SAW. Amma ba’du.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga ke hari ini, saya tetap yakin bahawa bangsa Yahudi masih wujud dan bermain di balik tabir kehidupan ini. Mereka menjadi penyebab utama berbagai malapetaka yang menimpa umat manusia dari masa ke masa. Mereka ibarat kenser ganas yang mesti dibongkar hingga ke akar-akarnya dan tidak diberi kesempatan untuk tumbuh kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang hadir di hadapan anda ini merupakan usaha dari saudara saya, Ghazi bin Muhammad al-Qarni, dalam rangka mengupas dan menjelaskan sekitar permasalahan yang telah saya sentuh di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran buku ini menjadi pengetahuan asas yang sangat penting. Oleh kerana itu, saya memohon kepada Allah agar berkenan melimpahkan berkat dan keikhlasan kepada penulis. Dan semoga Allah melimpahkan taufik kepada kita semua sebagai hamba-hambaNya sehingga dapat mengarah menuju amal yang diredhaiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku kecil ini berisi kajian yang sederhana namun mendasar mengenai perlakuan bangsa Yahudi di pentas kehidupan dan ancaman mereka terhadap kaum muslimin dan umat manusia pada umumnya. Tidak ketinggalan penulis menyertakan pesanan bagi kaum muslimin agar sentiasa waspada menghadapi tipu daya dan kejahatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MUKADDIMAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah. Kami memuji, memohon pertolongan dan ampunan kepadaNya. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri dan kejahatan perbuatan kami. Sesiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Sesiapa yang disesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk, menolong dan membimbingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bersaksi bahawa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dialah yang telah menolong hambaNya, memenangkan tenteraNya dan menghinakan musuh-musuhNya. Tidak ada sesuatu sebelum dan sesudahNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bersaksi bahawa Muhammad adalah hamba, rasul, kekasih dan manusia pilihan dari semua makhlukNya. Sungguh, baginda telah mentyampaikan risalah, baginda juga telah menunaikan amanah dan menasihati umatnya sehingga sampailah mereka pada kehidupan yang terang benderang. Malamnya bagaikan siang. Tidaklah ada orang yang menyimpang dari jalanNya melainkan ia pasti akan binasa. Semoga Allah sentiasa melimpahkan kebaikan kepada baginda SAW sebagaimana layaknya Dia memberi ganjaran kepada para nabi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah meredhai para sahabat baginda, para pemimpin umat dan singa-singa dalam peperangan. Mereka telah berjihad di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Mereka membawakan hidayah dan cahaya kepada sekelian manusia, sehingga dengan al-Qur’an mereka mampu membuka mata0mata yang buta, telinga-telinga yang tuli, dan menghidupkan hati-hati yang lalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah meredhai mereka dan orang-orang sesudah mereka yang memikul amanah Islam. Orang-orang yang mempersembahkan dirinya kepada Allah, sehingga bertemu dengan Rabbnya dalam keadaaan redha dan diredhai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amma ba’du.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini saya persembahkan kepada pembaca yang budiman, sebagai saham saya dalam usaha menyingkap kebusukan dan kebatilan yang sedang bermaharajalela di tengah masyarakat. Saya berusaha menulis buku ini dengan susunan kalimat yang sederhana, sehingga dapat dicerna sama ada oleh orang alim mahupun kalangan awam dari umat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara hasil dari kajian saya yang sederhana ini, saya dapat menarik kesimpulan bahawa tidak akan memahami tentang Islam, orang yang tidak memahami tentang jahiliyyah dengan dua jenisnya; jahiliyyah kuno dan jahiliyyah moden. Tidak akan faham terhadap al-haq orang yang tidak pernah memahami al-batil. Seseorang tidak mungkin tampil menjadi pembela Islam selagi ia tidak mengenali musuh-musuhnya serta mempelajari perancangan dan cara-cara kejahatan mereka. Sebagaimana dikatakan Umar bin Khattab r.a :&lt;br /&gt;”Sesunguhnya di antara yang menjadi sebab terlerainya simpulan-simpulan Islam satu demi satu adalah apabila tumbuh dalam Islam orang-orang yang tidak mengenal jahiliyyah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga, kita umat Islam tidak akan mendapat kemenangan selagi kita tidak mengetahui bagaimana musuh-musuh berfikir, apa yang menjadi sumber nilai dan landasan ideologi mereka, bagaimana mereka menjerut benang-benang penjerat leher lawan-lawannya, serta apa yang menjadi asas mereka sehingga mereka kelihatan begitu kuat dan kukuh berdiri di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita masuk ke dalam kancah peperangan melawan ”anak cucu kera dan babi”, sebagai kaum muslimin kita mesti mengetahui landasan ideologi, politik dan sosial mereka. Kita juga mesti mengetahui cara pandang mereka terhadap alam semesta dan terhadap umat manusia di luar bangsa Yahudi. Kita juga dituntut untuk mengetahui dari mana mereka menimba pemikiran tentang ketuhanan, politik, undang-undang, agama, dan muamalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim dituntut untuk mengetahui masalah-masalah ini, sehingga ia memiliki kejelasan terhadap apa yang sedang dirancangkan oleh musuh terhadap diri dan umatnya yang sedang merana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita sedang menyaksikan Masjidil Aqsa – tempat Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammmad SAW – merintih di bawah cengkaman bangsa Yahudi yang terlaknat. Mereka telah menyebarkan najis di temp[at suci tersebut serta melakukan berbagai perbuatan keji dan gila. Tempat suci itu kini menjadi pentas kemaksiatan ”anak-anak ular”, sama ada lelaki mahupun perempuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, Masjidil Aqsa kini sedang menantikan huluran tangan dari setiap muslim yang masih memiliki rasa cinta kepadanya. Dan sesungguhnyalah, menjadi kewajipan setiap muslim di seluruh dunia untuk membebaskannya dari tangan-tangan yang telah merampas dan mengotorkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya kita tidak memahami masalah ini segera dan tidak menyusun gerakan-gerakan yang realistik untuk membebaskan bumi yang penuh berkat ini dari tangan-tangan najis para perompaknya – dengan segala kurnia Allah yang berupa kemampuan dan bakat-bakat aqqliyah dan jasadiyah, sokongan material dan rohani, langkah-langkah politik, kekuatan ketenteraan yang sedia berjihad, yang semua itu diasaskan pada tujuan mencari redha Allah, mengambil sebab dan tawakal kepada Zat yang menjadikan sebab-akibat, Rabb segala sesuatu, maka kita akan semakin kehilangan peluang. Pada akhirnya, kita hanya dapat menangis dan menyesali diri di waqktu kita telah dipijak-pijak oleh kekejaman orang-orang yang mengaku sebagai keturunan Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hendaknya jangan terlena, sehingga mimpi besar mereka menjadi kenyataan, yakni mendirikan negara Israel Raya yang membentang antara Sungai Nil di sebelah barat hingga sungai Furat di sebelah timur dan dari Yaman di sebelah selatan hingga Turki di sebelah utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, agama kita mewajibkan setiap muslim untuk mengorbankan segala yang ia miliki berupa harta, tenaga. Darah bahkan jiwanya untuk membebaskan Masjidil Aqsa, tempat Isra’ dan Mi’raj Rasulullah SAW. Kita mesti mengembalikannya ke pangkuan Islam, sehingga ia dan para penduduk di sekitarnya merasakan nikmatnya kesucian, keamanan dan kedamaian Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kajian ringkas ini, saya mengemukakan bahawa sumber-sumber pemikiran Yahudi yang dijadikan sebagai titik tolak gerakan mereka ada empat jenis, iaitu:&lt;br /&gt;1. Taurat&lt;br /&gt;2. Talmud&lt;br /&gt;3. Cabala&lt;br /&gt;4. Protocols&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukan bererti bahawa sumber pemikira ideologi dan politik mereka hanya terbatas pada empat sumber tersebut. Mereka masih mempunyai sumber-sumber lain yang sangat dijaga kerahsiaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbahasan kita tentang sumber-sumber pemikiran Yahudi ini bukan dimaksudkan untuk memperinci semua bentuk persengkokolan dan operasi kejahatan mereka, kerana sudah pasti masalah ini sangat dirahsiakan oleh mereka. Sebagaimana yang berlaku pada semua negara atau sebuah organisasi, masing-masing mereka tidak ingin orang lain mengetahui perancangan-perancangannya sebelum sampai waktunya. Tetapi yang kita maksudkan di sini adalah sumber-sumber umum yang menjadi asas keyakinan dan sikap politik mereka yang sekarang telah dianggap sebagai fakta yang diketahui bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini saya mengupas setiap satu sumber dalam satu bab tersendiri. Kemudian saya cuba untuk menjelaskan hal-hal yang berkenaan dengan definisi, ajaran dan pemikiran yang terkandung di dalamnya dan saya terangkan pula hakikatnya. Semuanya saya sajikan dalam tulisan yang ringkas dan sederhana tanpa terpaksa mempermudahkan persoalan yang dibicarakan, insya Allah. Pada bahagian akhir saya sebutkab buku-buku yang menjadi acuab bagi penulisan risalah ini. Selebihnya penulis bertawakal kepada Allah Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan berlindung kepadaNya dari segala kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedar bahawa saya bukanlah oarang yang pertama menulis masalah ini. Masalah ini telah dikupas oleh ramai penulis, tetapi saya belum mendapat sumber-sumber tersebut ditulis dalam sebuah buku secara khusus. Oleh kerana itu, saya ingin menyajikan dalam sebuah buku kecil dengan maksud menyebarluaskan manfaat, memperjelaskan masalah, dan merealisasikan apa yang menjadi tujuan kita dengan izin Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lupa saya menghulurkan terima kasih kepada Dr. Sayyid al-Hajar, pensyarah Fakulti Sya’riah dan Usuludin yang telah banyak memberi nasihat dan bimbingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon kepada Allah semoga usahayang sangat sederhana ini ikhlas keranaNya bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya. Senoga Allah menjadikannya tabung kebaikan yang bermanfaat bagi saya pada hari di mana harta dan anak-anak tidak berguna lagi, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Hanya inilah yang dapat saya persembahkan. Jika terdapat kebaikan di dalamnya, maka kebaikan itu dari Allah dan jika terdapat kesalahan di dalamnya, maka kesalahan itu berasal dari diri saya yang dhaif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ghazi al –Qarni&lt;br /&gt;3 Rabi’uth Thani 1413 H&lt;br /&gt;29 September 1992 M&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-7230485038533534108?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/7230485038533534108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=7230485038533534108' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/7230485038533534108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/7230485038533534108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2009/02/menyingkap-kejahatan-yahudi.html' title='Menyingkap kejahatan Yahudi'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-9017763922640565894</id><published>2009-01-12T00:43:00.001-08:00</published><updated>2009-01-12T00:44:39.872-08:00</updated><title type='text'>Laksanakan Tugas</title><content type='html'>Salam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buat semua umat Islam..laksanakan yang termampu bagi kita.&lt;br /&gt;tak susah pun..Bayangkan penderitaan umat Palestin di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SWsAmFytjcI/AAAAAAAAAIc/uv50hxgmnu0/s1600-h/SATU.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SWsAmFytjcI/AAAAAAAAAIc/uv50hxgmnu0/s400/SATU.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290322841666686402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SWsAuaph8GI/AAAAAAAAAIk/SSRI1hAcYbs/s1600-h/DUA.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SWsAuaph8GI/AAAAAAAAAIk/SSRI1hAcYbs/s400/DUA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290322984704274530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SWsA4ct-05I/AAAAAAAAAIs/wJ5Dx2Ya51Y/s1600-h/barang2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 101px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SWsA4ct-05I/AAAAAAAAAIs/wJ5Dx2Ya51Y/s400/barang2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290323157058507666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BOIKOT 7 BARANGAN DI ATAS HINGGA LUMPUH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ kalu ikut ana banyak lagi nak senaraikan nih..takpe2..kita ikut strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ahmad fikry memboikot~ dan mengajak semua-semua-semuanya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-9017763922640565894?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/9017763922640565894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=9017763922640565894' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/9017763922640565894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/9017763922640565894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2009/01/salam.html' title='Laksanakan Tugas'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SWsAmFytjcI/AAAAAAAAAIc/uv50hxgmnu0/s72-c/SATU.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-1116248625886974879</id><published>2008-11-15T22:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T16:23:19.268-08:00</updated><title type='text'>Kenali Tasauf</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SR_CsfO78nI/AAAAAAAAAEo/xEb0yTUmWho/s1600-h/40736637_f72d82cda2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SR_CsfO78nI/AAAAAAAAAEo/xEb0yTUmWho/s400/40736637_f72d82cda2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269144158600950386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana tertarik dengan kata-kata As Syeikh Abdul Qadir yang mengatakan; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Ma'rifat dapat terwujud setelah hilangnya segala sesuatu yang menghalangi cermin hati dengan terus berupaya membersihkannya sehingga manusia dapat melihat indahnya sesuatu yang terpendam dan tertutup di dalam rasa di lubuk hati&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terdetik persoalan..Bagaimanakah rasa indah yang terpendam itu? yang dirasai oleh para ahlullah;para sahabat r.anhum, para tab'i tab'in, dan para salafussoleh? Allahu Akbar.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dalam mencapai cinta dan redha Allah,kita sebagai mukmin menuntut kita mencari ilmu syariat,hakikat dan pengorbanan. Mencontohi, menyusuri jalan-jalan mereka yang telah berjaya di sisi Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertarik dengan kesimpulan dari Imam Malik rah. ; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" &lt;em&gt;Barangsiapa berfiqih/bersyariat saja tanpa bertasauf nescaya ia berlaku fasik(tidak bermoral) dan barangsiapa yang bertasauf tanpa berfiqih/bersyariat nescaya ia berlaku zindik (penyelewengan agama). Maka barangsiapa melakukan kedua-duanya, maka itulah dia golongan Islam yang hakiki(tulen)&lt;/em&gt;." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa itu tasauf? berikut antara definisi tasauf..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a)&lt;/strong&gt; tasauf ialah mengambil hakikat dan tidak mengharap apa yang ada dalam tangan sesama makhluk. (Ma'ruf Karkhi) &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b)&lt;/strong&gt; tasauf ialah membersihkan hati dan apa yang menganggu perasaan kebanyakan makhluk. Berjuang menanggalkan pengaruh budi yang asal (instinct) kita. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c)&lt;/strong&gt; tasauf ialah masuk ke dalam akhlak menurut contoh yang ditinggalkan Nabi SAW dan keluar dari akhlak yang rendah. (Muhammad al Jujairi) &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;d)&lt;/strong&gt; tasauf adalah memadamkan sifat-sifat kelemahan kita sebagai manusia. Menjauhi segala seruan dari hawa nafsu, mengkehendaki sifat-sifat kerohanian dan bergantung kepada ilmu-ilmu hakikat. Memakai yang terlebih penting dan terlebih kekal. Menaburkan nasihat kepada sesama umat. Memegang teguh janji dengan Allah dalam hal hakikat dan mengikut contoh Rsulullah SAW dalam hal syariat. (Syeikh Junayid Bagdadi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serba ringkas; dalam kitab Syakhiatus Sufiat tulisan Syeikh Thaha Abdul Baqy Surur yang membahagi Tasauf Islam kepada dua bahagian; &lt;br /&gt;Bahagian Pertama= Tasauf yang berhubungan dengan pendidikan dan melatih ruhaniyah, mempertinggi akhlak, melatih diri memakai sifat-sifat keutamaan dengan istilah mu'amalah. &lt;br /&gt;Bahagian kedua = Bahagian kedua dari tasauf Islam adalah ibadah dan mahabbah kepada Allah. Syarat-syarat utama untuk memasuki bahagian ini adalah &lt;br /&gt;1) berpengetahuan tentang Al Quran &lt;br /&gt;2) berpengetahuan tentang Sunnah Rasulullah SAW &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat salah faham dan ketakutan bagi segelintir pihak untuk memasuki lapangan tasauf walhal tasauf adalah salah satu dari cabang ilmu. &lt;br /&gt;Usuluddin dipelajari untuk mengetahui selok belok Rukun Iman. &lt;br /&gt;Fiqh dipelajari untuk mengetahui selok belok Rukun Islam. &lt;br /&gt;Tasauf pula untuk mendapatkan Ihsan agar selalu teliti (khusyuk) dalam menunaikan ibadah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik manusia adalah yang bekerja memperoleh ilmu dan membawanya ke hati. Dan juga bekerja membersihkan hati dan membebaskan hati dari segala penganggu-peganggu dan setelah itu mengilapkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan,ilmu yang dipelajari tentang pengawasan jiwa itu adalah ilmu tasauf. Peranan ilmu tasauf ialah berusaha menahan jiwa dan membersihkannya dari kejelekan hawa dan nafsu, sehingga rasa 'taqwa' dan 'tawadhuk' terbit dari hati yang bersih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri penting dalam mengenali tasauf yang benar adalah yang tidak menyalahi syariat dan sunnah Rasulullah SAW. Sangat penting untuk berguru dalam memahami lebih lanjut tentang ilmu tasauf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah, sedikit huraian tentang Tarikat pada post akan datang. &lt;br /&gt;Wallahu 'alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-1116248625886974879?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/1116248625886974879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=1116248625886974879' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/1116248625886974879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/1116248625886974879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/11/kenali-tasauf.html' title='&lt;em&gt;Kenali Tasauf&lt;/em&gt;'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SR_CsfO78nI/AAAAAAAAAEo/xEb0yTUmWho/s72-c/40736637_f72d82cda2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-1935859442852183107</id><published>2008-11-07T06:07:00.001-08:00</published><updated>2008-11-07T06:07:36.799-08:00</updated><title type='text'>Muhasabah</title><content type='html'>Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. (Az-Zumar 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis menjawab, Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka. (Sad 82-83)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas. Apa keistimewaan ikhlas sehinggakan orang yang memiliki ciri-ciri itu mendapat keredhaan dan kebaikan dunia akhirat Perkataan ikhlas selalunya digunakan ketika kita sedang memberi sesuatu dengan suka dan rela hati, kerana cinta kepada penerimanya. Tanpa kita sedari, maksud ikhlas itu jauh lebih mendalam. Ada ikhlas di dalam ikhlas dan ada ikhlas lagi di dalamnya. Sejauh mana tahap keihklasan kita -apakah niat kita yang baik pada mulanya semata-mata mendapat keredhaan Allah tapi kemudiannya dipengaruhi syaitan supaya riak itu juga dikira tidak ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah s.a.w, Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang seseorang yang keluar (dari rumahnya) untuk berjihad di jalan Allah, dia ingin mencari pahala dan populariti sebagai seorang yang berani, apa yang ia perolehi Nabi menjawab, Tidak ada apa-apa. Walaupun ditanya beberapa kali, jawapan Rasulullah tetap juga sama. Kemudian Nabi bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sesungguhnya Allah tidak menerima segala amal, kecuali amal yang dikerjakan dengan ikhlas dan untuk mencari keredhaan Allah'. (HR An-Nasa'i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuba bayangkan amalan-amalan kita selama ini, apakah ianya benar-benar ikhlas kerana Allah. Apakah anda muslimah memakai jilbab yang labuh supaya kamu dipuji orang ramai dan seronok dengannya Pernahkah anda gembira jika anda dipuji orang-orang tua apabila anda ke masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na'uzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, oleh kerana keikhlasan berubah-ubah bersama niat, kita perlu menetapkan niat sebelum melakukan sesuatu perkara. Sebelum keluar ke universiti, tetapkan apa niat kita belajar. Kita tidak sanggup melihat kafirun dan jahiliyyah lagi yang memegang pemerintahan negara. Kita mahu menegakkan agama islam. Kita tidak mahu digelar orang beragama yang tidak berilmu, orang da'wah yang hanya cakap pandai. Inilah sebabnya kita pergi menuntut ilmu. Semuanya lillahita'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda mula gembira jika dipuji, berhati-hatilah kerana riyak hampir saja timbul lalu memadamkan segala niat awal anda yang ikhlas kerana Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (Al-Ikhlas 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita sedangkan menyamakan Allah dengan puji-pujian manusia Na'uzubillah. Anda selalu solat di masjid namun lama-kelamaan ia semakin pudar dengan riyak dalam hati. Rugilah anda. Bukanlah mengatakan solat di masjid itu riyak. Cuma kita perlu berhati-hati antara ikhlas, teladan kepada orang lain atau riyak. Tepuk dada tanya hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, apakah amalanku yang selama ini kuanggap ikhlas kerana-Mu telah dikaburi riyak. Ya Allah, jauhkanlah aku yang syirik yang nyata dan yang tidak nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w bersabda, Mohonlah perlindungan kepada Allah dari Jubbil Huzn. Mereka bertanya, Apakah itu, wahai Rasulullah Nabi s.a.w menjawab, Suatu lembah di Neraka Jahannam, di mana setiap hari, Jahannam sendiri berlindung darinya sebanyak empat ratus kali. Mereka bertanya, Untuk siapakah ini disiapkan, wahai Rasulullah Jawab Nabi, Disiapkan untuk para qari' (pembaca Al-Quran) yang riyak dengan amalan mereka. (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na'uzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bahayanya riyak ke atas diri kita. Halus dan tidak nyata tapi mengubah keikhlasan kita dalam melakukan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia mengadili hanya dengan deria mereka. Namun, amal semua manusia hanya Allah yang mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda ikhlas dapat disimpulkan seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menuduh diri berasa kurang sempurna dalam melaksanakan kewajiban kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Merasa keikhlasan dalam diri itu tiada dan selalu mempertanya keikhlasan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak terpengaruh dengan ujian atau celaan, tetapi tetap istiqamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak berubah walaupun manusia berubah dalam hal ketaatan atau kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Niat menjadi pusat pemerhatian dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berusaha merahsiakan amal kebaikan kecuali ketika memberi teladan kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, orang yang menangis ketika beribadah di khalayak ramai itu lebih ikhlas daripada orang yang beribadah di dalam bilik seorang diri (yang riyak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Ishlahul Qulub @ Menggapai Surga dengan hati, Amr Khalid.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-1935859442852183107?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/1935859442852183107/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=1935859442852183107' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/1935859442852183107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/1935859442852183107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/11/muhasabah.html' title='Muhasabah'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-7115870233941099415</id><published>2008-09-10T09:33:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T09:34:03.735-07:00</updated><title type='text'>~PeTiKaN~</title><content type='html'>Hasil dari penelitian Cawangan Akidah, Bahagian Penyelidikan, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia, umat Islam di negara ini sentiasa terdedah kepada ajaran sesat yang berkembang hasil dari faktor-faktor berikut:- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1: Tasawuf Falsafah @ Teosofi &lt;br /&gt;2: Ajaran Batiniah; &lt;br /&gt;3: Ajaran Syiah; &lt;br /&gt;4: Khurafat, Amalan Bomoh dan Tradisi; dan &lt;br /&gt;5: Usaha menjauhkan Umat Islam dari al-Quran dan al-Sunnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Pertama:Tasawuf Falasafah @ Teosofi @ Wujudiah + Martabat Tujuh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a: Tasawuf Teosofi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf Teosofi(7) menjadi punca utama kepada penyelewengan dalam ilmu tasawuf dan kepada muncul ajaran-ajaran sesat yang mana ia didapati dipengaruhi oleh pengaruh Greek, Parsi, Yahudi, Kristian dan Hindu – Buddha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor ini mengandungi berbagai-bagai konsep yang bermula dengan konsep wahdatul wujud dan seterusnya diserap kepada ajaran martabat tujuh dari karangan Syeikh Mohammad b. Fadhlullah Al-Burhanipuri, (W 1029H @ 1619M) melalui bukunya al-Tohfah Ila-Mursalah Ila Roh Al-Nabi, yang diterjemah ke bahasa Jawa tahun (1680M) kemudiannya pula disalurkan oleh beberapa tokoh Nusantara seperti Syeikh Syamsuddin al-Sumatrani (W 1690M) yang mengarang buku Jauhar al-Haqaeq, Abdul Rauf Singkel dengan kitab Daqaiq al-Huruf beliau dikatakan menuntut di Mekah selama 19 tahun dan kembali ke Acheh tahun (1661M) dan Syeikh Hamzah Fansuri (W 1606M) dalam buku-bukunya di bidang tasawuf ketuhanan terutama buku Asrar al-Arifin, Syarb al-‘Asyikin dan al-Muntahi dan berkembang pula melalui kitab al-Durr al-Nafis oleh Syeikh Mohammad Nafis al-Banjari (W 1778M) yang ditulis tahun (1200H) yang dianggap pula oleh beberapa tokoh penyelidikan sebagai mewarisi kitab al-Tohfah al-Mursalah yang dikatakan telah ditemui di Ceribon tidak lewat dari tahun 1668M oleh Abdul Muhyi seorang wali dari Jawa, yang menjadi guru kepada Bagus Norjan dari Ceribon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini juga tersebar di Sumatera pada abad ke-17 M. Buku ini dikatakan mempengaruhi kelanjoran buku Serat Wirid Hidayat Jati karangan Rengka Warsita (W 1873M). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada asasnya faktor Tasawuf Teosofi ini telah banyak mempengaruhi ajaran-ajaran yang dibawa oleh guru-buru ajaran sesat ditambah pula oleha buku Kasyr Al-Asrar oleh Syeikh Mohammad Salleh bin Abdullah al-Mengkabu yang ditulis tahun 1922M. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b: Tasawuf Wahdatul Wujud &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. Dr. Abdul Fatah Haron Ibrahim bahawa tasawuf wahdatul wujud dalam Islam dapat dikesan sumbernya daripada Hindu dan Neoplatonisma atau seumpama kedua-duanya (lihat Ajaran Sesat 1994) DBP hal. 13). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Haji Abdullah Fahim b. Hj. Ab. Rahman, pula bahawa buku Bahr al-Lahut iaitu kitab adunan antara kandungan al-Tohfah al-Mursalah dengan Serat Wirid dan kandungan Bahr Al-Lahut inilah yang terdapat dalam kitab Hidayah Anwar (Ajaran Taslim) dan Hakikat Insan (1985M) serta Tajalli Ahmad Laksamana (lihat Sejarah Kemunculan Ajaran Menyeleweng, hal. 55-56). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr. Abdul Fatah Haron bahawa martabat tujuh juga bukan dari al-Quran dan Hadis Sahih, tetapi dari falsafah Neo Platonism yang dikenal dengan teori immanasi atau as-Sudur (Lihat Beberapa Masalah Utama Dalam Tasawuf (1993M) BAHEIS, KL H. 25). Dari Kitab al-Durr al-Nafis, Maktabah Wa Matbaah Darul Maarif Pulau Pinang terdapat huraian martabat tujuh ini dari halaman 21 – 23. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahaman Wahdatul Wujud menganggap alam ini adalah penyataan Allah yang qadim Azali lagi abadi. Alam ini seperti ombak dan Tuhan seperti laut. Ombak itu kekal ada selagi laut itu kekal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c: Ajaran Martabat Tujuh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martabat Tujuh adalah satu perbincangan mengenai asal usul mula kejadian alam semesta ini. Ilmu ini termasuk dalam bidang iktiqad Tasawuf Falsafah Wahdatul Wujud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan maksudnya ialah bahawa Allah Yang Maha Esa Mentajalli (menampak) alam semesta daripada Dzatnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Ahadiyah iaitu Martabat zat qadim, azali, abadi, martabat La Taayun ertinya martabat tidak nyata. Ahadiyah iaitu seperti menilik cermin, wahdah seperti cermin, wahdiyah seperti rupa dalam cermin, martabat La Taayun belum nyata Tuhan dengan hamba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Wahidiyah – Martabat Aliah Wahdah Qadim, azali, abadi, roh Qudsi yakni nyawa Muhammad, martabat Taayun Awwal iaitu nyata yang pertama, kelakuan dzat: Syuun, Martabat Muhammad. Ertinya nyawa Muhammad pada pihak pengetahuan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Wahdiyah, Martabat Taayun thani, nyata yang kedua iaitu Roh Adam dan Aayanthabitah namanya iaitu Kenyataannya telah ada bagi ilmu Allah bagi zat dan bagi sekalian yang maujud iaitu jalan tafsil. Tajalli hak Allah kepada martabat ini dengan nama Ar-Rahman bersifat pemurah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Alam Arwah iaitu alam segala nyawa dan alam roh aayan kharijah ertinya kenyataan yang sudah terbit daripada ilmuNya dan roh itu daripada kehendak Allah Taala yang dibangsakan keadaannya dengan martabat terbit daripada suruhan Tuhan kita dengan berantara sesuatu daripada pergantung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Alam Mithal ialah kalbu sanubari bererti tempat hati. Inilah alam segala rupa namanyaa iaitu daripada kehendak Allah Taala yang rapat terus daripada segala suku yang halus dan tiada menerima suku ertinya tiadalah menerima akan tegahan dan tiadalah menerima berciri-ciri setengahnya daripada setengahnya dan tiadalah menerima akan tebusan dan tiada menerima zakat kerana halus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: Alam Ajsam ialah alam syahadah, alam yang dipandang, alam segala martabat yang terus daripada anasir empat, air, tanah, udara dan api dan yang tersebut daripada itu lima perkara iaitu segala batu, tumbuhan, binatang dan segala jin yang tersusun dari segala unsur, nyata Allah taala itu dengan zahir dan Muhammad namanya Mazhar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh: Alam Insan disebut Insan itu rahsiaKu dan Aku rahsianya martabat yang dihimpunkan segala martabat ini. (Bandingkan dengan buku dari Abdul Fatah Ajaran Sesat 1994 h. 20 – 25). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d: Nur Muhamad &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Muhamad ialah cahaya yang dihubungkan dengan Nabi Muhammad (s.a.w). Dari segi istilah ialah ciptaan Allah yang pertama, sebelum Dia mencipta makhlukNya yang lain. Cahaya ini dicipta dari Nur Allah, pada asal kewujudannya. Nur ini sama dengan rupa kejadian Nabi Muhammad s.a.w. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah yang lain dipakai juga oleh penggemarnya iaitu al-Aql al-Awwal, al-Insan al-Kamil, Qutub, Ghaus dan lain-lain. Kaitannya dengan Martabat Tujuh, ia terletak di martabat kedua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran ini tidak ada dalam al-Quran dan hadis sahih, lebih-lebih lagi ia disifatkan sebagai qadim dan semua perkara yang ada dalam alam ini bersumber darinya. Bagi syiah, menggunakannya untuk meluluskan akidah mereka terhadap al-Imamah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala kaum Sufi untuk meluluskan Konsep al-Wilayah atau Kewalian, yang ada persamaannya dengan al-Imamah dalam Syiah. Orang Islam yang awal membincangkan Konsep Nur Muhamad ialah Ibnu ‘Arabi (638H/240M) dan Abdul Karim al-Jili (832H). Ini disebutkan dalam kitab-kitab karya mereka seperti al-Futuhat al-Makiyyah, Fusus al-Hikam dan al-Insan al-Kamil fi Ma’arifah al-awa’il wa al-Awakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Ibnu Arabi, Nur Muhamad merupakan asal usul kejadian semua makhluk yang hidup dan sumber yang terpancar daripada ilmu para Nabi dan wali atau dengan kata lain Nur Muhamad ialah roh yang nyata dengan rupa para Nabi dan wali sejak Nabi Adam a.s. diutus hingga Nabi Muhamad s.a.w. dan sejak wujud Martabat al-Wilayah atau kenabian dalam pemikiran Sufi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu para nabi dan wali menurut Kaum Sufi adalah suatu pancaran dari Nur Muhamad yang merupakan induk kepada segala yang wujud ini. (lihat Muhamad Ali al-Junid, Nazdariyyah, al-Imamah, al-Imamah, hal. 128) dan bandingkan dengan artikel Prof. Madya Dr. Abdul Hayei bin Abdul Shukor (UM) “Nur Muhamad: Satu Pencemaran Terhadap Akidah” (Utusan Zaman – 9 Jun 1996). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang terlibat dengan kumpulan ini dipercayai banyak memalsukan hadis bagi meluluskan teori dan cita-cita ini. Sedangkan menurut pandangan ahli Sunnah Wal Jamaah, asal kejadian Nabi Muhamad s.a.w. adalah jelas seperti dinyatakan dalam ayat 110, surah al-Kahfi, yang bermaksud; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah (wahai Muhamad) sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahawa Tuhan kamu hanyalah satu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi ahli Sunnah, kepercayaan Nur Muhamad ini adalah khurafat dan tidak bersandarkan mana-man dalil yang layak menjadi sumber hukum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi setengah kaum Sufi yang keterlaluan mendakwa bahawa ilmu mereka kasyaf, kadang-kadang dikatakan diambil terus dari Allah atau Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. Dr. Abdulfatah Haron bin Ibrahim, bahawa Nur Muhamad tidak lebih daripada lagenda. Ia tidak ada dalam ajaran akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah (Asyariah, Maturidiah dan Salafiah, tetapi terdapat dalam Ajaran Tasawuf Wahdatul Wujud). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab al-Dur al-Nafis disebutkan sebuah hadis yang bermaksud: “Mula pertama Allah jadikan ialah Nur Nabimu, hai Jabir, maka Allah jadikan Nur itu segala sesuatu dan engkau adalah daripada sesuatu itu (halaman 22).” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini adalah hadis mauduk ( rekaan dan palsu) seperti disebut dalam Kitab al-Mawahib dalam Kasyaf al-Khifa Wa Mazil al-Albas, hal. 266). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Kedua: Ajaran Batiniah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran ini juga dikenali dengan Tasawuf Batiniah iaitu kebatinan. Pada umumnya ajaran ini dibawa melalui buku Kasyaf Al-Asrar terjemahan dan susunan oleh Syeikh Mohammad Salleh bin Abdullah Al-mangkabau yang ditulis pada tahun (1344H/1922M) (tahun 1390 telah ulang cetak ke-22 di Singapura) dan kemudiannya disalurkan melalui buku Hidayah Al-Anwar oleh Syed Ghazali Jamalullail, Pulau Pinang pada tahun 1355H/1933M) dan mengembangkan Ajaran Taslim dari bapanya Hj. Mohd. Matahari, kemudian Hj. Ahmad laksamana bin Omar Kelantan pada tahun 1985, menulis buku Hakikat Insan (1985M) dan Ilmu Tajalli (belum terbit) dan mengembangkannya ke seluruh Malaysia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-unsur atau faktor ajaran Batiniah ini ialah berasal daripada Syiah Ismailiyah Batiniah iaitu satu gerakan yang pada mulanya dipropagandakan oleh Abdullah bin Maimon (W 165H/780M). Beliau ialah seorang bekas penganut agama Madaism (Al-Mazdakiyah) berbangsa Yahudi dari Al-Hawas, bapanya Maimon b. Dalsan al-Khaddah ialah hamba kepada Jaafar al-Sadiq iaitu salah seorang imam 12 Syiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Khaddahlah yang mendakwa Ismail bin Jaafar al-Sidiq yang telah meninggal dunia tahun 158H dianggap sebagai ghaib dan beliau adalah Imam Mahdi Abdullah bin Maimon juga terpengaruh dengan teori angka simbolik seperti angka 7, 12 yang diambil dari 7 huruf Bismillah dan 12 huruf Lailahaillahallah kemudiannya berjumlah 19. Teori ini akhirnya diambil oleh Ismailiyah Kisaniyah dan Qaromitah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan pengamal ilmu hakikat seperti Taslim wujud satu amalan nikah batin, yang pda asalnya lahir dari konsep batin yang disebar oleh kumpulan Syiah Batiniah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikah batin adalah satu amalan misteri bagi golongan Taslim.ereka merahsiakan amalan ini dari sesiapa. Menurut Hj. Abdullah Fahim b. Abdul Rahman, nikah batin di Malaysia ia bukan sahaja diamalkan oleh kumpulan Taslim bahkan oleh individu lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya pada tahun 1986 seorang gadis berumur 19 tahun dari Kuala Lumpur membuat laporan ke Pusat Islam yang menyatakan kakaknya telah dinikah batin oleh guru yang mengubat mereka secara batin. Kakak yang tua telah melahirkan 4 orang anak dan yang muda telah dua kali menggugurkan kandungannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru itu dan kakaknya telah dibicarakan di Mahkamah Syariah Gombak Timor, Selangor atas tuduhan berzina sehingga melahirkan anak. Mereka mengaku salah dan guru tersebut tidak sebut langsung hal ‘nikah batin’, ini berlaku pada 28 Mac 1986. (Lihat catitan kaki hal. 106: Abdullah Fahim b. Hj. Abd. Rahman: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu Analisis Perbandingan Antara Doktrin-doktrin Dalam Ajaran Taslim, Ajaran Ahmad Laksamana dan Tarekat Naqsyabandiah Kadirun Yahya, Tesis, Fakulti Pengajian Islam UKM, 1991). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Batiniah ialah ajaran Tasawuf yang mengandungi 3 unsur iaitu: fahaman Hulul iaitu penyerapan Tuhan dengan hamba dan Wahdatul Wujud dan semacam dengannya, faham Syariah Ismailiyah dan Batiniah dan yang semacam dengannya dan ilmu Kebatinan hasil sankratisma antara kepercayaan primitif, agama Hindu, Buddha, Tasawuf Wahdatul wujud dan ajaran Syiah terutamanya yang terdapat di negara jiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara ajaran sesat yang mengandungi unsur Batiniah ialah ajaran Taslim, ajaran Tajalli Ahmad Laksamana Kelantan. Ada doktrin wujudiah, batin, takwil, gnosis, emanasi dan kebatinan Jawa (A. Fahim Ibid. H. 193). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Ketiga: Ajaran Syiah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksudkan dengan ajaran Syiah di sini ialah Syiah Nusairiyah dan Nizariyyah serta Musta’liyah dan Druz . Syiah Ismailiyah berjaya menegakkan kerajaan Fatimi di Mesir tahun 358 Hijrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahun 487 Imam Kerajaan Fatimi bergelar al-Mustansirbillah meninggal dunia, lalu puak Ismailiyah berpecah dua, satu mengikut Nizar bergelar Nizariyah dan satu lagi mengikut adiknya al-Musta’li lalu digelar at-Musta’liyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi pecahan lain iaitu Druz dan Nasiriyah yang ada di Lubnan, Syria dan Palestin. Selain itu Syiah Dua Belas yang berakidah dengan dengan Imamah, Wasi, Ismah, Hulul Zahir – Batin. Ia mengandungi 4 konsep utama iaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1: Ada zahir dan batin &lt;br /&gt;2: Ada tanzil dan takwil &lt;br /&gt;3: Ada takiyyah &lt;br /&gt;4: Ada wasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sepanjang sejarah Gerakan Syiah meninggalkan imej buruk yang penuh dengan ugutan, ancaman, pergaduhan dan kekerasan. Sikap kekerasan ini adalah warisan daripada saki baki gerakan syiah Ismailiyah yang berpusat di Aalamut yang diketuai oleh Al-Hasan al-Sabah di abad ke enam Hijrah, yang kadangkala menggunakan Hasyisy (ganja) atau seumpamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Keempat: Amalan Khurafat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpunca dari tiga unsur Sin Kritisma, Hindu-Buddha dan Animisma dan Dinisma. Ia dijelmakan dalam amalan-amalan perbomohan dan kesaktian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Kelima: Usaha Menjauhkan Umat Islam Dari Al-Quraan Dan As-Sunnah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pihak tertentu berusaha menyeleweng umat Islam agar tidak mengamalkan ajaran al-Quran dan As-Sunnah atau salah satu darinya. Mereka terdiri dari golongan munafikin dan zindik dengan usaha tertentu antaranya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1: Pentafsiran batin oleh golongan kebatinan dan menyatakan al-Quran ada makna zahir dan makna batin dan mendakwa yang wajib diamalkan ialah yang batin sahaja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2: Pentafsiran dengan angka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3: Pentafsiran palsu ke atas surah Al-Muddathir ayat 30 dan 31 oleh Rashad Khalifa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4: Penetapan tarikh berlakunya kiamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;002: CIRI-CIRI AJARAN SESAT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri yang didapati dalam ajaran-ajaran sesat di Malahsia adalah seperti berikut:- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1: Mengaku diri atau gurunya sebagai Nabi atau wakilnya dan mendakwa menerima wahyu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2: Mengaku diri atau gurunya sebagai Imam Al-Mahdi atau mempercayai bahawa orang-orang tertentu tidak mati dan akan muncul sebagai manusia yang istimewa seperti Imam Al-Mahdi dan sebagainya (Qadyani, Bahai, 4 Sahabat, Nasir, Mufarridiah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3: Mempercayai bahawa roh orang yang mati menjelma semula ke dalam jasad orang yang masih hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4: Mendakwa pengikut-pengikut ajaran/tarikatnya sahaja yang dijamin masuk syurga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5: Mendakwa gurunya memegang kunci pintu syurga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6: Mempercayai bahaw agurunya boleh menebus dosa dengan wang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7: Mendakwa bahawa semua agama adalah sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8: Mempercayai bahawa orang yang telah mati boleh memberi pertolongan apabila diseru namanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9: Memohon kepada benda-benda tertentu seperti batu, cicin dan sebagainya untuk sampai kepada Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10: Melakukan penyerahan rohani dan jasmani kepada guru melalui nikah batin dengan tujuan untuk mendapat anak yang soleh @ anak hakikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11: Mengaku Allah menjelma di dalam diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12: Mendakwa atau mengaku dirinya sebagai wakil Nabi yang boleh memberi syafaat kepada muridnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13: Mendakwa ajaran atau tarikatnya yang diamal sekarang diambil terus dari Rasulullah s.a.w. secara jaga (Yaqazah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14: Mengaku dan mempercayai bahawa seseorang itu boleh berhubung dengan Allah melalui Nur Muhammad yang berada di dalam dirinya dan dengan demikian di dakwa pasti masuk syurga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15: Memansuhkan syariat-syariat Islam seperti sembahyang, puasa, haji dan membuat syariat baru @ menganggapkan bila sampai kepada hakikat maka tidak perlu lagi syariat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16: Meninggalkan sembahyang Jumaat kerana mengamalkan suluk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17: Mendakwa bahawa Ibadat Haji tidak semestinya ditunaikan di Mekah, tetapi boleh ditunaikan di tempat-tempat yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18: Mengubah dengan sengaja ayat Al-Quran dan maskudnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19: Mengaku dan mempercayai bhawa azimat (tangkal) boleh memberi kesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20: Mendakwa bahawa setiap yang zahir ada batinnya dan setiap ayat yang diturunkan ada takwilnya seperti puasa, zakat, haji, nikah dan sebagainya ada batinnya. Mereka mendakwa orang yang mengamalkan syariah hanya kulit dan dant idak sampai kepada matlamat sebenar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;003: ANCAMAN KEPADA UMMAH DAN NEGARA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebar ajaran menyeleweng telah banyak mendatangkan keburukan kepada umat dan negara. Antaranya melalui: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1: Mencela Ulama dan Fuqaha &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan penganjur ataupun ajaran sesat didapati mendakwa diri mereka masing-masing atau dianggap oleh murid-murid atau pengikutnya sebagai manusia yang mengethaui segala isi iaitu ilmu hakikat dan mereka telah sampai maqam tinggi lalu menolak syariat, pada umumnya mereka mempunyai motif untuk mencela ulama dan fuqaha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa yang sama meletakkan taraf ulama kepada dua iaitu ulama zahir dan batin. Ulama zahir ialah ulama yang hanya mengetahui perkara-perkara zahir seperti ulama yang ada hari ini, sedangkan bagi diri mereka diletakkan taraf yang lebih tinggi dan kedudukannya lebih mulia kerana mengetahui rahsia batin dan ilmu hakikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2: Membuat Takwilan Dalam Agama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru ajaran sesat berani melakukan takwilan-takwilan terhadap ayat-ayat al-Quran dan Hadith Nabi s.a.w. dengan membuat huraian-huraian tanpa asas syarie. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terpengaruh dengan ajaran Batiniah dan mengguna doktrin batin dan takwil dalam menghuraikan konsep wujudiah yang dipegangnya. Hal ini boleh dilihat dalam bentuk takwil terhadap kalimah-kalimah atas lafaz-lafaz yang berkaitan dengan ibadah seperti pada angka dan pandangan huruf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3: Kepentingan Peribadi dan Sex &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran-ajaran sesat kebanyakannya adalah mempunyai motif dan kepentingan peribadi guru-guru ajaran sesat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini termasuk kepentingan kepada kedudukan, pangkat kebendaan dan seks bebas umpamanya dengan mengamalkan Nikah Batin: yang dinikah itu namanya maknikam, maharnya ialah air mani, walinya Allah Taala, yang manikamnya Muhamad saksinya Kiraman-Katibin (dalam ajaran Tariqatul Islam). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikah Batin ialah nikah yang dijalankan secara rahsia oleh guru atas muridnya. Ia boleh berlaku antara guru dengan murid atau murid dengan murid, tidak terikat dengan hukum syarak. Maksud maknikam ialah perempuan yang dinikah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4: Ingin Melemahkan Perpaduan dan Menghancurkan Agama Islam Melalui Gerakan Rahsia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peri adanya golongan atau individu yang dengan sengaja tetapi secara halus, ingin merosakkan agama Islam memang wujud, malah sejak zaman Rasulullah dan para sahabat lagi. Tetapi mereka telah mengalami kegagalan kerana Islam telah dapat dikawal dengan ketatnya pada masa itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi perisai kawalan ini telah dapat ditembusi oleh seteru-teru Islam itu di zaman Khalifah Umaiyyah dan di zaman-zaman selepasnya. Mereka melakukan penyelewengan dalam berbagai-bagai segi sama ada di segi akidah atau syariah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam keadaan tertentu mereka menafikan kebenaran sumber-sumber Islam itu sendiri dan dalam keadaan lain pula mereka menyelewengkan hukum dan syariat Islam. Hal ini dapat dilihat juga di negara ini melalui: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a: Ajaran Crypto Mokhtar Hassan di hukum di Mahkamah Syariah (Kuang Selangor, 1978) ajaran ini menafikan Al-Quran, membatalkan ibadat sembahyang dan lain-lain. Ajaran ini tidak ada sambutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b: Ajaran Taslim (difatwa oleh Jawatankuasa Kedah 1969) ajaran ini kadang-kadang mengurangkan pengerjaan ibadat sembahyang dan puasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c: Ajaran Tajalli @ Hakikat Insan Ahmad Laksamana, Kelantan (dihukum di Kelantan tahun 1986). Ajaran ini memperkecilkan ulama syariat. Ia telah merebak ke serata negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d: Ajaran Mohd. Nasir Ismail Kemboja (Batu Pahat 1980) yang menafikan fardhu Jumaat serta menyalahkan orang lain, akhirnya telah menyerang Balai Polis Batu Pahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e: Kumpulan Anti Hadis (Jawatankuasa Fatwa Wilayah Persekutuan mengharamkannya Januari 1986, Jawatankuasa Fatwa Selangor mengharamkan November 1995). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f: Untuk memecahbelahkan perpaduan dan persaudaraan umat Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syiah yang tumbuh tahun 36H, dan sekarang Syiah di Iran, Lubnan, Pakistan dan lain-lain telah menimbulkan banyak masalah kepada dunia Islam. Di Malaysia kes Abu talib Haron @ Ahmad Habibullah Ahmad As-Salafi 34 tahun yang berkahwin dengan 10 orang (6 bermutaah) dituduh dengan 16 tuduhan berasingan (mulai dibicara bulan Julai 1994), di Johor Bahru telah menguji kewibawaan pihak berkuasa agama akhirnya beliau telah dijatuhkan hukuman penjara selama dua (2) tahun mulai Julai tahun 1995. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g: Untuk Menguji Sejauhmana Kefahaman Dan Ketaatan Umat Islam Terhadap Agamanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila mereka berjaya dengan motif tersebut, maka senanglah agama dan umat Islam dihancurkan dan diganti dengan ideologi dan sistem asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;004: MANGSA AJARAN SESAT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan yang mudah terpengaruh menjadi mangsa ajaran sesat ialah terdiri daripada: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1: mereka yang jahil dan kosong jiwa kerana tidak mempunyai pengetahuan agama yang cukup. Dan mendapat dorongn kawan-kawan supaya berguru atau belajar melalui orang-orang tertentu yang mengajar secara rahsia dan sulit; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2: mereka yang ghairah mencari ketenangan jiwa dan kesempurnan beragama terutama melalui unsur kerohanian dengan cara jalan dekat tanpa ikut sunnah; dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3: golongan yang salah atau menyeleweng dalam hal yang berhubung dengan usul; hal ini terjadi kerana mereka kurang kemantapan dalam usul syariyyah dan tunjangan serta pengetahuan mereka yang lemah dalam hal Shaddik dan ikhlas. Mereka mendakwa diri hampir dengan Allah dan berada di makam tertinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan ini terdapat orang yang suka mengeksploitasikan kejahilan dan kedahagaan masyarakat kepada kesempurnaan kerohanian dan lalu digunakan untuk kepentingan tertentu, seperti untuk mendapat kekayaan, pangkat, kuasa dan sex bebas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu terdapat golongan yang berpegang kepada konsep kebebasan intelektualisme. Golongan ini mengagungkan rasionalisme dan pendekatan apa yang dikatakan secara sainstifik dan emparical dalam soal agama. Golongan ini membawa fahaman modenisasi dalam Islam yang bertentangan dengan akidah dan fahaman yang diiktiraf dan diterima oleh masyarakat di negara ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ini dengan fikiran-fikiran baru itu menggugat akidah orang yang kurang kukuh pegangannya. Dengan akhirnya menimbulkan ajaran-ajaran sesat yang membawa perpecahan dalam masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;005: IMPLIKASI TERHADAP KEMURNIAN AKIDAH DAN KESELAMATAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan ajaran sesat didapati sentiasa muncul dan merebak daripada satu negeri ke satu negeri yang lain atau ke seluruh negara, jika tindakan membenterasnya tidak diberikan tumpuan yang bersungguh-sungguh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan yang diambil oleh pihak berkuasa negeri terhadap kumpulan-kumpulan ajaran sesat tertentu tidak memberi kesan yang positif kerana ia akan berpindah ke negeri-negeri lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memerlukan tindakan bersepadu oleh semua pihak di bawah penyelarasan sebuah agensi pusat. Perancangan membanteras ajaran sesat memerlukan proses yang seragam bagi menunjukkan tindakannya berkesan dan hasilnya dapat dijangka dengan lebih tepat. Dengan demikian, JAKIM perlu diberi tugas menyelaraskan program tindakan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah nyata pada pandangan umum, bahawa ajaran-ajaran sesat ini telah membawa dan boleh membawa kepada beberapa akibat dan ancaman kepada agama dan keamanan. Antara akibat-akibat ancaman itu ialah; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a: Meluasnya kesesatan di segi akidah dan penyelewngan di segi ibadat orang-orang Islam. Ini dapat digambarkan melalui ajaran-ajaran sesat yang disebutkan di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b: Meluasnya perpecahan dalam masyarakat Islam. &lt;br /&gt;Tiap-tiap ajaran sesat mempunyai ‘Ketua Guru’ dan pengikutnya sendiri. Antara mereka mempunyai perhubungan yang rapat seolah-olah hubungan antara ‘saudara dengan saudaranya yang lain’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui ajaran yang dianuti, mereka memupuk persefahaman hidup dan jika dapat, cuba mewujudkan kumpulan atau masyarakat mereka sendiri. Dari sinilah wujudnya apa yang boleh dipanggil: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1: Masyarakat Orang Qadiani’ di Kg. Nakhoda, Selangor. &lt;br /&gt;2: Masyarakat Orang Taslim’ di Yan, Kedah. &lt;br /&gt;3: Masyarakat Ikhwan’ @ ‘Al-Mas’ di W. Persekutuan, Selangor dan Melaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah diketahui, ahli-ahli kumpulan masyarakat di atas antaranya tidak boleh berkahwin dengan orang yang bukan dari ahli masyarakat mereka, atas arahan dan hukum dari ajaran itu sendiri. Ini menimbulkan akibat yang buruk, bukan sahaja dari segi agama malah dari segi sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c: Timbulnya berbagai-bagai keganasan di dalam masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keganasan yang timbul bukan sahaja sekadar mencedera dan membunuh orang lain, malah boleh membunuh diri mereka sendiri. Hal ini boleh ditunjukkan dari beberapa kejadian berikut:- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1: Pembunuhan dan tembak menembak antara polis dengan Kumpulan Ajaran Empat Sahabat, Kg. Dedap Rantau Panjang, Kelantan pada 19 Oktober 1974. Dalam kejadian ini, seorang dari kumpulan 22 orang itu telah mati tertembak dan yang lain-lain cedera parah atau cedera. Dalam pertempuran dengan anggota polis dan Rela itu mereka telah cuba bertahan dan tidak mahu menyerah sehinggalah mereka tidak berdaya lagi dan terus ditangkap. Mereka kemudiannya didakwa dan dihukum salah oleh Mahkamah Kadi Besar Kelantan pada tahun 1974 atas kesalahan mengajar ajaran salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2: Serangan dengan parang oleh seorang awam ke atas seorang pengikut Tarikat Naqsyabandiah Kadirun Yahya di Bukit Marak, Kelantan pada tahun 1976. Pengikut tersebut telah luka di bahu dan dimasukkan ke Hospital Besar Kota Bharu. Ini berlaku akibat dakwaan pengikut tarikat tersebut bahawa orang yang tidak memasuki tarikatnya adalah tidak betul, tidak selamat dan tidak terjamin masuk syurga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3: Serangan Tajul Ariffin yang mendakwa dirinya Imam Mahdi, ke atas Tuan Hj. Damanhuri b. Hj. Abd. Wahab, di masjid Rapat Setia, Ipoh, Perak pada 5 Julai 1979. Ini berikutan keengganan orang lain mengiktiraf dirinya sebagai Imam Mahdi. Haji Damanhuri telah luka. Walau bagaimanapun, pemeriksaan doktor menunjukkan bahawa Tajul Ariffin adalah kurang siuman dan pernah dimasukkan ke Hospital Tanjung Rambutan untuk rawatan sakit otak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4: Serangan pengikut-pengikut Haji Kamaruddin bin Ahmad Kajang, ke atas kuil-kuil Hindu di Selangor dan Wilayah Persekutuan dan akhirnya Kuil Hindu di Kerling, Selangor pada 19 Ogos 1979. Akibat dari serangan ini empat (4) orang dari mereka telah dicederakan hingga mati oleh penjaga-penjaga kuil tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5: Serangan kumpulan Mohd. Nasir bin Ismail (seramai 15) orang ke atas Balai Polis Batu Pahat pada pagi 16 Oktober 1980 dan mencederakan berbelas orang polis dan kakitangan Balai tersebut. Akibatnya 8 orang dari kumpulan ini, termasuk Nasir sendiri telah mati ditembak oleh Polis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4: Berlakunya keretakan dalam keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terdapat seorang dari anggota keluarga itu, khususnya si suami yang memasuki satu-satu ajaran sesat, maka berlakulah keretakan dalam keluarganya, terutama apabila isteri tidak menyertai sama suaminya atau tidak menyokongnya. Hal ini berlaku apabila: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1: Si suami selalu menghabiskan masa siang dan malam bersama-sama guru dan pengikut yang lain dan apabila pulang ke rumah amalan-amalan di dalam ajaran tesebut diteruskan lagi dan kadang-kadang jelas pada pandangan isteri amalan dan iktikadnya sudah menyeleweng begitu juga sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2: Banyak harta benda dan wang dicurah dan digunakan untuk kepentingan ajaran, guru dan pengikutnya. Hal ini berlaku kepada pengikut kumpulan al-Arqam dan lain-lain. Hal yang sama berlaku pada pengikut-pengikut beberapa ajaran sesat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3: Si suami tidak lagi mahu mencampuri sahabat handai biasa yang bukan menjadi ahli ajaran yang diikutinya. Ini menyulitkan kehidupan biasa keluarga tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terdapat berbagai-bagai akibat dan bencana lain lagi hasil wujudnya ajaran-ajaran sesat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;006. AJARAN-AJARAN SESAT YANG TELAH DIWARTAKAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nasrul Haq &lt;br /&gt;2. Budi Suci &lt;br /&gt;3. Al-Watan &lt;br /&gt;4. Budi Suci Sejati &lt;br /&gt;5. Jawa Faradin &lt;br /&gt;6. Silat Sunda Pukulan Ghaib &lt;br /&gt;7. Tusuk Hikmat &lt;br /&gt;8. Ilmu Kebatinan &lt;br /&gt;9. Potong Maya &lt;br /&gt;10. Naluri &lt;br /&gt;11. Kaula &lt;br /&gt;12. Haqqullah Syahadah &lt;br /&gt;13. Rampai &lt;br /&gt;14. Wali Suci &lt;br /&gt;15. Kalimat Sakti &lt;br /&gt;16. Silat Pukulan Jarak Jauh &lt;br /&gt;17. Ilmu Tenaga Dalam Hikmat &lt;br /&gt;18. Zikir Sha`ban Islam Haq &lt;br /&gt;19. Asal Wujud Garis Laksmana &lt;br /&gt;20. Al-Ma`zat &lt;br /&gt;21. “Trancendentel Meditation”- Maharisi Mahish Yugi &lt;br /&gt;22. Ilmu Kebatinan &lt;br /&gt;23. Abdul Manan bin Harun- Tolak Hadis &lt;br /&gt;24. Ilmu Mentauhidkan Allah oleh Nasrun S.T.Qahar &lt;br /&gt;25. Kumpulan Ikhwan/al-Mas &lt;br /&gt;26. Kuasa Ghaib ( Tahan Diri) &lt;br /&gt;27. Mohd Nordin Putih &lt;br /&gt;28. Nasrun S.T.Qahar &lt;br /&gt;29. Roslan Katimun atau Ajaran Wali Sembilan &lt;br /&gt;30. Tariqat Naqsyabandiyah Kadirun Yahya &lt;br /&gt;31. Wali Sembilan &lt;br /&gt;32. Khatijah binti Ali @ Puan Tijah &lt;br /&gt;33. Syed Mutalib bin Syed Mohd Nordin &lt;br /&gt;34. Ajaran Mohd Seman Al-Banjari &lt;br /&gt;35. Al-Arqam &lt;br /&gt;36. Golongan Anti Hadis &lt;br /&gt;37. Ajaran yang disampaikan oleh Juruzon bin Abdul Latif atau dikenali juga &lt;br /&gt;sebagai (Hj) Ahmad al-Walidie (Pak Su) &lt;br /&gt;38. Syiah &lt;br /&gt;39. Ajaran Hj. Ghazali Othman Hulu Kelang &lt;br /&gt;40. Ajaran Hj.Kadar Ahmad &lt;br /&gt;41. Ajaran Ilmu Tajalli Ahmad Laksamana &lt;br /&gt;42. Ajaran ilmu Hakikat@ Jahar Dumin Hulu Langat &lt;br /&gt;43. Tarikat Mufaridiah &lt;br /&gt;44. Ajaran Hassan Anak Rimau &lt;br /&gt;45. Tarikat Aurad Ismailiah &lt;br /&gt;46. Ajaran Martabat Tujuh &lt;br /&gt;47. Tarikat Samaniah Ibrahim Bonjol &lt;br /&gt;48. Ajaran Sulaiman ( Bahtera Nabi Noh) &lt;br /&gt;49. Ajaran Ilmu Hakikat Hassan bin Jonit &lt;br /&gt;50. Ajaran Ahmadiah/ Qadiani &lt;br /&gt;51. Ajaran Mohd Nor Seman &lt;br /&gt;52. Ajaran Ayah Pin &lt;br /&gt;53. Ajaran Bahai &lt;br /&gt;54. Al-Ma`unah &lt;br /&gt;55 Ajaran Azhar Wahab &lt;br /&gt;56. Ajaran Hj.Banuar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;007: PENUTUP &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan penjelasan mengenai ajaran sesat ini boleh memberi garis panduan dalam usaha pembanterasan ajaran sesat di negeri-negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disediakan oleh: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagian Penyelidikan &lt;br /&gt;Jabatan Kemajuan Islam Malaysia. &lt;br /&gt;Kuala Lumpur &lt;br /&gt;Mei 2000 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petikan : http://www.islam.gov.my&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-7115870233941099415?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/7115870233941099415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=7115870233941099415' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/7115870233941099415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/7115870233941099415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/09/petikan.html' title='~PeTiKaN~'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-890728999590804938</id><published>2008-09-01T19:38:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T18:17:49.968-07:00</updated><title type='text'>~BiNGKiSaN~</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SLyq0wXqWDI/AAAAAAAAABQ/Sb7LmFxIZis/s1600-h/2041587285_d404bb859b.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SLyq0wXqWDI/AAAAAAAAABQ/Sb7LmFxIZis/s320/2041587285_d404bb859b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241251889666480178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Ilahi Rabbi..&lt;br /&gt;sejenak dalam kesedihan,&lt;br /&gt;dalam linangan air mata,&lt;br /&gt;Sesaat&lt;br /&gt;daku terkesima..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan anugerah Mu&lt;br /&gt;yg tidak pernah putus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Ilahi Rabbi..&lt;br /&gt;betapa hikmahnya&lt;br /&gt;setiap ujian Mu&lt;br /&gt;mendorongku menjadi&lt;br /&gt;lebih mengenal Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Ilahi Rabbi..&lt;br /&gt;ibadahku&lt;br /&gt;hidupku&lt;br /&gt;dan matiku&lt;br /&gt;hanya untuk Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Ilahi Rabbi&lt;br /&gt;terima lah sembah sujud ku&lt;br /&gt;dalam menuju&lt;br /&gt;ribaan redha Mu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SLyrAcT8R7I/AAAAAAAAABY/sXSJhOWiW7w/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SLyrAcT8R7I/AAAAAAAAABY/sXSJhOWiW7w/s320/untitled.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241252090440599474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-890728999590804938?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/890728999590804938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=890728999590804938' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/890728999590804938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/890728999590804938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/09/sesaat.html' title='~BiNGKiSaN~'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SLyq0wXqWDI/AAAAAAAAABQ/Sb7LmFxIZis/s72-c/2041587285_d404bb859b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-8167157710639278519</id><published>2008-09-01T19:20:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T19:22:20.177-07:00</updated><title type='text'>~BiNGKiSaN~</title><content type='html'>Saudaraku&lt;br /&gt;Cegahlah nafsu dari berbagai syahwat&lt;br /&gt;dari berbagai kelazatan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilah makanan pada nafsu&lt;br /&gt;makanan yang jelas halal&lt;br /&gt;makanan yang tidak najis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;supaya nafsu&lt;br /&gt;tidak congkak&lt;br /&gt;tidak sombong&lt;br /&gt;dan tidak berbuat jahat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertaubatlah&lt;br /&gt;dengan hati yang penuh ikhlas&lt;br /&gt;supaya iman mu bersih&lt;br /&gt;supaya keyakinan mu kuat&lt;br /&gt;supaya tauhid mu tersebar luas&lt;br /&gt;dan cabang2 nya meninggi ke Arasy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggalkan jubah dunia mu..&lt;br /&gt;Sarungkan pakaian akhirat mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melalui perca dunia mu&lt;br /&gt;tampal koyakan akhirat mu&lt;br /&gt;sehingga pakaian akhirat mu&lt;br /&gt;megah dipakai pada duniamu&lt;br /&gt;utuh disarung dan dimulia&lt;br /&gt;dalam jiwa yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqwa akan Allah itulah kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taqwa pada muhasabah&lt;br /&gt;sebati mana kehendak mu&lt;br /&gt;mengikuti kehendak agama yang haq&lt;br /&gt;berlandas sunnah Rasul SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana kah kita&lt;br /&gt;berjaya atau gagal&lt;br /&gt;mukmin atau nifak&lt;br /&gt;mukhlis atau dusta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbahagialah..&lt;br /&gt;pada jiwa yang taat&lt;br /&gt;pada jiwa yang sabar&lt;br /&gt;pada jiwa yang khauf&lt;br /&gt;pada jiwa yang ikhlas&lt;br /&gt;pada Mu ~ ya Ilahi Rabbi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqwa terlihat pada kehidupanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai hatiku yang kotor&lt;br /&gt;Duhai telingaku yang tuli&lt;br /&gt;Duhai mataku yang buta&lt;br /&gt;Kenalilah Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma ya Allah,kenalkan diri ku pada~Mu sehingga daku benar2 mengenali~Mu..Amiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-8167157710639278519?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/8167157710639278519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=8167157710639278519' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/8167157710639278519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/8167157710639278519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/09/bingkisan.html' title='~BiNGKiSaN~'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-7882029986577083313</id><published>2008-08-29T08:57:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T09:22:39.106-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan al Mubarak</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SLggDGK5wcI/AAAAAAAAABA/lsODhGO9zRU/s1600-h/7qadr1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SLggDGK5wcI/AAAAAAAAABA/lsODhGO9zRU/s320/7qadr1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239973404013609410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bulan yg ku cintai&lt;br /&gt;Bulan yg ku rindui&lt;br /&gt;Bulan yang dinanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul lagi&lt;br /&gt;Tiba lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamdalah yang tak terkira&lt;br /&gt;air mata tahmid kesyukuran&lt;br /&gt;sujud, sujud dan sujud&lt;br /&gt;syukur, Ya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan keberkahan ini&lt;br /&gt;Setiap saat&lt;br /&gt;Setiap detik&lt;br /&gt;Setiap ketika&lt;br /&gt;begitu berharga..&lt;br /&gt;tersangat berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah..&lt;br /&gt;Jadikan Ramadhan kali ini&lt;br /&gt;dengan segala keberkatannya&lt;br /&gt;menjadi milikku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********************&lt;br /&gt;tak terungkap kebahagiaan&lt;br /&gt;bagi setiap yang mencintai Ramadhan..&lt;br /&gt;anugerah Tuhan&lt;br /&gt;pd setiap pencari Nya..&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-7882029986577083313?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/7882029986577083313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=7882029986577083313' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/7882029986577083313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/7882029986577083313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/08/ramadhan-al-mubarak.html' title='Ramadhan al Mubarak'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SLggDGK5wcI/AAAAAAAAABA/lsODhGO9zRU/s72-c/7qadr1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-3267051663679577410</id><published>2008-06-03T08:04:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T08:16:20.625-07:00</updated><title type='text'>Kebahagiaan?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Konsep Kebahagiaan Dalam Islam  &lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh: Ustadz Abdul Latief &lt;/em&gt;    &lt;br /&gt;Kondisi senantiasa bahagia dalam situasi apa pun, inilah. yang senantiasa dikejar oleh manusia. Manusia ingin hidup bahagia. Hidup tenang, tenteram, damai, dan sejahtera. Sebagian orang mengejar kebahagiaan dengan bekerja keras untuk menghimpun harta. Dia menyangka bahwa pada harta yang berlimpah itu terdapat kebahagaiaan. Ada yang mengejar kebahagiaan pada tahta, pada kekuasaan. Beragam cara dia lakukan untuk merebut kekuasaan. Sehab menurtnya kekuasaan identik dengan kebahagiaan dan kenikmatan dalam kehidupan. Dengan kekuasaan sesrorang dapat berbuat banyak. Orang sakit menyangka, bahagia terletak pada kesehatan. Orang miskin menyangka, bahagia terletak pada harta kekayaan. Rakyat jelata menyangka kebahagiaan terletak pada kekuasaan. Dan sangkaan-sangkaan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Lantas apakah yang disebut"bahagia' (sa'adah/happiness)?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ribuan tahun, para pemikir telah sibuk membincangkan tentang kebahagiaan. Kebahagiaan adalah sesuatu yang ada di luar manusia, dan bersitat kondisional. Kebahagiaan bersifat sangat temporal. Jika dia sedang berjaya, maka di situ ada kebahagiaan. Jika sedang jatuh, maka hilanglah kebahagiaan. Maka. menurut pandangan ini tidak ada kebahagiaan yang abadi dalam jiwa manusia. Kebahagiaan itu sifatnya sesaat, tergantung kondisi eksternal manusia. Inilah gambaran kondisi kejiwaan masyarakat Barat sebagai: "Mereka senantiasa dalam keadaan mencari dan mengejar kebahagiaan, tanpa merasa puas dan menetap dalam suatu keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menyatakan bahwa "Kesejahteraan' dan "kebahagiaan" itu bukan merujuk kepada sifat badani dan jasmani insan, bukan kepada diri hayawani sifat basyari; dan bukan pula dia suatu keadaan hayali insan yang hanva dapat dinikmati dalam alam fikiran belaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keselahteraan dan kebahagiaan itu merujuk kepada keyakinan diri akan hakikat terakhir yang mutlak yang dicari-cari itu — yakni: keyakinan akan Hak Ta'ala — dan penuaian amalan yang dikerjakan oleh diri berdasarkan keyakinan itu dan menuruti titah batinnya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kebahagiaan adalah kondisi hati yang dipenuhi dengan keyakinan (iman) dan berperilaku sesuai dengan keyakinannya itu. Bilal bin Rabah merasa bahagia dapat mempertahankan keimanannya meskipun dalam kondisi disiksa. Imam Abu Hanifah merasa bahagia meskipun harus dijebloskan ke penjara dan dicambuk setiap hari, karena menolak diangkat menjadi hakim negara. Para sahabat nabi, rela meninggalkan kampung halamannya demi mempertahankan iman. Mereka bahagia. Hidup dengan keyakinan dan menjalankan keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannva. Sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Apakah kamu tidak memahaminya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut al-Ghazali, puncak kebahagiaan pada manusia adalah jika dia berhasil mencapai ma'rifatullah", telah mengenal Allah SWT. Selanjutnya, al-Ghazali menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketahuilah bahagia tiap-tiap sesuatu bila kita rasakan nikmat, kesenangan dan kelezatannya mara rasa itu ialah menurut perasaan masing-masing. Maka kelezatan (mata) ialah melihat rupa yang indah, kenikmatan telinga mendengar suara yang merdu, demikian pula segala anggota yang lain dan tubuh manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pun kelezatan hati ialah ma'rifat kepada Allah, karena hati dijadikan tidak lain untuk mengingat Tuhan. Seorang rakyat jelata akan sangat gembira kalau dia dapat herkenalan dengan seorang pajabat tinggi atau menteri; kegembiraan itu naik berlipat-ganda kalau dia dapat berkenalan yang lebih tinggi lagi misalnya raja atau presiden. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tentu saja berkenalan dengan Allah, adalah puncak dari segala macam kegembiraan. Lebih dari apa yang dapat dibayangkan  oleh manusia, sebab tidak ada yang lebih tinggi dari kemuliaan Allah. Dan oleh sebab itu tidak ada ma'rifat yang lebih lezat daripada ma'rifatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma'rifalullah adalah buah dari ilmu. Ilmu yang mampu mengantarkan manusia kepada keyakinan. bahwa tiada Tuhan selain Allah" (Laa ilaaha illallah). Untuk itulah, untuk dapat meraih kebahagiaan yang abadi, manusia wajib mengenal Allah. Caranya, dengan mengenal ayat-ayat-Nya, baik ayat kauniyah maupun ayat qauliyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali ayat-ayat al-Quran yang memerintahkan manusia memperhatikan dan memikirkan tentang fenomana alam semesta, termasuk memikirkan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping ayat-ayat kauniyah. Allah SWT juga menurunkan ayat-ayat qauliyah, berupa wahyu verbal kepada utusan-Nya yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad saw. Karena itu, dalam QS Ali Imran 18-19, disebutkan, bahwa orang-orang yang berilmu adalah orang-orang yang bersaksi bahwa "Tiada tuhan selain Allah", dan bersakssi bahwa "Sesungguhnya ad-Din dalam pandangan Allah SWT adalah Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang disebut ilmu yang mengantarkan kepada peradaban dan kebahagiaan. Setiap lembaga pendidikan. khususnya lembaga pendidikan Islam. harus mampu mengantarkan sivitas akademika-nya menuju kepada tangga kebahagiaan yang hakiki dan abadi. Kebahagiaan yang sejati adalah yang terkait antara dunia dan akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria inilah yang harusnya dijadikan indikator utama, apakah suatu program pendidikan (ta'dib) berhasil atau tidak. Keberhasilan pendidikan dalam Islam bukan diukur dari berapa mahalnya uang hayaran sekolah; berapa banyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan sebagainya. Tetapi apakah pendidikan itu mampu melahirkan manusia-manusia yang beradab yang mengenal Tuhannya dan beribadah kepada Penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia-manusia yang berilmu seperti inilah yang hidupnya hahagia dalam keimanan dan keyakinan: yang hidupnya tidak terombang-ambing oleh keadaan. Dalam kondisi apa pun hidupnya bahagia, karena dia mengenal Allah, ridha dengan keputusanNya dan berusaha menyelaraskan hidupnya dengan segala macam peraturan Allah yang diturunkan melalui utusan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu kita paham, betapa berbahayanya paham relativisme kebenaran yang ditaburkan oleh kaum liberal. Sebab, paham ini menggerus keyakinan seseorang akan kebenaran. Keyakinan dan iman adalah harta yang sangat mahal dalam hidup. Dengan keyakinan itulah, kata Igbal, seorang Ibrahim a.s. rela menceburkan dirinya ke dalam api. Penyair besar Pakistan ini lalu bertutur hilangnya keyakinan dalam diri seseorang. lebih buruk dari suatu perbudakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang Muslim, kita tentu mendambakan hidup bahagia semacarn itu; hidup dalam keyakinan: mulai dengan mengenal Allah dan ridha, menerima keputusan-keputusan-Nva, serta ikhlas menjalankan aturan-aturan-Nya. Kita mendambakan diri kita merasa bahagia dalam menjalankan shalat, kita bahagia menunaikan zakat, kita bahagia bersedekah, kita bahagia menolong orang lain, dan kita pun bahagia menjalankan tugas amar ma'ruf nahi munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi apa pun. maka "senangkanlah hatimu!" Jangan pernah bersedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau engkau kaya. senangkanlah hatimu! Karena di hadapanmu terbentang kesempatan untuk mengerjakan yang sulit-sulit melalui hartamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan jika engkau fakir miskin, senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang sering menimpa orang-orang kaya. Senangkanlah hatimu karena tak ada orang yang akan hasad dan dengki kepadamu lagi, lantaran kemiskinanmu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau engkau dilupakan orang, kurang masyhur, senangkan pulalah hatimu! Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacimu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan. Allah mengaruniai kita ilmu yang mengantarkan kita pada sebuah keyakinan dan kebahagiaan abadi, dunia dan akhirat. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;petikan : http://www.pesantrenvirtual.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Ghazali, seperti dikutip Hamka dalam Tasaud Modern, mengungkapkan: &lt;br /&gt;”Bahagia dan kelezatan yang sejati, ialah bilamana dapat mengingat Allah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutai’ah, seorang ahli syair, menggubah sebuah syair:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             ولست آرى السعادة جمع مال * ولكن التقى لهي السعيد     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Menurut pendapatku, bukanlah kebahagiaan itu pada pengumpul harta benda;Tetapi, &lt;strong&gt;taqwa akan Allah itulah bahagia&lt;/strong&gt;).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-3267051663679577410?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/3267051663679577410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=3267051663679577410' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/3267051663679577410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/3267051663679577410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/06/kebahagiaan.html' title='Kebahagiaan?'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-2862231013180101643</id><published>2008-06-03T08:00:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T08:02:45.314-07:00</updated><title type='text'>Ketaqwaan Dalam Perkahwinan</title><content type='html'>Setiap tindak-laku yang kita lakukan pasti mempunyai tujuan dan matlamat yang tertentu. Baik perkara itu berupa amal perbuatan, ibadah, pekerjaan, pemikiran atau percakapan. Begitu juga dengan tujuan dan matlamat hidup kita, pasti ada tujuan dan matlamatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang-orang yang beriman, hakikat hidup kita di muka bumi ini adalah semata-mata untuk beribadat kepada Allah s.w.t. Sebagaimana firman Allah di surah Ad-Dzariyat, ayat 56 yang bermaksud: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan tidaklah Aku (Allah) ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadat kepada Ku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matlamat dan tujuan manusia itu diciptakan oleh Allah s.w.t adalah semata-mata agar mereka mengabdikan diri kepadaNya, pengabdian berbentuk mematuhi apa yang disuruh oleh Allah dan meninggalkan apa yang dilarang. Inilah hakikat hidup yang sebenar dan hakikat hidup inilah yang perlu kita hayati dalam mengharungi alam yang fana' ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga hakikat dan tujuan apabila seseorang itu mendirikan rumah tangga. Di dalam Islam, perkahwinan merupakan satu hadiah dan pemberian dari Allah. Allah s.w.t berfirman dalam surah Al-Araf ayat 189: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari diri tersebut Allah menciptakan isteri baginya agar ia merasa senang kepadanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara kita melangsungkan majlis perkahwinan kita ini akan menentukan cara bagaimana kita akan memulakan hidup berumahtangga kita kelak. Justeru itu, berusahalah memulakan perkahwinan anda atau perkahwinan anak anda dengan cara yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita haruslah berhati-hati bila melangsungkan perkahwinan kita sendiri atau anak-anak kita. Jauhkanlah dari perbuatan-perbuatan yang berunsur khurafat atau yang keterlaluan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak melarang umatnya untuk mengadakan dan meraikan majlis-majlis yang seumpana ini, malahan kita digalakkan untuk meraikannya. Tetapi jika kita lihat keadaan masyarakat kita beberapa tahun kebelakangan ini, kita akan dapati banyak lagi di kalangan mereka yang masih jahil akan tujuan dan matlamat pernikahan yang sebenar, lalu mereka mengadakan majlis secara besar-besaran dan di luar kemampuan, dengan menggalakkan percampuran lelaki dan perempuan, mengadakan majlis tari-menari dan persembahan muzik yang melampau batas Islam. Ini semua bertentangan dengan ajaran Islam. Adakah dengan keghairahan kita menyambut majlis perkahwinan, kita membelakangkan ajaran Islam? Dimanakah identiti kita sebagai seorang Muslim apabila kita mencampurkan majlis perkahwinan kita dengan perkara-perkara maksiat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara terpenting dalam perkahwinan, yang rasanya diabaikan oleh kebanyakan umat Islam zaman sekarang ini, adalah keberkahan dari Allah s.w.t. Keberkahan inilah yang akan membantu mempelai tersebut membina mahligai yang bahagia dan utuh. Untuk mendapat keberkahan ini, kita mesti mengikut ajaran Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Asingkan tempat duduk lelaki dan wanita. Ini akan mengurangkan fitnah dan menghindarkan maksiat mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Jauhkanlah dari perkara-perkara yang membazir yang tidak membawa faedah seperti perhiasan pelamin yang melampau batas. Allah s.w.t berfirman didalam surah Al-Isra, ayat 27: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang membazir adalah kawan syaithan. Dan syaithan tersebut amat kufur terhadap Tuhan nya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Pastikanlah bahawa mempelai menjaga batas aurat. Janganlah mempamerkan mempelai wanita kepada mereka yang bukan mahramnya, kerana ini bertentangan dengan ajaran Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Bataskanlah lagu dan muzik yang diadakan sempena majlis perkahwinan tersebut kepada yang diharuskan oleh Islam sahaja. Muzik yang tidak dilarang oleh Islam adalah muzik yang tidak melalaikan dan tidak mengandungi perkara-perkara yang dilarang oleh Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Tinggalkanlah perkara-perkara khurafat dalam perkahwinan, juga adat-adat yang berasal dari ugama Hindu seperti upacara tepung tawar dan renjis-merenjis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkahwinan merupakan satu peringkat hidup yang penting sekali. Ia adalah sesuatu yang suci dan diberkati oleh Allah s.a.w kepada hamba-hambanya. Janganlah ia dicemari dengan perbuatan khurafat, pembaziran dan maksiat. Biarlah ia bermula dengan sesuatu yang suci dan murni semoga rumahtangga tersebut akan terus diberkati Allah s.w.t. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk mencapai rumahtangga yang bahagia terletak di tangan anda. Sayugia diingatkan bahawa setiap kita merupakan saudara kepada yang lain. Justeru itu kita mempunyai tanggungjawab untuk membimbing satu sama lain ke jalan yang benar. Samada ini merupakan perkahwinan anda sendiri, perkahwinan anak-anak anda, adik beradik anda atau rakan anda, adalah menjadi tanggungjawab anda untuk menentukan bahawa mereka dibimbing dan disemai dengan nilai-nilai Islam yang betul supaya mereka akan memulakan perkahwinan mereka dengan baik, tanpa adanya perbuatan yang berdosa. Bimbinglah saudara-saudara kita ke jalan yang benar untuk mencapai kebahagian berumahtangga, insya Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baarakallah.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-2862231013180101643?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/2862231013180101643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=2862231013180101643' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/2862231013180101643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/2862231013180101643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/06/ketaqwaan-dalam-perkahwinan.html' title='Ketaqwaan Dalam Perkahwinan'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-8735475191392749648</id><published>2008-05-19T07:35:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T17:26:02.883-07:00</updated><title type='text'>Bingkisan iman..</title><content type='html'>Agama...iman adalah sesuatu yg teramat mahal&lt;br /&gt;yang diberi kepada hamba yg dipilih-Nya&lt;br /&gt;perlu dijaga,perlu diperbaharui&lt;br /&gt;dalam suasana zaman yg mencapai akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu pada agama,perlu kepada iman.&lt;br /&gt;berusaha dan mengharap pada Allah&lt;br /&gt;dalam mencapai tahap iman&lt;br /&gt;..yang dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlihat iman itu dalam lima cabang agama.&lt;br /&gt;iman niat,ibadah,muamalah,muasyarah,akhlakiyah.&lt;br /&gt;sempurnanya kehidupan seorang hamba.&lt;br /&gt;bilamana kesempurnaan agama &lt;br /&gt;ada dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ikhlas..rahsia Allah..&lt;br /&gt;ikhlas..mencegah pada yang haram.&lt;br /&gt;ikhlas..bebas dari segala sesuatu yg mensyarikatkan Allah..&lt;br /&gt;hanyalah pada Allah..hakikat ikhlas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa perlu berdusta dalam amalan?&lt;br /&gt;Kenapa perlu berdusta dalam percakapan?&lt;br /&gt;Kenapa perlu berdusta dalam pergaulan?&lt;br /&gt;Kenapa perlu berdusta?&lt;br /&gt;...kerana tiada gunanya dusta dalam&lt;br /&gt;penyembahanmu pada Rabb mu.&lt;br /&gt;Allah,Tuhan yang mengetahui segala sesuatu.&lt;br /&gt;hatta yg terlintas cuma di hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capai lah iman yang dikehendaki Allah SWT.&lt;br /&gt;Hidup lah dengan kehidupan yang diredhai Allah SWT.&lt;br /&gt;Melalui petunjuk yang dikurnia Nya..&lt;br /&gt;Al Quran dan As Sunnah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capai iman itu..&lt;br /&gt;Capai iman itu..&lt;br /&gt;Capai iman itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana tak mungkin kita mampu menahan azab neraka Nya.&lt;br /&gt;yang teramat..amat...amat..amat..dahsyat..&lt;br /&gt;tak mampu ku gambarkannya,sahabat ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..dan tak mungkin kita mampu menahan..&lt;br /&gt;untuk menatap wajah murka Nya...TAK MUNGKIN&lt;br /&gt;jauhkan Ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana tergambar dalam hadith..&lt;br /&gt;seorang pejuang yg syahid dicampakkan ke neraka..&lt;br /&gt;seorang yg alim dicampak ke neraka.&lt;br /&gt;seorang yang dermawan dicampakan ke neraka.&lt;br /&gt;Lantaran tersamping alasannya utk keduniaan..&lt;br /&gt;kerana nama, pangkat,kedudukan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa gunanya lagi?&lt;br /&gt;Kehidupan yang sia2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;capai iman ..&lt;br /&gt;bentuk kehidupan ..&lt;br /&gt;yang dikehendaki Rabb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar nanti..&lt;br /&gt;dihisab amalan kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya pada Mu,Ya Allah"&lt;br /&gt;...dan terlihat wajah redha Nya.. Allah.&lt;br /&gt;Amiin Ya Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-8735475191392749648?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/8735475191392749648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=8735475191392749648' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/8735475191392749648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/8735475191392749648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/05/bingkisan-iman.html' title='Bingkisan iman..'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-5056807151775174332</id><published>2008-05-14T22:59:00.000-07:00</published><updated>2008-05-19T07:08:31.941-07:00</updated><title type='text'>~ Bingkisan ~</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Puisi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau mendengar luahanku,&lt;br /&gt;ketika ku sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau memberi rahmat-Mu,&lt;br /&gt;ketika ku gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau kurniakan hidayah-Mu,&lt;br /&gt;ketika ku lalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau mengampuniku,&lt;br /&gt;ketika ku sujud..&lt;br /&gt;bertaubat pada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...aku cinta pada-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuatkan hati ini dengan cinta,&lt;br /&gt;Jernihkan jiwa ini dengan kerinduan,&lt;br /&gt;Zahirkan perbuatan ini dengan ketaatan,&lt;br /&gt;Bentengkan nafsu ini pada ketakutan..&lt;br /&gt;pada Mu, ya Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teguhkanlah iman ku,&lt;br /&gt;Bimbinglah ilmu ku,&lt;br /&gt;Mudahkan lah urusanku..&lt;br /&gt;dalam menghadapi ujian-Mu,ya Allah.&lt;br /&gt;Tiada daya upaya melainkan&lt;br /&gt;dengan izin-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukakanlah hijab yang menghalangi,&lt;br /&gt;dalam mengenali..makrifah pada Mu, ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar diri ini..&lt;br /&gt;mencapai derajat taqwa,&lt;br /&gt;cinta dari Mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Mu,diri mendengar..&lt;br /&gt;Oleh Mu,diri melihat..&lt;br /&gt;Oleh Mu,diri bicara..&lt;br /&gt;Oleh Mu,diri marah..&lt;br /&gt;Oleh Mu,diri melangkah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya wajah ini dapat menghadap..&lt;br /&gt;Wajah redha Mu..&lt;br /&gt;Tuhan bagi segala keindahan.&lt;br /&gt;Segala puji bagi-Mu,ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harumkan lah cinta ini mewangi,&lt;br /&gt;di sepanjang kehidupan fana ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu..aku mengharap..&lt;br /&gt;pertemuan dengan Mu,&lt;br /&gt;..bersama dengan keredhaan Mu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-5056807151775174332?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/5056807151775174332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=5056807151775174332' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/5056807151775174332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/5056807151775174332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/05/bingkisan_14.html' title='~ Bingkisan ~'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-5609961825705873396</id><published>2008-05-13T21:48:00.000-07:00</published><updated>2008-05-13T21:50:29.854-07:00</updated><title type='text'>~ Bingkisan ~</title><content type='html'>&lt;strong&gt;FATWA Saudi council of Muftis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;FATWA Saudi council of Muftis have ADVISE:&lt;br /&gt;1.Don't say 'Mosque' Always say ' Masjid' Because Islam organization has found thats mosque = Mosquitoes.&lt;br /&gt;2.Don't write ' Mecca ' Write always correctly ' Makkah' Because Mecca = house of Wines .&lt;br /&gt;3.Don't write ' Mohd' Always write completely as ' Muhammad' Becasue Mohd = the Dog with big mouth. Forward it as many Muslims as you!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-5609961825705873396?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/5609961825705873396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=5609961825705873396' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/5609961825705873396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/5609961825705873396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/05/bingkisan.html' title='~ Bingkisan ~'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-1377935662542028646</id><published>2008-05-08T01:56:00.001-07:00</published><updated>2008-05-08T02:00:48.151-07:00</updated><title type='text'>Pesanan Imam Syafie rah.</title><content type='html'>SEBELUM Imam Syafie pulang ke rahmatullah, beliau sempat berwasiat kepada para muridnya dan umat islam seluruhnya. Berikut ialah kandungan wasiat tersebut: &lt;br /&gt;"Barangsiapa yang ingin meninggalkan dunia dalam keadaan selamat maka hendaklah ia mengamalkan sepuluh perkara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1: HAK KEPADA DIRI.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yaitu: Mengurangkan tidur, mengurangkan makan, mengurangkan percakapan dan berpada-pada dengan rezeki yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2: HAK KEPADA MALAIKAT MAUT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yaitu: Mengqadhakan kewajipan-kewajipan yang tertinggal, mendapatkan kemaafan dari orang yang kita zalimi, membuat persediaan untuk mati dan merasa cinta kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3 : HAK KEPADA KUBUR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yaitu : Membuang tabiat suka menabur fitnah, membuang tabiat kencing merata-rata, memperbanyakkan solat Tahajjud dan membantu orang yang dizalimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4: HAK KEPADA MUNKAR DAN NAKIR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yaitu : Tidak berdusta, berkata benar, meninggalkan maksiat dan nasihat menasihati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5 : HAK KEPADA MIZAN (NERACA TIMBANGAN AMAL PADA HARI KIAMAT)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yaitu : Menahan kemarahan, banyak berzikir, mengikhlaskan amalan dan sanggup menanggung kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6: HAK KEPADA SIRAT (TITIAN YANG MERENTANGI NERAKA PADA HARI AKHIRAT)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yaitu : Membuang tabiat suka mengumpat, bersikap warak, suka membantu orang beriman dan suka berjemaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7: HAK KEPADA MALIK (PENJAGA NERAKA)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yaitu : Menangis lantaran takutkan Allah SWT, berbuat baik kepada ibubapa, &lt;br /&gt;bersedekah secara terang-terangan serta sembunyi dan memperelok akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8: HAK KEPADA RIDHWAN (MALAIKAT PENJAGA SYURGA)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yaitu : Berasa redha dengan Qadha' Allah, bersabar menerima bala, bersyukur ke atas nikmat Allah dan bertaubat dari melakukan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9: HAK KEPADA NABI SAW&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yaitu : Berselawat ke atas baginda, berpegang dengan syariat, bergantung kepada as-Sunnah (Hadith), menyayangi para sahabat, dan bersaing dalam mencari keredhaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10: HAK KEPADA ALLAH SWT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yaitu : Mengajak manusia ke arah kebaikan, mencegah manusia dari kemungkaran,menyukai ketaatan dan membenci kemaksiatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-1377935662542028646?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/1377935662542028646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=1377935662542028646' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/1377935662542028646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/1377935662542028646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/05/pesanan-imam-syafie-rah.html' title='Pesanan Imam Syafie rah.'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-6462227262164661163</id><published>2008-05-08T01:19:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T01:53:15.298-07:00</updated><title type='text'>Taqwa</title><content type='html'>Allah berfirman:&lt;br /&gt;Maksudnya: “Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah kamu yang paling bertaqwa.” (Al Hujurat: 13) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takwa menurut bahasa bermaksud takut atau memelihara. Ada pun pada istilah terdapat takrifan yang diberi oleh ulama, antaranya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saidina Ali berkata: "Taqwa adalah takut kepada Tuhan al-Jalil, beramal dengan al-Quran yang diturunkan, reda dengan sedikit dan bersedia untuk hari akhirat. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Nasr Abazi berkata:" Takwa adalah apabila seseorang memelihara selain daripada Allah. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar Muhammad al-Rauzabari berkata: "Takwa menjauhkan apa yang menjauhkan kamu daripada Allah. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zu al-Nun al-Misri berkata: "Orang yang bertakwa ialah siapa yang tidak mengotorkan zahirnya dengan sebarang pertentangan dan batinnya dengan sebarang alamat sedangkan dia berdiri bersama Allah dengan penuh kesepakatan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn ‘Ataillah berkata: "Bagi takwa zahir dan batin, zahirnya dengan menjaga had dan batasan dan batinnya dengan niat dan ikhlas. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talq bin Habib berkata: "Takwa ialah amal dengan ketaatan kepada Allah atas cahaya Allah. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hafs berkata:" Takwa adalah pada perkara halal semata-mata dan bukan yang lain. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu al-Husein al-Zanjani berkata:" Siapa yang modal hartanya takwa, nescaya beratlah segala lidah daripada mensifatkan baunya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Wasiti berkata: "Takwa ialah seseorang yang memelihara daripada takwanya, iaitu daripada melihat ketakwaannya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya dibincangkan faktor yang mencapai ketakwaan. Dr. ‘Aid al-Qarni berkata, terdapat dua faktor dalam meraih ketakwaan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, merasakan pengawasan daripada Allah Zat yang Maha Esa lagi Maha Tunggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, melaksanakan ibadah-ibadah wajib dan segala bentuk ketaatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taqwa is islamic concept.&lt;br /&gt;that remind us to do what our god ask to do and to stay away from d things that our God dont allow us to do..or for the simplest word..takwa is awareness of God along our life till we die. Taqwa also means..to pursue the path of God with single minded,energetic devotion.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-6462227262164661163?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/6462227262164661163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=6462227262164661163' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/6462227262164661163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/6462227262164661163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/05/taqwa.html' title='Taqwa'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-6986490009817892451</id><published>2008-05-02T09:17:00.000-07:00</published><updated>2008-05-02T09:21:04.646-07:00</updated><title type='text'>Pengertian Syirik</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SYIRIK &lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Pembatal ke-Islaman seseorang yang paling besar adalah syirik kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Oleh karena itu kita temukan dalam al Qur`an Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa mengingatkan kita (agar menjauhkan) syirik, orang-orang yang melakukan syirik dan akibat yang akan mereka rasakan, dalam banyak ayat. Lafadz syirik dan bentukannya disebutkan berulang-ulang dalam al Qur`an lebih dari 160 kali. Demikian juga dalam sunnah, kita temukan sangat banyak hadits-hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam yang menjelaskan bahayanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;  &lt;br /&gt;PENGERTIAN SYIRIK &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut bahasa: Syirik adalah sebuah kata yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang terjadi antara dua orang atau lebih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut istilah syar’i: Syirik kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa maksudnya menjadikan sekutu bagi Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, baik dalam rububiyahnya ataupun uluhiyahnya, tetapi istilah syirik lebih sering digunakan untuk syirik dalam uluhiyahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau: menyamakan selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dengan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam hal-hal yang menjadi hak Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HUKUM SYIRIK&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Syirik adalah larangan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa yang paling besar. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman dalam surat An Nisaa` ayat 36: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا&lt;br /&gt;“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirik juga merupakan perbuatan haram yang pertama (harus ditinggalkan). Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman dalam surat Al An’aam ayat 151: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلاَّ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلاَ تَقْتُلُوا أَوْلادَكُمْ مِنْ إِمْلاَقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلاَ تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلاَ تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENGGUNAKAN KATA SYIRIK &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Jika anda mendapat istilah syirik dalam buku aqidah maka maksudnya bisa berarti syirik akbar atau syirik ashghar. Maka anda jangan menghina orang-orang yang mendakwahkan tauhid bahwa mereka selalu menghukumi segala sesuatu dengan syirik. Fahamilah setiap ungkapan pada tempatnya yang tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Oleh karena itu anda perlu mengetahui bahwa syirik dalam pengertian syar’I digunakan untuk tiga makna: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Menyakini ada sekutu bagi Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam kekuasaan, rububiyah, mencipta, memberi rizqi dan mengatur alam. Siapa yang meyakini bahwa ada orang yang mengatur alam ini dan mengatur seluruh urusannya, maka ia telah menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam rububiyah dan telah kafir kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Dalil-dalil (argumen-argumen) yang menunjukkan bathilnya keyakinan akan adanya dzat lain selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa yang memiliki hak rububiyah sangat banyak dan begitu jelas, baik dalil yang bisa kita saksikan dari alam ini maupun dalil sam’i (al Qur`an dan as Sunnah). Diantaranya firman Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam surat Saba` ayat 22: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَوَاتِ وَلاَ فِي الأَْرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirik jenis ini tidak terjadi pada semua orang kafir di zaman Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Sebagian mereka meyakini bahwa Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa adalah pencipta dan pengatur alam. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَْرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). (QS Al Ankabut: 61) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الأَْرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لاَ يَعْقِلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak memahami (nya).” (QS Al Ankabut: 63) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Meyakini adanya zat selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa yang bisa memberikan manfaat atau madlarat, dzat ini merupakan perantara antara Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dan makhluk, maka sebahagian jenis ibadah ditujukan padanya. Inilah yang dinamakan syirik dalam uluhiyyah. Syirik inilah yang banyak dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy. Mereka mengatakan tentang sembahan mereka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا نَعْبُدُهُمْ إِلاَّ لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى&lt;br /&gt;(mereka berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. (QS Az Zumar: 3) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah keyakinan yang tersebar di kalangan mereka, sebagaimana friman Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam surat Ghafir ayat 12: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذَلِكُمْ بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ&lt;br /&gt;“Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja yang disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan, maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa menceritakan keadaan mereka dalam surat Shaad: 4-5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَعَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ () أَجَعَلَ الآْلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta”. Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa menceritakan bahawa tauhid kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dan meninggalkan syirik adalah sebab diutusnya para rasul. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman dalam surat Ar Ra`d ayat 36: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا أُشْرِكَ بِهِ إِلَيْهِ أَدْعُو وَإِلَيْهِ مَآبِ&lt;br /&gt;“Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirik akan merosak dan menghapus semua amal dan hal ini berlaku pada seluruh umat. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman dalam surat Az Zumar ayat 65: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ &lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa memerintahkan (hamba-hamba Nya) untuk beribadah kepada Nya dan melarang menyekutukan (syirik kepada) Nya dalam banyak ayat: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا&lt;br /&gt;“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” (QS An Nisaa` ayat 36) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, (QS An Nahl ayat 36) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَابَنِي ءَادَمَ أَنْ لاَ تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ () وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”. dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.” (QS Yasiin ayat 60-61) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Mempertimbangkan (dapat perhatian, pujian dan lain-lain) dari selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam perkataan maupun perbuatan. Adapun mempertimbangkan perhatian atau pujian dalam perbuatan seperti riya yang dilakukan oleh orang yang rajin ibadah, misalnya ketika shalat, ia panjangkan berdiri, ruku’ dan sujudnya kemudian ia tampakkan kekhusyu’annya di hadapan orang banyak, ketika ia puasa, ia tampakkan bahwa dirinya sedang puasa, misalnya dengan mengatakan: “Apa anda tidak tahu bahwa hari ini Senin (atau Kamis) ?” “Apa anda tidak puasa ?” Atau ia katakan: “Hari ini saya undang anda untuk berbuka puasa bersama ?” Demikian pula haji dan jihad. Ia pergi haji dan jihad tetapi tujuannya riya`. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riyanya orang-orang yang cinta dunia seperti orang yang angkuh dan sombong ketika berjalan, memalingkan mukanya atau menggerakkan kendaraannya dengan gerakan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riya` dengan teman atau orang yang berkunjung ke rumahnya, seperti orang yang memaksakan diri meminta seorang ‘alim atau seorang yang dikenal ahli ibadah untuk datang ke rumahnya agar dikatakan bahwa fulan telah mengunjungi rumahnya, atau sebaliknya ia kunjungi mereka (orang-orang ‘alim dan ahli ibadah) agar dikatakan bahwa kami telah mengunjungi fulan atau kami telah bertemu dengan ‘alim fulan dan yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang riya dengan perkata yang dilakukan oleh orang-orang ahli agama seperti orang yang memberikan nasehat di majlis-majlis, kemudian ia menghafal hadits-hadits dan atsar-atsar khusus untuk acara-acara tertentu agar bisa berbicara dan debat dengan orang-orang, sehingga tampak di hadapan mereka bahwa ia memiliki pengetahuan tentang hal-hal tersebut, tampak di hadapan mereka bahwa ia memiliki ilmu yang kuat dan perhatian yang besar terhadap keadaan ulama-ulama salaf, tetapi ketika kita lihat di rumahnya bersama keluarganya, ia adalah orang jauh dari keadaan tersebut. Contoh lain adalah menggerak-gerakkan kedua bibir untuk berdzikir di hadapan orang banyak dan menampakkan kemarahan terhadap kemunkaran di hadapan orang, tetapi ketika ia berada di rumah ia tidak mengingkari atau lalai melakukan hal tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perbuatan ini mengurangi kesempurnaan tauhid dan ikhlas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat banyak dalil-dalil yang menunjukkan tercelanya perbuatan ini, diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Sa’id al Khudri, ia berkata: Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ألا أخبركم بما هو أخوف عليكم عندي من المسيح الدجال ؟ قال: قلنا: بلى, قال: الشرك الخفي أن يقوم الرجل يصلي فيزين صلاته لما يرى من نظر رجل.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maukah kalian saya beritahu tentang perbuatan yang bagi saya itu lebih saya takuti daripada Al Masih Ad Dajjal? Kami katakan: Ya,” Ia berkata: “Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Syirik khafiyy (yang tersembunyi) yaitu seseorang mengerjakan shalat kemudian ia perbaiki shalatnya karena ia mengetahui ada orang yang melihatnya.” (Menurut Syaikh Al Albani rahimahullah hadits ini hasan. Shahih Sunan Ibni Majah 2/310 hadits no 3389). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من سمع سمع الله به ومن راءى راءى الله به&lt;br /&gt; “Siapa yang memperdengarkan amalnya maka Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa akan memperdengarkan (aibnya) dan siapa yang riya` maka Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa akan akan menampakkan (aibnya pada hari Qiamat.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MACAM-MACAM SYIRIK&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berbeda pendapat dalam mengungkapkan pembagian syirik meski intinya tidak terlepas dari tiga penggunaan kata syirik yang telah dibahas di atas. Namun pembagian yang merangkum semuanya bisa kita katakan bahwa syirik terbagi menjadi dua: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Syirik Akbar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirik ini terbagi menjadi dua: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)      Syirik yang berkaitan dengan dzat Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau syirik dalam rububiyah Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Syirik ini terbagi lagi menjadi dua: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)   Syirik dalam ta’thil, seperti syirik yang dilakukan oleh Fir’aun dan orang-orang atheis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)   Syirik yang dilakukan oleh orang yang menjadikan sembahan lain selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa tetapi tidak menafikan asma (nama-nama), sifat-sifat dan rububiyah Nya, seperti syirik yang dilakukan oleh orang-orang Nashrani yang menjadikan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa sebagai salah satu dari tiga Tuhan (trinitas). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)      Syirik yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau syirik dalam uluhiyyah. Syirik ini ada empat jenis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)   Syirik dalam berdo’a; yaitu berdo’a kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)   Syirik dalam niat, keinginan dan kehendak. Beramal karena ditujukan kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa menyebabkan pahalanya hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3)   Syirik dalam keta’atan; yaitu seorang hamba taat kepada makhluk dalam perbuatan ma’shiyat kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4)   Syirik dalam mahabbah; yaitu seorang hamba mencintai makhluk seperti cintanya kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Syirik Ashghar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirik Ashghar terbagi menjadi dua: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)      Yang Zhahir (tampak); &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         mengerjakan amal dengan riya`. Melakukan perbuatan untuk selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa yang zhahir (tampak)nya untuk Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, tetapi dalam hatinya tidak ikhlas karena Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         dengan ucapan, seperti bersumpah dengan selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, perkataan: Ma Syaa Allah wa Syi`ta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)      Yang Khafiyy (samar); &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu sesuatu yang kadang-kadang, terjadi dalam perkataan atau perbuatan manusia tanpa ia sadari bahwa itu adalah syirik. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Abbas -radliyallaahu 'anhuma- bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الشرك فى أمتي أخفى من دبيب النمل على الصفا&lt;br /&gt;“Syirik bagi umatku lebih halus (samar) dari pada barjalannya semut di atas batu yang licin (hitam).” (Hadits ini dishahihkan oleh Syekh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, hadits no 3730 dan 3731) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena begitu halusnya syirik ini sehingga para sahabat bertanya pada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bagaimana caranya terhindar dari syirik ini? Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: Katakanlah (Bacalah) oleh kalian semua &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم إنا نعوذبك من أن نشرك بك شيئا نعلمه ونستغفرك لما لا نعلمه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, kami berlindung kepada Mu dari perbuatan (kami) menyekutukan Mu dengan sesuatu yang kami ketahui dan kami memohon ampunan kepada Mu dari sesuatu yang tidak kami ketahui.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-6986490009817892451?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/6986490009817892451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=6986490009817892451' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/6986490009817892451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/6986490009817892451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/05/syirik-pembatal-ke-islaman-seseorang.html' title='Pengertian Syirik'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-825008274781680033</id><published>2008-04-25T23:12:00.000-07:00</published><updated>2008-04-25T23:14:55.633-07:00</updated><title type='text'>Puisi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;RAHSIA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hendak ku serahkan &lt;br /&gt;zat rahsiaku kepada-Mu? &lt;br /&gt;ini adalah persoalan besar. &lt;br /&gt;Engkau ucapkan: &lt;br /&gt;katakanlah: Roh adalah urusan Tuhanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahsia adalah rahsia &lt;br /&gt;mana boleh diteka &lt;br /&gt;hanya daku perlu meyakini &lt;br /&gt;ia adalah urusan Tuhanku &lt;br /&gt;mengapa aku cuba memikul urusan Tuhan &lt;br /&gt;serahkan hak Tuhan kepada Tuhan.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Tuhanku &lt;br /&gt;Engkau mengetahui zat rahsiaku &lt;br /&gt;daku sendiri tidak mengetahuinya &lt;br /&gt;tanpa pengetahuanku tentangnya &lt;br /&gt;daku serahkannya kepada Mu &lt;br /&gt;terimalah, terimalah, terimalah &lt;br /&gt;daku tidak hairan &lt;br /&gt;bagaimana Engkau menerima zat rahsiaku &lt;br /&gt;kerana Engkau yang paling rahsia &lt;br /&gt;Pemilik segala rahsia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(puisi ini ku abadikan kepada mereka yang mendapat rahmat ALLAH...)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-825008274781680033?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/825008274781680033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=825008274781680033' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/825008274781680033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/825008274781680033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/04/puisi.html' title='Puisi'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-2896846224893404232</id><published>2008-04-25T23:03:00.002-07:00</published><updated>2008-05-27T08:53:48.508-07:00</updated><title type='text'>fasal 10</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Fasal 10: Tabir Cahaya Dan Kegelapan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: &lt;br /&gt;“Sesiapa yang buta di dunia buta juga di akhirat”. (Surah Bani Israil, ayat 72). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan buta mata yang di kepala tetapi buta mata yang di hati yang menghalang seseorang daripada melihat cahaya hari akhirat. Firman Allah: &lt;br /&gt;“Bukan matanya yang buta tetapi hatinya yang di dalam dada”. (Surah Hajj, ayat 46). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati menjadi buta disebabkan oleh kelalaian, yang membuat seseorang lupa kepada Allah dan lupa kepada kewajipan mereka, tujuan mereka, ikrar mereka dengan Allah, ketika mereka masih berada di dalam dunia. Sebab utama kelalaian adalah kejahilam terhadap hakikat (kebenaran) undang-undang dan peraturan Tuhan. Apa yang menyebabkan seseorang itu berterusan di dalam kejahilam ialah kegelapan yang menyeluruh menutupi seseorang dari luar dan sepenuhnya menguasai batinnya. Sebahagian daripada nilai-nilai itu yang mendatangkan kegelapan ialah sifat-sifat angkuh, sombong, megah, dengki, bakhil, dendam, bohong, mengumpat, fitnah dan lain-lain sifat keji. Sifat-sifat yang keji itulah yang merendahkan ciptaan Tuhan yang sangat baik sehingga jatuh kepada tahap yang paling rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membebaskan seseorang daripada kejahatan itu dia perlu menyucikan dan menyinarkan cermin hatinya. Penyucian ini dilakukan dengan mendapatkan pengetahuan, dengan beramal menurut pengetahuan itu, dengan usaha dan keberanian, melawan ego diri, menghapuskan yang banyak pada diri, mencapai keesaan. Perjuangan ini berterusan sehingga hati menjadi hidup dengan cahaya keesaan – dan dengan cahaya keesaan itu mata bagi hati yang suci akan melihat hakikat sifat-sifat Allah di sekeliling dan pada dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya selepas itu baharu kamu ingat akan kediaman kamu yang sebenar yang darinya kamu datang. Kemudian kamu akan ada rasa kerinduan dan keinginan untuk kembali kepada rumah kediaman yang sebenar, dengan pertolongan Yang Maha Mengasihani roh suci pada diri kamu akan menyatu dengan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sifat-sifat kegelapan terangkat cahaya mengambil alih tempatnya dan orang yang memiliki mata rohani akan melihat. Dia mengenali apa yang dia lihat dengan cahaya nama-nama sifat Ilahiah. Kemudian dirinya dibanjiri oleh cahaya dan bertukar menjadi cahaya. Cahaya ini masih lagi hijab menutupi cahaya suci Zat, tetapi masanya akan sampai bila ini juga akan terangkat, yang tinggal hanya cahaya suci Zat itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati mempunyai dua mata, satu yang sempat dan satu lagi yang luas. Dengan mata yang sempat seseorang boleh melihat kenyataan sifat-sifat dan nama-nama Allah. Penglihatan ini berterusan sepanjang perkembangan kerohaniannya. Mata yang luas melihat hanya kepada apa yang dijadikan kelihatan oleh cahaya keesaan dan yang esa. Hanya bila seseorang sampai kepada daerah kehampiran dengan Allah dia akan melihat, di dalam alam penghabisan bagi kenyataan Zat Allah, Yang Esa dan Mutlak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mencapai makam-makam ini ketika masih di dalam dunia, di dalam kehidupan ini kamu mestilah membersihkan diri kamu daripada sifat-sifat keduniaan, yang ego dan keegoan. Jarak yang kamu mengembara di dalam kenaikan kamu ke arah makam-makam tersebut bergantung kepada sejauh mana kamu mengasingkan diri daripada hawa nafsu yang rendah dan ego diri kamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian kamu kepada matlamat yang kamu inginkan bukanlah seperti barang kebendaan sampai ke tempat kebendaan. Ia juga bukan ilmu yang membawa seseorang kepada sesuatu yang menjadi diketahui (daripada tidak tahu), juga bukan pertimbangan yang memperolehi apa yang difikirkan, bukan juga khayalan yang menyatu dengan apa yang dikhayalkan. Matlamat yang kamu ingin capai ialah kesedaran tentang ketiadaan (kekosongan) kamu daripada segala sesuatu kecuali Zat Allah. Pencapaian ini adalah perubahan suasana yang terjadi, bukan perubahan pada sesuatu yang nyata. Di sana tiada jarak, tiada dekat atau jauh, tiada kesampaian, tiada ukuran, tiada arah, tiada ruang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia Maha Besar, segala puji untuk-Nya. Dia Maha Pengampun. Dia menjadi nyata dalam apa yang Dia sembunyikan daripada kamu. Dia menyatakan Diri-Nya sebagaimana Dia melabuhkan tirai di antara Dia dengan kamu. Pengenalan tentang Diri-Nya tersembunyi di dalam ketidakupayaan mengenali-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada di antara kamu yang sampai kepada cahaya yang diterangkan dalam buku ini ketika kamu masih lagi berada di dalam dunia, buatlah muhasabah (hisab) terhadap diri kamu, buku catatan kamu tentang amalan kamu. Hanya di bawah cahaya kamu boleh melihat apa yang kamu sudah buat dan sedang buat; buat kiraan kamu, seimbangkannya. Kamu akan membaca buku catatan kamu di hadapan Tuhan kamu pada hari pembalasan. Itu adalah muktamad. Kamu tidak ada peluang mengimbanginya di sana. Jika kamu lakukan di sini ketika kamu masih ada masa, kamu akan termasuk ke dalam golongan yang diselamatkan. Jika tidak azab dan seksa menjadi bahagian kamu di akhirat. Hidup ini akan berakhir. Di sana ada azab di dalam kubur, ada hari pembalasan, ada neraka yang menimbang sehingga kepada dosa yang paling kecil dan kebaikan yang paling kecil. Kemudian ada jambatan yang lebih halus daripada rambut dan lebih tajam daripada mata pedang, penghujungnya ialah taman, sementara di bawahnya ialah neraka yang penuh dengan kecelakaan, penderitaan, semuanya adalah berkekalan apabila kehidupan yang singkat ini berakhir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-2896846224893404232?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/2896846224893404232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=2896846224893404232' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/2896846224893404232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/2896846224893404232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/04/fasal-10.html' title='fasal 10'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-8941671941924173513</id><published>2008-04-25T23:03:00.001-07:00</published><updated>2008-05-27T08:52:49.796-07:00</updated><title type='text'>fasal9</title><content type='html'>Fasal 9: Melihat Kepada ALLAH (dengan basyirah batin) &lt;br /&gt;Melihat Allah ada dua jenis: Pertama melihat sifat keindahan Allah yang sempurna secara langsung di akhirat’ dan satu lagi melihat sifat-sifat ketuhanan yang dipancarkan ke atas cermin yang jernih kepunyaan hati yang tulen di dalam kehidupan ini. Dalam hal tersebut penyaksian kelihatan sebagai penzahiran cahaya keluar daripada keindahan Allah yang sempurna dan dilihat oleh mata hati yang hakiki. &lt;br /&gt;“Hati tidak menafikan apa yang dia lihat”. (Surah Najmi, ayat 11). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai melihat kenyataan Allah melalui perantaraan, Nabi s.a.w bersabda, “Yang beriman adalah cermin kepada yang beriman”. Yang beriman yang pertama, cermin dalam ayat ini, adalah hati yang beriman yang suci murni, sementara yang beriman kedua adalah Yang Melihat bayangan-Nya di dalam cermin itu, Allah Yang Maha Tinggi. Sesiapa yang sampai kepada makam melihat kenyataan sifat Allah di dalam dunia ini akan melihat Zat Allah di akhirat, tanpa rupa tanpa bentuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini disahkan oleh Saidina Umar r.a dengan katanya, “Hatiku melihat Tuhanku dengan cahaya Tuhanku”. Saidina Ali r.a berkata, “Aku tidak menyembah Allah kecuali aku melihat-Nya”. Mereka berdua tentu telah melihat sifat-sifat Allah dalam kenyataan. Jika seseorang melihat cahaya matahari masuk melalui jendela dan dia berkata, “Aku melihat matahari”, dia bercakap benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memberi gambaran yang jelas tentang kenyataan sifat-sifat-Nya: &lt;br /&gt;“Allah itu nur bagi langit-langit dan bumi. Bandingan nur-Nya (adalah) seperti satu kurungan pelita  yang di dalamnya ada pelita (sedang) pelita itu dalam satu kaca, (dan) kaca itu sebagai bintang yang seperti mutiara, yang dinyalakan (dengan minyak) dari pohon yang banyak faedah (iaitu) zaitun yang bukan bangsa timur dan bukan bangsa barat, yang minyaknya (sahaja) hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api, nur atas nur, Allah pimpin kepada nur-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah mengadakan perumpamaan bagi manusia, dan Allah mengetahui tiap sesuatu”. (Surah Nuur, ayat 35). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan dalam ayat ini adalah hati yang yakin penuh di kalangan orang yang beriman. Lampu yang menerangi bekas hati itu ialah hakikat atau intipati kepada hati, sementara cahaya yang dipancarkan ialah rahsia Tuhan, ‘roh sultan’. Kaca adalah lutsinar dan tidak memerangkap cahaya di dalamnya tetapi ia melindunginya sambil menyebarkannya kerana ia umpama bintang. Sumber cahaya adalah pohon Ilahi. Pohon itu adalah makam atau suasana keesaan, menjalar dengan dahan dan akarnya, memupuk prinsip-prinsip iman, berhubung tanpa perantaraan dengan bahasa yang asli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara langsung, melalui bahasa yang asli itulah Nabi s.a.w menerima pembukaan al-Quran. Dalam kenyataan Jibrail membawa firman Tuhan hanya setelah firman tersebut diterima – ini adalah untuk faedah kita supaya kita boleh mendengarnya dalam bahasa manusia. Ini juga memperjelaskan siapakah yang tidak percaya dan munafik dengan memberi mereka peluang untuk menafikannya seperti mereka tidak percaya kepada malaikat. &lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya diwahyukan kepada kamu Quran (ini) dari sisi (Tuhan) yang bijaksana, yang mengetahui”. (Surah Naml, ayat 6). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerana Nabi s.a.w menerima pembukaan sebelum Jibrail membawanya kepada baginda, setiap kali Jibrail membawa ayat-ayat suci itu Nabi s.a.w mendapatinya di dalam hatinya dan membacanya sebelum ayat itu diberikan. Inilah alasan bagi ayat: &lt;br /&gt;“Dan janganlah engkau terburu-buru dengan Quran sebelum habis diwahyukan kepada kamu”. (Surah Ta Ha, ayat 114). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini menjadi jelas sewaktu Jibrail menemani Nabi s.a.w pada malam mikraj, Jibrail tidak terdaya untuk pergi lebih jauh daripada Sidratul Muntaha. Dia berkata, “Jika aku ambil satu langkah lagi aku akan terbakar”. Jibrail membiarkan Nabi s.a.w meneruskan perjalanan seorang diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menggambarkan pokok zaitun yang diberkati, pokok keesaan, bukan dari timur dan bukan dari barat. Dalam lain perkataan ia tidak ada permulaan dan tidak ada kesudahan, dan cahayanya yang menjadi sumber tidak terbit dan tidak terbenam. Ia kekal pada masa lalu dan tiada kesudahan pada masa akan datang. Kedua-dua Zat Allah dan sifat-sifat-Nya adalah kekal abadi. Kedua-dua kenyataan Zat-Nya dan kenyataan sifat-Nya bergantung kepada Zat-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyembahan yang sebenar hanya boleh dilakukan apabila hijab yang menutup hati tersingkap agar cahaya abadi menyinarinya. Hanya selepas itu hati menjadi terang dengan cahaya Ilahi. Hanya selepas itu roh menyaksikan perumpamaan Ilahi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan diciptakan alam maya adalah untuk ditemui khazanah rahsia itu. Allah berfirman melalui Rasul-Nya: &lt;br /&gt;“Aku adalah Perbendaharaan Yang Tersembunyi. Aku suka dikenali lalu Aku ciptakan makhluk agar Aku dikenali”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bermakna Dia boleh dikenali di dalam dunia ini melalui sifat-sifat-Nya. Tetapi untuk melihat dan mengenali Zat-Nya sendiri hanyalah boleh terjadi di akhirat. Di sana melihat Allah adalah secara langsung sebagaimana yang Dia kehendaki dan yang melihatnya adalah mata bayi hati. &lt;br /&gt;“Beberapa muka pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannya mereka melihat”. (Surah Qiamat, ayat 22 &amp; 23). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w bersabda, “Aku melihat Tuhanku di dalam rupa jejaka tampan”. Mungkin ini adalah bayangan bayi hati. Bayangan adalah cermin. Ia menjadi alat untuk menzahirkan yang ghaib. Hakikat Allah Yang Maha Tinggi tidak menyerupai sesuatu samada bayangan atau bentuk. Bayangan adalah cermin, walaupun yang kelihatan bukanlah cermin dan bukan juga orang yang melihat ke dalam cermin. Fikirkan tentang itu dan cubalah memahaminya kerana ia adalah hakikat kepada alam rahsia-rahsia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi semuanya berlaku pada makam sifat. Pada makam Zat semua kenyataan hilang, lenyap. Orang yang di dalam makam Zat itu sendiri lenyap tetapi mereka merasai zat itu dan tiada yang lain. Betapa jelas Nabi s.a.w menggambarkannya, “Aku daripada Allah dan yang beriman daripadaku”. Dan Allah berfirman melalui Rasul-Nya: &lt;br /&gt;“Aku ciptakan cahaya Muhammad daripada cahaya Wujud-Ku sendiri”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud Wujud Allah adalah Zat-Nya Yang Maha Suci, menyata di dalam sifat-sifat-Nya Yang Maha Mengasihani. Ini dinyatakan-Nya melalui Rasul-Nya: &lt;br /&gt;“Rahmat-Ku mendahului murka-Ku”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul yang dikasihi Allah adalah cahaya kebenaran sebagaimana Allah berfirman: &lt;br /&gt;“Tidak Kami utuskan engkau melainkan menjadi rahmat kepada seluruh alam”. (Surah Anbiyaa’, ayat 107). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya telah datang kepada kamu rasul Kami, menerangkan kepada kamu beberapa banyak dari (isi Kitab) yang kamu sembunyikan, dan ia tidak ambil tahu berapa banyak. Sesungguhnya telah datang kepada kamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menerangkan”. (Surah Maaidah, ayat 15). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya utusan Allah yang dikasihi-Nya itu jelas dengan firman-Nya kepada baginda, “Jika tidak kerana engkau Aku tidak ciptakan makhluk”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-8941671941924173513?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/8941671941924173513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=8941671941924173513' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/8941671941924173513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/8941671941924173513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/04/fasal9.html' title='fasal9'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-2785449893363545082</id><published>2008-04-25T23:02:00.002-07:00</published><updated>2008-05-24T09:31:48.361-07:00</updated><title type='text'>fasal8</title><content type='html'>Fasal 8: Syarat-Syarat Zikir &lt;br /&gt;Salah satu syarat menyediakan seseorang untuk berzikir ialah berada di dalam keadaan berwuduk; basuh dan bersihkan tubuh badan dan sucikan hati. Pada peringkat permulaan, supaya zikir itu berkesan, perlulah disebut kuat-kuat akan perkataan dan ayat yang dijadikan zikir – kalimah tauhid, sifat-sifat Allah. Bila perkataan tersebut diucapkan usahakan agar kamu berada di dalam kesedaran (tidak lalai). Dengan cara ini hati mendengar ucapan zikir dan diterangi oleh apa yang dizikirkan. Ia menerima tenaga dan menjadi hidup – bukan sahaja hidup di dunia ini bahkan juga hidup abadi di akhirat. &lt;br /&gt;“Mereka tidak akan merasa padanya kematian, hanya kematian pertama, dan Dia pelihara mereka daripada azab jahanam”. (Surah Dukhaan, ayat 56). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w menceritakan bahawa keadaan orang mukmin yang mencapai yang hak melalui zikir, “Orang mukmin tidak mati. Mereka hanya meninggalkan hidup yang sementara ini dan pergi kepada kehidupan abadi”. Dan mereka lakukan di sana apa yang mereka lakukan dalam dunia. Nabi s.a.w bersabda, “Nabi-nabi dan orang-orang yang hampir dengan Allah terus beribadat di dalam kubur seperti yang mereka lakukan di dalam rumah mereka”. Ibadat yang dimaksudkan itu adalah penyerahan dan merendahkan diri rohani kepada Allah bukan sembahyang yang lima waktu sehari. Tawaduk yang di dalam diri, dengan diam, adalah nilai utama yang menunjukkan iman yang sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makrifat tidak dicapai oleh manusia dengan usaha tetapi ia adalah anugerah dari Allah. Setelah dinaikkan kepada makam tersebut orang arif menjadi akrab dengan rahsia-rahsia Allah. Allah membawa seseorang kepada rahsia-rahsia-Nya apabila hati orang itu hidup dan sedar dengan zikir atau ingatan kepada-Nya dan jika hati yang sedar itu bersedia menerima yang hak. Nabi s.a.w bersabda, “Mataku tidur tetapi hatiku jaga”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya memperolehi makrifat dan hakikat diterangkan oleh Nabi s.a.w, “Jika seseorang berniat mempelajari dan beramal menurut keinginannya itu tetapi mati sebelum mencapai tujuannya, Allah melantik dua orang malaikat sebagai guru yang mengajarnya ilmu dan makrifat sampai ke hari kiamat. Orang itu dibangkitkan dari kuburnya sebagai orang arif yang telah memperolehi hakikat”. Dua orang malaikat di sini menunjukkan roh Nabi Muhammad s.a.w dan cahaya cinta yang menghubungkan insan dengan Allah. Pentingnya niat dan hajat selanjutnya diceritakan oleh Nabi s.a.w, “Ramai yang berniat belajar tetapi mati ketika masih di dalam kejahilam tetapi mereka bangkit daripada kubur pada hari pembalasan sebagai orang arif. Ramai ahli ilmu dibangkitkan pada hari itu dalam keadaan rosak akhlak hilang segalanya dan jahil keseluruhannya”. Mereka adalah orang-orang yang bermegah dengan ilmu mereka, yang menuntut ilmu kerana muslihat duniawi dan berbuat dosa. Mereka diberi amaran: &lt;br /&gt;“Dan (ingatkanlah mereka) hari yang akan dibawa orang-orang kafir ke neraka (dan dikata), ‘Kami telah habiskan bahagian kamu yang baik di dalam penghidupan dunia. Dan kamu telah bersuka-sukaan dengannya. Maka pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang keji lantaran kamu pernah berlaku sombong di dunia secara tidak benar dan lantaran kamu telah melewati batas”. (Surah Ahqaaf, ayat 20). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w bersabda, “Setiap amal bergantung pada niat. Niat dan tujuan orang beriman lebih baik dan bernilai pada pandangan Allah daripada amalannya. Niat orang yang tidak beriman lebih buruk daripada apa yang nyata dengan amalannya”. Niat adalah asas amalan. Nabi s.a.w, “Adalah baik membena kerja kebajikan di atas tapak yang baik, dan dosa adalah perbuatan yang dibina di atas tapak yang jahat”. &lt;br /&gt;“Barangsiapa hendak ke taman akhirat Kami tambah untuknya pada ke tamannya, dan barangsiapa mahu ke taman dunia Kami akan beri kepadanya sebahagian daripadanya, tetapi tidak ada baginya bahagian akhirat”. (Surah Syura, ayat 20). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara terbaik ialah mencari guru kerohanian yang akan membawa hati kamu hidup. Ini akan menyelamatkan kamu di akhirat. Ini adalah penting; ia mesti dilakukan segera ketika masih hidup. Dunia ini kebun akhirat. Orang yang tidak menanam di sini tidak boleh menuai di sana. Jadi, bercucuk tanamlah di dalam dunia ini dengan benih yang diperlukan untuk kesejahteraan hidup di sini dan juga di akhirat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-2785449893363545082?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/2785449893363545082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=2785449893363545082' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/2785449893363545082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/2785449893363545082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/04/fasal8.html' title='fasal8'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-7321804949343866335</id><published>2008-04-25T23:02:00.001-07:00</published><updated>2008-05-24T09:30:10.227-07:00</updated><title type='text'>fasal7</title><content type='html'>Fasal 7: Zikir &lt;br /&gt;Allah Yang Maha Tinggi menunjukkan jalan kepada para pencari supaya mengingati-Nya: &lt;br /&gt;“Dan hendaklah kamu sebut Dia sebagaimana Dia pimpin kamu. (Surah Baqaraah, ayat 198). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bermakna Pencipta kamu telah membawa kamu ke peringkat kesedaran dan keyakinan yang tertentu dan kamu hanya boleh mengingati-Nya menurut kadar keupayaan tersebut. Nabi s.a.w bersabda, “Ucapan zikir yang paling baik adalah yang aku dan sekalian nabi-nabi bawa, itulah kalimah “La ilaha illa Llah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat berbagai-bagai peringkat zikir dan masing-masing ada cara yang berlainan. Ada yang diucap dengan lidah secara kuat dan ada pula yang diucapkan secara senyap, dari lubuk hati. Pada peringkat permulaan seseorang perlu menyebutkan ucapan zikirnya dengan lidahnya secara berbunyi. Kemudian peringkat demi peringkat zikir mengalir ke dalam diri, turun kepada hati, naik kepada roh dan seterusnya pergi semakin jauh iaitu kepada bahagian rahsia-rahsia, pergi lagi kepada yang lebih jauh iaitu bahagian yang tersembunyi sehinggalah kepada yang paling tersembunyi daripada yang tersembunyi. Sejauh mana zikir masuk ke dalam, peringkat yang dicapainya, bergantung kepada sejauh mana Allah dengan kemurahan-Nya membimbing seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zikir yang diucapkan dengan perkataan menjadi kenyataan bahawa hati tidak lupa kepada Allah. Zikir secara senyap di dalam hati adalah pergerakan perasaan. Zikir hati adalah dengan cara merasakan di dalam hati tentang kenyataan tentang keperkasaan dan keelokan Allah. Zikir adalah melalui pancaran cahaya suci yang dipancarkan oleh keperkasaan dan keelokan Allah. Zikir pada tahap rahsia ialah melalui keghairahan (zauk) yang diterima daripada pemerhatian rahsia suci itu. Zikir pada bahagian tersembunyi membawa seseorang kepada: &lt;br /&gt;“Di tempat duduk yang hak, di sisi Raja Agung yang sangat berkuasa”. (Surah Qamar, ayat 55). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zikir peringkat terakhir yang dipanggil khafi al-khafi – yang paling tersembunyi daripada yang tersembunyi – membawa seseorang kepada suasana fana diri sendiri dan penyatuan dengana yang hak. Dalam kenyataannya tiada sesiapa kecuali Allah yang mengetahui keadaan orang yang telah masuk ke dalam alam yang mengandungi semua pengetahuan, kesudahan kepada semua dan segala perkara. &lt;br /&gt;“Dia mengetahui rahsia dan yang lebih tersembunyi”. (Surah Ta Ha, ayat 7). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seseorang telah melepasi tahap zikir-zikir tersebut suasana jiwa yang berlainan seolah-olah roh lain lahir dalam diri seseorang. Roh ini lebih tulen dan seni daripada roh-roh yang lain. Ia adalah bayi kepada hati, bayi kepada hakikat. Ketika dalam bentuk benih bayi ini mengajak dan menarik orang lain untuk mencari dan menemui yang hak. Setelah ia lahir bayi ini menggesa orang lain supaya mendapatkaan Zat Allah Yang Maha Tinggi. Roh baharu ini yang dinamakan bayi kepada hati dan juga benih serta keupayaannya tidak terdapat pada semua orang. Ia hanya terdapat pada orang mukmin yang tulen. &lt;br /&gt;“Dia jualah yang tinggi darjat-Nya, yang memiliki arasy. Dia kirim roh dari perintah-Nya kepada sesiapa yang Dia kehendaki:. (Surah Mukmin, ayat 15). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roh khusus ini dihantar daripada makam Yang Maha Perkasa dan diletakkan di dalam alam maya yang nyata di mana sifat-sifat Pencipta menyata pada penciptaan, tetapi roh ini adalah kepunyaan alam yang hak. Ia tidak berminat dan tidak memperdulikan apa sahaja melainkan Zat Allah. Nabi s.a.w bersabda, “Dunia ini tidak disukai dan tidak dihajati oleh orang yang inginkan akhirat. Akhirat pula tidak dihajati oleh orang yang inginkan dunia, dan ia tidak akan diberi kepada mereka. Tetapi bagi roh yang mencari Zat Allah dunia dan akhirat tidak menarik perhatiannya”. Roh untuk yang hak. Orang yang memilikinya akan mencari, menemui dan bersama Tuhannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sahaja yang kamu buat di sini zahir kamu mestilah menurut jalan yang lurus. Ia hanya mungkin dengan mengikuti dan mematuhi serta memelihara peraturan dan hukum agama. Untuk berbuat demikian seseorang haruslah menyedari, mengingati Allah malam dan siang, zahir dan batin, berterusan. Bagi mereka yang menyaksikan yang hak mengingati Allah adalah wajib sebagaimana perintah-Nya: &lt;br /&gt;“Maka hendaklah kamu ingat kepada Allah sambil berdiri dan sambil duduk dan sambil (berbaring) atas rusuk-rusuk kamu”. (Surah Nisaa’, ayat 103). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang mengingati Allah sambil berdiri dan sambil duduk dan sambil berbaring dan memikirkan tentang kejadian langit-langit dan bumi (sambil berkata), ‘Wahai Tuhan kami, Engkau tidak jadikan (semua) ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau’”. (Surah Imraan, ayat 191).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-7321804949343866335?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/7321804949343866335/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=7321804949343866335' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/7321804949343866335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/7321804949343866335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/04/fasal7.html' title='fasal7'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-8437960367499331038</id><published>2008-04-25T23:01:00.002-07:00</published><updated>2008-05-08T02:06:02.253-07:00</updated><title type='text'>fasal6</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Fasal 6: Ilmu Tasauf &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufi adalah perkataan Arab – saf, yang bererti tulen. Alam batin sufi dipersucikan, menjadi tulen dan diterangi oleh cahaya makrifat, penyatuan dan keesaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah sufi dikaitkan juga dengan bidang kerohanian mereka yang sentiasa berhubung dengan sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w yang dikenali sebagai ‘puak yang memakai baju bulu’.  Saf, pakaian bulu yang kasar menggambarkan keadaan mereka yang miskin lagi hina. Kehidupan dunia di dalam kesempatan. Mereka berjimat cermat di dalam makanan, minuman dan lain-lain. Dalam buku ‘al-Majm’ ada dikatakan, “Apa yang terjadi kepada ahli suluk yang suci ialah pakaian dan kehidupan mereka sangat sederhana dan hina”. Walaupun mereka kelihatan tidak menarik secara keduniaan tetapi hikmah kebijaksanaan (makrifat) mereka ternyata pada sifat mereka yang lemah lembut dan halus, yang menjadikan mereka menarik kepada sesiapa yang mengenali mereka. Mereka menjadi contoh kepada alam manusia. Mereka berpandukan ilmu Ilahi. Pada pandangan Tuhan mereka berada pada martabat pertama kemanusiaan. Dalam pandangan mereka yang mencari Tuhan puak sufi ini kelihatan cantik walaupun pada zahirnya buruk. Mereka mesti dikenali dan berupaya mengenali, dan mereka dengan mesti dengan cara itu iaitu satu dan semua, kerana mereka semua berada pada makam keesaan dan mesti nyata sebagai satu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Arab perkataan tasawwuf, kerohanian Islam, terdiri daripada empat huruf – ‘ta’, ‘sin’, ‘wau’ dan ‘pa’ (t,s,w,f). Huruf pertama, t, bermaksud taubat. Ini adalah langkah pertama perlu diambil pada jalan ini. Ia adalah seolah-olah dua langkah, satu zahir dan satu batin. Taubat zahir dalam perkataan, perbuatan dan perasaan, menjaga kehidupan agar bebas daripada dosa dan kesalahan dan cenderung untuk berbuat kebaikan dan ketaatan; meninggalkan keingkaran dan penentangan, mencari kesejahteraan dan kedamaian. Taubat batin dilakukan oleh hati. Penyucian hati daripada hawa nafsu duniawi yang huru hara dan hati bulat berazam mahu mencapai alam ketuhanan. Taubat – mengawasi kesalahan dan meninggalkannya, menyedari kebenaran dan berjuang ke arahnya – membawa seseorang kepada langkah kedua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kedua ialah keadaan aman dan sejahtera, safa. Huruf ‘s’ adalah simbolnya. Dalam peringkat ini juga ada dua langkah perlu diambil. Pertama ialah ke arah kesucian di dalam hati dan kedua pula ke arah pusat hati. Hati yang tenang datang daripada hati yang bebas daripada kesusahan, keresahan yang disebabkan oleh masalah semua kebendaan ini, masalah makan, minum, tidur, perkataan yang sia-sia. Dunia ini seumpama tenaga tarikan bumi, menarik hati ke bawah, dan untuk membebaskan hati daripada masalah tersebut menyebabkan berlaku tekankan kepada hati. Di sana ada pula ikatan-ikatan – hawa nafsu dan kehendak, pemilikan, kasihkan keluarga dan anak-anak – yang mengikat hati seni kepada bumi dan menghalangnya terbang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membebaskan hati, bagi menyucikannya, adalah dengan mengingati Allah. Pada permulaan ingatkan ini berlaku secara luaran, dengan mengulangi nama-nama Tuhan, menyebutnya kuat-kuat sehingga kamu dan orang lain boleh mendengarnya. Apabila ingatkan kepada-Nya sudah berterusan ingatkan tersebut masuk ke dalam hati dan berlaku di dalam senyap. Allah berfirman: &lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang mukmin itu ialah mereka yang apabila disebut (nama) Allah, takutlah hati-hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah menambahkan lagi keimanan mereka, dan kepada Tuhan merekalah mereka kembali”. (Surah Anfaal, ayat 2). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takutkan Allah dalam ayat tersebut bermaksud takut dan harap, hormat dan kasihkan Allah. Dengan ingatan dan ucapan nama-nama Allah hati menjadi jaga dari ketiduran dan kelalaian, menjadi suci bersih dan bersinar. Kemudian bentuk dan rupa dari alam ghaib menyata di dalam hati. Nabi s.a.w bersabda, “Ahli ilmu zahir mendatangi dan menerkam sesuatu dengan akal fikirannya sementara ahli ilmu batin sibuk membersihkan dan menggilap hati mereka”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesejahteraan pada pusat rahsia bagi hati diperolehi dengan membersihkan hati daripada segala sesuatu dan menyediakannya untuk menerima Zat Allah semata-mata yang memenuhi ruang hati apabila hati sudah diperindahkan dengan kecintaan Allah. Alat pembersihannya ialah berterusan mengingati dan menyebut di dalam hati, dengan lidah rahsia akan kalimah tauhid “La ilaha illa Llah”. Bila hati dan pusat hati berada dalam suasana tenang dan damai maka peringkat kedua yang disimbolkan sebagai huruf ‘s’ selesai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huruf ketiga ‘w’ bermaksud wilayah, suasana kesucian dan keaslian pencinta-pencinta Allah dan sahabat-sahabat-Nya. Keadaan ini bergantung kepada kesucian batin. Allah menggambarkan sahabat-sahabat-Nya dengan firman-Nya: &lt;br /&gt;“Ketahuilah, sesungguhnya pembantu-pembantu Allah tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak mereka berdukacita. Bagi merekalah kegembiraan di penghidupan dunia dan akhirat…”. (Surah Yunus, ayat 62 – 64). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang di dalam kesucian menyedari sepenuhnya tentang Allah, mencintai-Nya fan berhubungan dengan-Nya. Hasilnya dia diperelokkan dengan peribadi, akhlak dan perangai yang terbaik. Ini merupakan hadiah suci yang dikurniakan kepada mereka. Nabi s.a.w bersabda, “Perhatikanlah akhlak yang mulia dan berbuatlah sesuai dengannya”. Dalam peringkat ini orang yang di dalam kesedaran tersebut meninggalkan sifat-sifat keduniaannya yang sementara dan kelihatanlah dia diliputi oleh sifat-sifat Ilahi yang suci. Dalam hadis Qudsi Allah berfirman: &lt;br /&gt;“Bila Aku kasihkan hamba-Ku, Aku menjadi pendengarannya, penglihatannya, percakapannya, pemegangnya dan perjalanannya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarkan segala-galanya dari hati kamu dan biarkan Allah sahaja yang berada di sana. &lt;br /&gt;“Dan katakanlah telah datang kebenaran dan telah lenyap kepalsuan kerana sesungguhnya kepalsuan itu akan lenyap”. (Surah Bani Israil, ayat 81). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kebenaran telah datang dan kepalsuan telah lenyap maka selesailah peringkat wilayah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huruf keempat ‘f’ bermakna fana, lenyap diri sendiri ke dalam ketiadaan. Diri yang palsu akan hancur dan hilang apabila sifat-sifat yang suci memasuki seseorang, dan apabila sifat-sifat serta keperibadian yang banyak menghalang tempatnya akan diganti oleh satu sahaja sifat keesaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataan hakikat sentiasa hadir. Ia tidak hilang dan tidak juga berkurangan. Apa yang berlaku adalah orang yang beriman menyedari dan menjadi satu dengan yang menciptakannya. Dalam suasana berada dengan-Nya orang yang beriman memperolehi kurniaan-Nya; manusia yang sementara menemui kewujudan yang sebenar dengan menyedari rahsia abadi. &lt;br /&gt;“Semua akan binasa kecuali Wajah-Nya”. (Surah Qasas, ayat 88). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk menyedari hakikat ini ialah melalui anugerah-Nya, dengan kehendak-Nya. Bila kamu berbuat kebaikan semata-mata kerana-Nya dan bersesuaian dengan kehendak-Nya kamu akan menjadi hampir dengan hakikat-Nya, Zat-Nya. Kemudian semua akan lenyap kecuali Yang Esa yang meredai dan yang Dia diredai, bersatu. Perbuatan baik adalah ibu yang melahirkan bayi kebenaran; kehidupan dalam kesedaran bagi manusia yang sebenar-benarnya. &lt;br /&gt;“Perkataan yang baik dan perbuatan yang baik naik kepada Allah”. (Surah Fatir, ayat 10). &lt;br /&gt;Jika seseorang berbuat sesuatu dan jika kewujudannya bukan untuk Allah sahaja maka dia mengadakan sekutu bagi Allah, dia meletakkan yang lain pada tempat Allah – dosa yang tidak diampunkan yang akan memusnahkannya, lambat atau cepat. Tetapi bila diri dan kepentingan diri fana seseorang itu mencapai peringkat bersatu dengan Allah. Allah menggambarkan makam tersebut: &lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang berbakti (adalah) dalam kebun-kebun dan (dekat) sungai-sungai. Di tempat duduk kebenaran, di sisi Raja Agung yang sangat berkuasa”. (Surah Qamar, ayat 54 &amp; 55). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat itu ialah tempat bagi hakikat yang penting, hakikat kepada hakikat-hakikat, tempat penyatuan dan keesaan. Ia adalah tempat yang disediakan untuk nabi-nabi, untuk mereka yang dikasihi oleh Allah, untuk para sahabat-Nya. Allah beserta orang-orang yang benar. Bila kewujudan bersatu dengan wujud yang abadi ia tidak boleh dipandang sebagai kewujudan yang terpisah. Bila semua ikatan keduniaan ditanggalkan dan seseorang itu dalam suasana kesatuan dengan Allah, dengan kebenaran (hakikat) Ilahi, dia menerima kesucian yang abadi, tidak akan tercemar lagi, dan masuk ke dalam golongan: &lt;br /&gt;“Mereka itu ahli syurga yang kekal di dalamnya”. (Surah A’raaf, ayat 42). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah: &lt;br /&gt;“Orang-orang yang beriman dan beramal salih”. (Surah A’raaf, ayat 42). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun: &lt;br /&gt;“Kami tidak memberatkan satu diri melainkan sekadar kuasanya”. (Surah A’raaf, ayat 42). &lt;br /&gt;Tetapi seseorang memerlukan kesabaran yang kuat: &lt;br /&gt;“Dan Allah beserta orang yang sabar”. (Surah Anfaal, ayat 66).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-8437960367499331038?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/8437960367499331038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=8437960367499331038' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/8437960367499331038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/8437960367499331038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/04/fasal6.html' title='fasal6'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-3648538651581235733</id><published>2008-04-25T23:01:00.001-07:00</published><updated>2008-05-02T08:22:16.545-07:00</updated><title type='text'>fasal5</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Fasal 5: Taubat Dan Talqin &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap-tahap dan peringkat-peringkat perubahan kerohanian telah pun disebut. Perlu ditegaskan bahawa setiap peringkat dicapai terutamanya dengan taubat. Bolehlah dipelajari cara bertaubat dengan orang yang mengetahui cara berbuat demikian dan yang telah sendirinya bertaubat. Taubat yang sebenar dan menyeluruh merupakan langkah pertama di dalam perjalanan. &lt;br /&gt;“(Ingatlah) tatkala orang-orang kafir itu adakan dalam hati mereka kesombongan (iaitu) kesombongan jahiliah. Lalu Allah turunkan ketenteraman atas rasul-Nya dan atas mukmin. Dan Dia wajibkan mereka (ucapkan) perkataan menjaga keselamatan (taubat) kerana mereka lebih berhak dengan itu, dan memang (mereka) ahlinya, dan adalah Allah mengetahui tiap sesuatu”. (Surah Fath, ayat 26). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan takutkan Allah mempunyai maksud yang sama dengan kalimah “La ilaha illa Llah” – tiada Tuhan, tiada apa-apa, kecuali Allah. Bagi orang yang mengetahui ini akan ada perasaan takut kehilangan-Nya, kehilangan perhatian-Nya, cinta-Nya, keampunan-Nya; dia takut dan malu melakukan kesalahan sedangkan Dia melihat, dan takutkan azab-Nya. Jika seseorang itu tidak berkeadaan demikian dia perlu mendapatkaan orang yang takutkan Allah dan menerima keadaan takutkan Allah itu daripada orang berkenaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber dari mana perkataan itu diterima mestilah bersih dan suci daripada segala-galanya kecuali Allah, dan sesiapa yang menerimanya mestilah ada kebolehan untuk membezakan antara perkataan orang yang suci hatinya dengan perkataan orang awam. Penerimanya mestilah sedar cara perkataan itu diucapkan, kerana perkataan yang bunyinya sama mungkin mempunyai maksud yang jauh berbeza. Tidak mungkin perkataan yang datangnya daripada sumber yang asli sama dengan perkataan yang datangnya daripada sumber lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatinya menjadi hidup bila dia menerima benih tauhid daripada hati yang hidup kerana benih yang demikian sangat subur, itulah benih kehidupan. Tidak ada yang tumbuh daripada benih yang kering lagi tiada kehidupan. Kalimah suci “La ilaha illa Llah” disebut dua kali di dalam Quran menjadi bukti. &lt;br /&gt;“(Kerana) apabila dikata kepada mereka “Tiada Tuhan melainkan Allah” mereka menyombong. Dan mereka berkata, ‘Apakah kami mesti tinggalkan tuhan-tuhan kami buat (mengikut) seorang ahli syair dan gila?” (Surah Shaaffaat. Ayat 35 &amp; 36). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah keadaan orang awam yang baginya rupa luar termasuk kewujudan zahirnya adalah tuhan-tuhan. &lt;br /&gt;“Oleh itu Ketahuilah bahawa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan mintalah perlindungan bagi buah amal kamu, dan bagi mukmin dan mukminat, dan Allah mengetahui tempat usaha kamu (di siang hari) dan tempat kembali kamu (pada malam hari)”. (Surah Muhammad, ayat 19). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah ini menjadi panduan kepada orang-orang beriman yang tulen yang takutkan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saidina Ali r.a meminta Rasulullah s.a.w mengajarkan kepadanya cara yang mudah, paling bernilai, paling cepat kepada keselamatan. Baginda s.a.w menanti Jibrail memberikan jawapannya daripada sumber Ilahi. Jibrail datang dan mengajarkan baginda s.a.w mengucapkan “La ilaha” sambil memusingkan mukanya yang diberkati ke kanan, dan mengucapkan “illa Llah” sambil memusingkan mukanya ke kiri, ke arah hati sucinya yang diberkati. Jibrail mengulanginya tiga kali; Nabi s.a.w mengulanginya tiga kali dan mengajarkan yang demikian kepada Saidina Ali r.a dengan mengulanginya tiga kali juga. Kemudian baginda s.a.w mengajarkan yang demikian kepada sahabat-sahabat baginda. Saidina Ali r.a merupakan orang yang pertama bertanya dan menjadi orang yang pertama diajarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian satu hari selepas kembali daripada peperangan, Nabi s.a.w berkata kepada pengikut-pengikut baginda, “Kita baharu kembali daripada peperangan yang kecil untuk menghadapi peperangan yang besar”. Baginda s.a.w merujukkan kepada perjuangan dengan ego diri sendiri, keinginan yang rendah yang menjadi musuh kepada penyaksian kalimah tauhid. Baginda s.a.w bersabda, “Musuh kamu yang paling besar ada di bawah rusuk kamu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Ilahi tidak akan hidup sehinggalah musuhnya, hawa nafsu badaniah kamu, mati dan meninggalkan kamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mulanya kamu mesti bebas daripada ego kamu yang mengheret kamu kepada kejahatan. Kemudian kamu akan mula memiliki suara hati yang belum penuh, walaupun kamu masih belum bebas sepenuhnya daripada dosa. Kamu akan memiliki perasaan mengkritik diri sendiri – tetapi ia belum mencukupi. Kamu mesti melepasi tahap tersebut kepada peringkat di mana hakikat yang sebenarnya dibukakan kepada kamu, kebenaran tentang benar dan salah. Kemudian kamu akan berhenti melakukan kesalahan dan akan hanya melakukan kebaikan. Dengan demikian diri kamu akan menjadi bersih. Di dalam menentang hawa nafsu dan tarikan badan kamu, kamu mestilah melawan nafsu kehaiwanan – kerakusan, terlalu banyak tidur, pekerjaan yang sia-sia – dan menentang sifat-sifat haiwan liar di dalam diri kamu – kekejian, marah, kasar dan berkelahi. Kemudian kamu mesti usahakan membuang perangai-perangai ego yang jahat, takabur, sombong, dengki, dendam, tamak dan lain-lain penyakit tubuh dan hati kamu. Cuma orang yang berbuat demikian yang benar-benar bertaubat dan menjadi bersih, suci murni dan tulen. &lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah kasih kepada orang yang bertaubat dan memelihara kesuciannya”. (Surah Baqarah, ayat 222). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan taubat seseorang itu mestilah mengambil perhatian supaya penyesalannya tidak samar-samar dan tidak juga secara umum agar dia tidak jatuh ke dalam ancaman Allah: &lt;br /&gt;“Tidak kira berapa banyak mereka bertaubat mereka tidak sebenarnya menyesal. Taubat mereka tidak diterima”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ditujukan kepada mereka yang hanya mengucapkan kata-kata taubat tetapi tidak tahu sejauh mana dosa mereka, malah tidak mengambil tindakan pembaikan dan pencegahan. Itulah taubat yang biasa, taubat zahir yang tidak menusuk kepada punca dosa. Ia adalah umpama orang yang cuba menghapuskan rumput dengan memotong bahagian di atas tanah tetapi tidak mencabut akarnya yang di dalam bumi. Tindakan yang demikian membantu rumput untuk tumbuh dengan lebih segar. Orang yang bertaubat dengan mengetahui kesalahannya dan punca kesalahan itu berazam tidak mengulanginya dan membebaskan dirinya daripada kesalahan itu, mencabut akar pokok yang merosakkan itu. Cangkul yang digunakan untuk menggali akarnya, punca kepada dosa-dosa, ialah pengajaran kerohanian daripada guru yang benar. Tanah mestilah dibersihkan sebelum ditanam pokok orkid. &lt;br /&gt;“Dan Kami bawakan perumpamaan kepada manusia supaya mereka memikirkannya”. (Surah Hasyr, ayat 21). &lt;br /&gt;“Dia jualah Penerima taubat hamba-hamba-Nya dan mengampunkan dosa, dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Surah Syura, ayat 25). &lt;br /&gt;“Kecuali orang yang bertaubat dan beriman dan mengerjakan amal salih, maka mereka itu Allah tukarkan kejahatan mereka dengan kebaikan kerana adalah Allah itu Pengampun, Penyayang”. (Surah Furqaan, ayat 70). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah taubat yang diterima tandanya ialah seseorang itu tidak lagi jatuh ke dalam dosa tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis taubat, taubat orang dan taubat mukmin sejati. Orang awam berharap meninggalkan kejahatan dan masuk kepada kebaikan dengan cara mengingati Allah dan mengambil langkah usaha bersungguh-sungguh, meninggalkan hawa nafsunya dan kesenangan badannya dan menekankan egonya. Dia mesti meninggalkan keegoannya yang ingkar terhadap peraturan Allah dan masuk kepada taat. Itulah taubatnya yang menyelamatkannya dari neraka dan memasukkannya ke dalam syurga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mukmin sejati, hamba Allah yang tulen, berada di dalam suasana yang jauh berbeza. Mereka berada pada makam makrifat yang jauh lebih tinggi daripada makam orang awam yang paling baik. Sebenarnya bagi mereka tidak ada lagi anak tangga untuk dipanjat; mereka telah sampai kepada kehampiran dengan Allah. Mereka telah meninggalkan kesenangan dan nikmat dunia ini dan menikmati kelazatan alam kerohanian – rasa kehampiran dengan Allah, nikmat menyaksikan Zat-Nya dengan mata keyakinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian orang awam tertuju kepada dunia ini dan kesenangan mereka adalah merasai nikmat kebendaan dan kewujudan kebendaannya. Malah, jika kewujudan kebendaan manusia dan dunia merupakan satu kesilapan begitu jugalah nikmat dan kecacatan yang paling baik daripadanya. Kata-kata yang diucapkan oleh orang arif, “Kewujduan dirimu merupakan dosa, menyebabkan segala dosa menjadi kecil jika dibandingkan dengannya”. Orang arif selalu mengatakan bahawa kebaikan yang dilakukan oleh orang baik-baik tidak mencapai kehampiran dengan Allah tidak lebih daripada kesalahan orang yang hampir dengan-Nya. Jadi, bagi mengajar kita memohon keampunan terhadap kesalahan yang tersembunyi yang kita sangkakan kebaikan, Nabi s.a.w yang tidak pernah berdosa memohon keampunan daripada Allah sebanyak seratus kali sehari. Allah Yang Maha Tinggi mengajarkan kepada rasul-Nya: &lt;br /&gt;“Pintalah perlindungan bagi buah amal kamu dan bagi mukmin dan mukminat”. (Surah Muhamamd, ayat 19). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia jadikan rasul-Nya yang suci murni sebagai teladan tentang cara bertaubat – dengan merayu kepada Allah supaya menghilangkan ego seseorang, sifat-sifatnya dan dirinya, semuanya pada diri seseorang, mencabut kewujudan diri seseorang. Inilah taubat yang sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat yang demikian meninggalkan segala-galanya kecuali Zat Allah, dan berazam untuk kembali kepada-Nya, kembali kepada kehampiran-Nya untuk melihat Wajah Ilahi. Nabi s.a.w menjelaskan taubat yang demikian dengan sabda baginda s.a.w, “Ada sebahagian hamba-hamba Allah yang tulen yang tubuh mereka berada di sini tetapi hati mereka berada di sana, di bawah arasy”. Hati mereka berada pada langit kesembilan, di bawah arasy Allah kerana penyaksian suci terhadap Zat-Nya tidak mungkin berlaku pada alam bawah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini hanya kenyataan atau penzahiran sifat-sifat suci-Nya yang dapat disaksikan, memancar ke atas cermin yang bersih kepunyaan hati yang suci. Saidina Umar r.a berkata, “Hatiku melihat Tuhanku dengan cahaya Tuhanku”. Hati yang suci adalah cermin di mana keindahan, kemuliaan dan kesempurnaan Allah memancar. Nama lain yang diberi kepada suasana ini ialah pembukaan (kasyaf), menyaksikan sifat-sifat Ilahi yang suci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi memperolehi suasana tersebut, untuk membersihkan dan menyinarkan hati, perlulah kepada guru yang matang, yang di dalam keesaan dengan Allah, yang disanjung dan dimuliakan oleh semua, dahulu dan sekarang. Guru berkenaan mestilah telah sampai kepada makam kehampiran dengan Allah dan dihantar balik ke alam rendah oleh Allah untuk membimbing dan menyempurnakan mereka yang layak tetapi masih mempunyai kecacatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam penurunan mereka untuk melakukan tugas tersebut wali-wali Allah mestilah berjalan Sesuai dengan sunnah Rasulullah s.a.w dengan mengikuti teladan baginda s.a.w, tetapi tugas mereka berlainan dengan tugas rasul. Rasul diutuskan untuk menyelamatkan orang ramai dan juga orang-orang yang beriman. Guru-guru tadi pula tidak dihantar untuk mengajar semua orang tetapi hanyalah sebilangan yang dipilih sahaja. Rasul-rasul diberi kebebasan dalam menjalankan tugas mereka, sementara wali-wali yang mengambil tugas sebagai guru mesti mengikuti jalan rasul-rasul dan nabi-nabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru kerohanian yang mengaku diri mereka merdeka, menyamakan dirinya dengan nabi, jatuh kepada kesesatan dan kekufuran. Bila Nabi s.a.w mengatakan sahabat-sahabat baginda yang arif adalah umpama nabi-nabi Bani Israil, baginda memaksudkan lain daripada ini – kerana nabi-nabi yang datang selepas Musa a.s semuanya mengikuti prinsip agama yang dibawa oleh Musa a.s. Mereka tidak membawa peraturan baharu. Mereka mengikuti undang-undang yang sama. Seperti mereka juga orang-orang arif dari kalangan umat Nabi Muhammad s.a.w yang bertugas membimbing sebahagian daripada orang-orang suci yang dipilih, mengikuti kebijaksanaan Nabi s.a.w, tetapi menyampaikan perintah dan larangan dengan cara baharu yang berbeza, terbuka dan jelas, menunjukkan kepada murid-murid mereka dengan perbuatan yang mereka kerjakan pada masa dan keadaan yang berlainan. Mereka memberi dorongan kepada murid-murid mereka dengan menunjukkan kelebihan dan keindahan prinsip-prinsip agama. Tujuan mereka ialah membantu pengikut-pengikut mereka menyucikan hati yang menjadi tapak untuk membena tugu makrifat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam semua itu mereka mengikut teladan daripada pengikut-pengikut Rasulullah s.a.w yang terkenal sebagai ‘golongan yang memakai baju bulu’  yang telah meninggalkan semua aktiviti keduniaan untuk berdiri di pintu Rasulullah s.a.w dan berada hampir dengan baginda. Mereka menyampaikan khabar sebagaimana mereka menerimanya secara langsung daripada mulut Rasulullah s.a.w. Dalam kehampiran mereka dengan Rasulullah s.a.w mereka telah sampai kepada peringkat di mana mereka boleh bercakap tentang rahsia israk dan mikraj Rasulullah s.a.w sebelum baginda membuka rahsia tersebut kepada sahabat-sahabat baginda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali-wali yang menjadi guru memiliki kehampiran yang serupa dengan Nabi s.a.w dengan Tuhannya. Amanah dan penjagaan terhadap ilmu ketuhanan yang serupa dianugerahkan kepada mereka. Mereka merupakan Pemegang sebahagian  daripada kenabian, dan diri batin mereka selamat di bawah penjagaan Rasulullah s.a.w. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua orang yang memiliki ilmu berada di dalam keadaan tersebut. Mereka yang sampai ke situ adalah yang lebih hampir kepada Rasulullah s.a.w daripada anak-anak dan keluarga mereka sendiri dan mereka adalah umpama anak-anak kerohanian Rasulullah s.a.w yang hubungannya lebih erat daripada hubungan darah. Mereka adalah pewaris sebenar kepada Nabi s.a.w. Anak yang sejati memiliki zat dan rahsia bapanya pada rupa zahirnya dan juga pada batinnya. Nabi s.a.w menjelaskan rahsia ini, “Ilmu khusus adalah umpama khazanah rahsia yang hanya mereka yang mengenali Zat Allah boleh mendapatkannya. Namun bila rahsia itu dibukakan orang yang mempunyai kesedaran dan ikhlas tidak menafikannya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu tersebut dimasukkan kepada Nabi s.a.w pada malam baginda s.a.w mikraj kepada Tuhannya. Rahsia itu tersembunyi di dalam diri baginda di sebalik tiga ribu tabir hijab. Baginda s.a.w tidak membuka rahsianya melainkan kepada sebahagian pengikut baginda yang sangat hampir dengan baginda. Melalui penyebaran dan keberkatan rahsia inilah Islam akan terus memerintah sehingga ke hari kiamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan batin tentang yang tersembunyi membawa seseorang kepada rahsia tersebut. Sains, kesenian dan kemahiran keduniaan adalah umpama kerangka kepada pengetahuan batin. Mereka yang memiliki pengetahuan kerangka itu bolehlah mengharapkan satu hari nanti mereka diberi kesempatan untuk memiliki apa yang di dalam kerangka. Sebahagian daripada mereka yang berilmu memiliki apa yang patut dimiliki oleh seorang manusia secara umumnya sementara sebahagian yang lain menjadi ahli dan memelihara ilmu tersebut daripada hilang. Ada golongan yang menyeru kepada Allah dengan nasihat yang baik. Sebahagian daripada mereka mengikuti sunnah Nabi s.a.w dan dipimpin oleh Saidina Ali r.a. yang menjadi pintu kepada gedung ilmu yang melaluinya masuklah mereka yang menerima undangan dari Allah. &lt;br /&gt;“Serulah ke jalan Tuhanmu dengan bijaksana dan nasihat dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik”. (Surah Nahl, ayat 125). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dan perkataan mereka adalah sama. Perbezaan pada zahirnya hanyalah pada perkara-perkara terperinci dan cara pelaksanaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada tiga makna yang kelihatan sebagai tiga jenis ilmu yang berbeza – dilakukan secara berbeza, tetapi menjurus kepada yang satu Sesuai dengan sunnah Rasulullah s.a.w. Ilmu dibahagikan kepada tiga yang tidak ada seorang manusia boleh menanggung keseluruhan beban ilmu itu juga tidak berupaya mengamalkan dengan sekaliannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagian pertama ayat di atas “Serulah ke jalan Tuhanmu dengan bijaksana (hikmah)”, Sesuai dengan makrifat, zat dan permulaan kepada segala sesuatu, pemiliknya mestilah sebagaimana Nabi s.a.w beramal Sesuai dengannya. Ia hanya dikurniakan kepada lelaki sejati yang berani, tentera kerohanian yang akan mempertahankan kedudukannya dan menyelamatkan ilmu tersebut. Nabi s.a.w bersabda, “Kekuatan semangat lelaki sejati mampu menggoncang gunung”. Gunung di sini menunjukkan keberatan hati sesetengah manusia. Doa lelaki sejati yang menjadi tentera kerohanian dimakbulkan. Bila mereka menciptakan sesuatu ia berlaku, bila mereka mahukan sesuatu hilang maka ia pun hilang. &lt;br /&gt;“Dia kurniakan hikmah kepada sesiapa yang Dia kehendaki, dan Barangsiapa dikurniakan hikmah maka sesungguhnya dia telah diberi kebajikan yang banyak”. (Surah Baqarah, ayat 269). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis kedua ialah ilmu zahir yang disebut Quran sebagai “seruan yang baik”. Ia menjadi kulit kepada hikmah kebijaksanaan rohani. Mereka yang memilikinya menyeru kepada kebaikan, mengajar manusia berbuat baik dan meninggalkan larangan-Nya. Nabi s.a.w memuji mereka. Orang yang berilmu menyeru dengan lemah lembut dan baik hati, sementara yang jahil menyeru dengan kasar dan kemarahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis ketiga ialah ilmu yang menyentuh kehidupan manusia di dalam dunia. Ia disebut sebagai ilmu agama (syariat) yang menjadi sarang kepada hikmah kebijaksanaan (makrifat). Ia adalah ilmu yang diperuntukkan kepada mereka yang menjadi pemerintah manusia; menjalankan keadilan ke atas sesama manusia; pentadbiran manusia ke atas sesama manusia. Bahagian terakhir ayat Quran yang di atas tadi menceritakan tugas mereka “dan berbincanglah dengan mereka dengan cara yang lebih baik”. Mereka ini menjadi kenyataan kepada sifat Allah “al-Qahhar” Yang Maha Keras. Mereka berkewajipan menjaga peraturan di kalangan manusia selaras dengan hukum Tuhan, seumpama sabut melindungi tempurung dan tempurung melindungi isi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w menasihatkan, “Biasakan dirimu berada di dalam majlis orang-orang arif, taatlah kepada pemimpin kamu yang adil. Allah Yang Maha Tinggi menghidupkan hati dengan hikmah seperti Dia jadikan bumi yang mati hidup dengan tumbuh-tumbuhan dengan menurunkan hujan”. Baginda s.a.w juga bersabda, “Hikmah adalah harta yang hilang bagi orang yang beriman, dikutipnya di mana sahaja ditemuinya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah perkataan yang diucapkan oleh manusia biasa datangnya daripada Loh Terpelihara menurut hukum Allah terhadap segala perkara daripada awal hingga akhir. Loh itu disimpan pada alam tinggi pada akal asbab tetapi perkataan diucapkan menurut makam seseorang. Perkataan mereka yang telah mencapai makam makrifat adalah secara langsung daripada alam tersebut, makam kehampiran dengan Allah. Di sana tidak ada perantaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahawa semua akan kembali kepada asal mereka. Hati, zat, mesti dikejutkan; jadikan ianya hidup untuk mencari jalan kembali kepada asalnya yang suci murni. Ia mesti mendengar seruan. Seseorang mesti mencari orang yang orang yang daripadanya seruan itu muncul, melaluinya zahir seruan. Itulah guru yang sebenar. Ini merupakan kewajipan bagi kita. Nabi s.a.w bersabda, “Menuntut ilmu wajib bagi setiap orang Islam lelaki dan perempuan”. Ilmu tersebut merupakan peringkat terakhir semua ilmu, itulah ilmu makrifat, ilmu yang akan membimbing seseorang kepada asalnya, yang sebenar (hakikat). Ilmu yang lain perlu menurut sekadar mana keperluannya. Allah menyukai mereka yang meninggalkan cita-cita dan angan-angan kepada dunia, kemuliaan dan  kebesarannya, kerana kepentingan duniawi ini menghalang seseorang kepada Allah. &lt;br /&gt;“Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu upah atas (menyampaikan)nya, kecuali percintaan (kepadaku) lantaran kerabat”. (Surah Syura, ayat 23). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditafsirkan maksud perkataan “apa yang hampir dengan kamu” ialah datang hampir dengan kebenaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-3648538651581235733?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/3648538651581235733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=3648538651581235733' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/3648538651581235733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/3648538651581235733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/04/fasal5.html' title='fasal5'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-6369402185650801370</id><published>2008-04-25T23:00:00.001-07:00</published><updated>2008-05-02T08:21:43.136-07:00</updated><title type='text'>fasal4</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Fasal 4: Ilmu Dan Perkembangan Kerohanian &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan zahir mengenai benda-benda yang nyata dibahagikan kepada dua belas bahagian dan ilmu pengetahuan batin juga dibahagikan kepada dua belas bahagian. Bahagian-bahagian tersebut dibahagikan di kalangan orang awam dan orang khusus, hamba-hamba Allah yang sejati, menurut kadar keupayaan dan kebolehan mereka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi tujuan yang berkaitan dengan kita pembicaraan ilmiah mengenai ini dibuat dalam empat bahagian. Bahagian pertama melibatkan peraturan agama, mengenai kewajipan dan larangan berhubung dengan perkara-perkara dan peraturan-peraturan di dalam dunia ini. Kedua menyentuh soal pengertian atau maksud dalaman serta tujuan kepada peraturan-peraturan tersebut dan bahagian ini dinamakan bidang kerohanian iaitu pengetahuan mengenai perkara-perkara yang tidak nyata. Ketiga mengenai hakikat kerohanian yang tersembunyi yang dinamakan kearifan. Keempat mengenai hakikat dalaman kepada hakikat iaitu mengenai kebenaran yang sebenar-benarnya. Manusia yang sempurna perlu mempelajari semua bidang atau bahagian tersebut dan mencari jalan ke arahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w bersabda, “Agama ialah pokok, kerohanian adalah dahannya, kearifan (makrifat) adalah daunnya, kebenaran (hakikat) adalah buahnya. Quran dengan ulasannya, keterangannya, terjemahannya dan ibarat-ibaratnya mengandungi semuanya itu”. Di dalam buku al-Najma perkataan-perkataan tafsir, ulasan dan takwil serta terjemahan melalui ibarat dimengertikan sebagai: ulasan terhadap Quran adalah keterangan dan perincian bagi faedah kefahaman orang awam, sementara terjemahan melalui ibarat adalah keterangan tentang maksud yang tersirat yang boleh diselami melalui tafakur yang mendalam serta memperolehi ilham sebagaimana yang dialami oleh orang-orang beriman yang sejati. Terjemahan yang demikian adalah untuk hamba-hamba Allah yang khusus lagi teguh, berterusan di dalam suasana kerohanian mereka dan teguh dengan pengetahuan yang membolehkan mereka membuat pertimbangan yang benar. Kaki mereka teguh berpijak di atas bumi sementara hati dan fikiran mereka menjulang kepada ilmu ketuhanan. Dengan rahmat Allah keadaan berterusan begini yang tidak bercampur dengan keraguan di tempatkan di tengah-tengah hati mereka. Hati yang teguh dalam suasana ini bersesuaian dengan bahagian kalimah tauhid “La ilaha illa Llah”, pengakuan terakhir keesaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia jualah yang menurunkan Kitab kepada kamu. Sebahagiannya adalah ayat-ayat yang menghukum, iaitu ibu-ibu bagi Kitab, dan (sebahagian) yang lain adalah ayat-ayat yang perlukan takwil. Adapun orang-orang yang di hati mereka ada kesesatan mencari-cari apa yang ditakwil daripadanya kerana hendak membuat fitnah dan kerana hendak membuat takwilnya sendiri padahal tidak mengetahui takwilnya melainkan Allah dan orang-orang yang teguh kuat di dalam ilmu berkata, ‘Kami beriman kepadanya (kerana) semua itu daripada Tuhan kami’, dan tidak mengerti melainkan orang-orang yang mempunyai fikiran”. (Surah Imraan, ayat 7) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pintu kepada ayat ini terbuka akan terbuka juga semua pintu-pintu kepada alam rahsia batin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba Allah yang sejati berkewajipan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhkan diri daripada larangan-Nya. Dia juga perlu menentang ego dirinya dan membendung kecenderungan jasad yang tidak sehat. Asas penentangan ego terhadap agama adalah dalam bentuk khayalan dan gambaran yang bercanggah dengan kenyataan. Pada peringkat kerohanian ego yang khianat itu menggalakkan seseorang supaya memperakui dan mengikuti sebab-sebab dan rangsangan yang hanya hampir dengan kebenaran (bukan kebenaran yang sejati), walaupun ianya risalat nabi dan fatwa wali yang telah diubah, juga mengikuti guru yang pendapatnya salah. Pada peringkat makrifat ego cuba menggalakkan seseorang supaya memperakui kewalian dirinya sendiri malah ego juga mengheret seseorang kepada mengakui ketuhanannya – dosa paling besar menganggapkan diri sendiri sebagai bersekutu dengan Allah. Allah berfirman: &lt;br /&gt;“Tidakkah engkau perhatikan orang yang mengambil hawa nafsunya sebagai tuhan..” (Surah Furqaan, ayat 43). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi peringkat kebenaran sejati adalah berbeza. Ego dan iblis tidak boleh sampai ke sana. Malah malaikat juga tidak sampai ke sana. Sesiapa sahaja kecuali Allah jika sampai ke sana pasti terbakar. Jibrail berkata kepada Nabi Muhamamd s.a.w pada sempadan peringkat ini, “Jika aku mara satu langkah lagi aku akan terbakar menjadi abu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba Allah yang sejati bebas daripada perlawanan egonya dan iblis kerana dia dilindungi oleh perisai keikhlasan dan kesucian. &lt;br /&gt;“Ia (iblis) berkata: Oleh itu demi kemuliaan-Mu, aku akan sesatkan mereka semuanya, kecuali di antara mereka hamba-hamba-Mu yang dibersihkan”. (Surah Shad, ayat 82 &amp; 83). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Manusia tidak dapat mencapai hakikat kecuali dia suci murni kerana sifat-sifat keduniaannya tidak akan meninggalkannya sehinggalah hakikat menyata dalam dirinya. Ini adalah keikhlasan sejati. Kejahilannya hanya akan meninggalkannya bila dia menerima pengetahuan tentang Zat Allah. Ini tidak dapat dicapai dengan pelajaran; hanya Allah tanpa pengantaraan boleh mengajarnya. Bila Allah Yang Maha Tinggi sendiri yang menjadi Guru, Dia kurniakan ilmu yang daripada-Nya sebagaimana Dia lakukan kepada Khaidhir. Kemudian manusia dengan kesedaran yang diperolehinya sampai kepada peringkat makrifat di mana dia mengenali Tuhannya dan menyembah-Nya yang dia kenal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sampai kepada suasana ini memiliki penyaksian roh suci dan dapat melihat kekasih Allah, Nabi Muhamamd s.a.w. Dia boleh bercakap dengan baginda s.a.w mengenai segala perkara daripada awal hingga ke akhirnya dan semua nabi-nabi yang lain memberikannya khabar gembira tentang janji penyatuan dengan yang dikasihi. Allah menggambarkan suasana ini: &lt;br /&gt;“Kerana Barangsiapa taat kepada Allah dan rasul-Nya, maka mereka beserta orang-orang yang diberi nikmat daripada nabi-nabi, siddiqin, syuhada dan salihin dan Alangkah baiknya mereka ini sebagai sahabat rapat”. (Surah Nisaa’ ,ayat 69). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak boleh menemui pengetahuan ini di dalam dirinya tidak akan menjadi arif walaupun dia membaca seribu buah buku. Nikmat yang boleh diharapkan oleh orang yang mempelajari ilmu zahir ialah syurga; di sana semua yang dapat dilihat adalah kenyataan sifat-sifat Ilahi dalam bentuk cahaya. Tidak kira bagaimana sempurna pengetahuannya tentang perkara nyata yang boleh dilihat dan dipercayai, ia tidak membantu seseorang untuk masuk kepada suasana kesucian dan mulia, iaitu kehampiran dengan Allah, kerana seseorang itu perlu terbang ke tempat tersebut dan untuk terbang perlu kepada dua sayap. Hamba Allah yang sejati adalah yang terbang ke sana dengan menggunakan dua sayap, iaitu pengetahuan zahir dan pengetahuan batin, tidak pernah berhenti di tengah jalan, tidak tertarik dengan apa sahaja yang ditemui dalam perjalanannya. Allah berfirman melalui rasul-Nya: &lt;br /&gt;“Hamba-Ku, jika kamu ingin masuk kepada kesucian berhampiran dengan-Ku jangan pedulikan dunia ini ataupun alam tinggi para malaikat, tidak juga yang lebih tinggi di mana kamu boleh menerima sifat-sifat-Ku yang suci”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia kebendaan ini menjadi godaan dan tipu daya syaitan kepada orang yang berilmu. Alam malaikat menjadi rangsangan kepada orang yang bermakrifat dan suasana sifat-sifat Ilahi menjadi godaan kepada orang yang memiliki kesedaran terhadap hakikat. Sesiapa yang berpuas hati dengan salah satu daripada yang demikian akan terhalang daripada kurniaan Allah yang membawanya hampir dengan Zat-Nya. Jika mereka tertarik dengan godaan dan rangsangan tersebut mereka akan berhenti, mereka tidak boleh maju ke hadapan, mereka tidak boleh terbang lebih tinggi. Walaupun matlamat mereka adalah kehampiran dengan Pencipta mereka tidak lagi boleh sampai ke sana. Mereka telah terpedaya, mereka hanya memiliki satu sayap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mencapai kesedaran tentang hakikat yang sebenar, menerima rahmat dan kurniaan dari Allah yang tidak pernah mata melihatnya dan tidak pernah telinga mendengarnya dan tidak pernah hati mengetahui namanya. Inilah syurga kehampiran dan keakraban dengan Allah. Di sana tidak ada mahligai permata juga tidak ada bidadari yang cantik sebagai pasangan. Semoga manusia mengetahui nilai dirinya dan tidak berkehendak, tidak menuntut apa yang tidak layak baginya. Saidina Ali r.a berkata, “Semoga Allah merahmati orang yang mengetahui harga dirinya, yang tahu menjaga diri agar berada di dalam sempadannya, yang memelihara lidahnya, yang tidak menghabiskan masanya dan umurnya di dalam sia-sia”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berilmu mestilah menyedari bahawa bayi roh yang lahir dalam hatinya adalah pengenalan mengenai kemanusiaan yang sebenar, iaitu insan yang sejati. Dia patut mendidik bayi hati, ajarkan keesaan melalui berterusan menyedari tentang keesaan – tinggalkan keduniaan kebendaan ini yang berbilang-bilang, cari alam kerohanian, alam rahsia di mana tiada yang lain kecuali Zat Allah. Dalam kenyataannya di sana bukan tempat, ia tidak ada permulaan dan tidak ada penghujung. Bayi hati terbang melepasi padang yang tiada berkesudahan itu, menyaksikan perkara-perkara yang tidak pernah dilihat mata sebelumnya, tiada sesiapa bercerita mengenainya, tiada sesiapa boleh menggambarkannya. Tempat yang menjadi rumah kediaman bagi mereka yang meninggalkan diri mereka dan menemui keesaan dengan Tuhan mereka, mereka yang memandang dengan pandangan yang sama dengan Tuhan mereka, pandangan keesaan. Bila mereka menyaksikan keindahan dan kemuliaan Tuhan mereka tidak ada apa lagi yang tinggal dengan mereka. Bila dia melihat matahari dia tidak dapat melihat yang lain, dia juga tidak dapat melihat dirinya sendiri. Bila keindahan dan kemurahan Allah menjadi nyata apa lagi yang tinggal dengan seseorang? Tidak ada apa-apa! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w bersabda, “Seseorang perlu dilahirkan dua kali untuk sampai kepada alam malaikat”. Ia adalah kelahiran maksud daripada perbuatan dan kelahiran rohani daripada jasad. Kemungkinan yang demikian ada dengan manusia. Ini adalah keanehan rahsia manusia. Ia lahir daripada percampuran pengetahuan tentang agama dan kesedaran terhadap hakikat, sebagaimana bayi lahir hasil daripada percampuran dua titik air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami telah jadikan manusia daripada setitik (mani) yang bergiliran, yang Kami berikan percubaan kepada mereka, iaitu Kami jadikan dia mendengar dan melihat”. (Surah Insaan, ayat 2). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila maksud menjadi nyata dalam kewujudan ia menjadi mudah untuk melepasi bahagian yang cetek dan masuk ke dalam laut penciptaan dan membenamkan dirinya ke dasar hukum-hukum peraturan Allah. Sekalian alam kebendaan ini hanyalah satu titik jika dibandingkan dengan alam kerohanian. Hanya bila semua ini difahamkan maka kuasa kerohanian dan cahaya keajaiban yang bersifat ketuhanan, hakikat yang sebenar-benarnya, memancar ke dalam dunia tanpa perkataan tanpa suara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-6369402185650801370?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/6369402185650801370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=6369402185650801370' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/6369402185650801370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/6369402185650801370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/04/fasal4.html' title='fasal4'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-3405149423643418385</id><published>2008-04-25T22:59:00.002-07:00</published><updated>2008-05-02T08:19:43.566-07:00</updated><title type='text'>fasal3</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Fasal 3: Tempat-Tempat Roh Di Dalam Jasad &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat roh manusia, roh kehidupan, di dalam badan ialah dada. Tempat ini berhubung dengan pancaindera dan deria-deria. Urusan atau bidangnya ialah agama. Pekerjaannya ialah mentaati perintah Allah. Dengan peraturan-peraturan yang ditentukan-Nya, Allah memelihara dunia nyata ini dengan teratur dan harmoni. Roh itu bertindak menurut kewajipan yang ditentukan oleh Allah, tidak menganggap perbuatannya sebagai perbuatannya sendiri kerana dia tidak berpisah dengan Allah. Perbuatannya daripada Allah; tidak ada perpisahan di antara ‘aku’ dengan Allah di dalam tindakan dan ketaatannya. &lt;br /&gt;“Barangsiapa percaya akan pertemuan Tuhannya hendaklah mengerjakan amal salih dan janganlah ia sekutukan sesuatu dalam ibadat kepada Tuhannya”. (Surah Kahfi, ayat 110). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Allah adalah esa dan Dia mencintai yang bersatu dan satu. Dia mahu semua penyembahan dan semua amal kebaikan, yang Dia anggap sebagai pengabdian kepada-Nya, menjadi milik-Nya semata-mata, tidak dikongsikan dengan apa sahaja.  Jadi, seseorang tidak memerlukan kelulusan atau halangan daripada sesiapa pun di dalam pengabdiannya kepada Tuhannya, juga amalannya bukan untuk kepentingan duniawi. Semuanya semata-mata kerana Allah. Suasana yang dihasilkan oleh petunjuk Ilahi seperti menyaksikan bukit-bukti kewujudan Allah di dalam alam nyata ini; kenyataan sifat-sifat-Nya, kesatuan di dalam yang banyak, hakikat di sebalik yang nyata, kehampiran dengan Pencipta, semuanya adalah ganjaran bagi amalan kebaikan yang benar dan ketaatan tanpa mementingkan diri sendiri. Namun, semuanya itu di dalam taklukan alam benda, daripada bumi yang di bawah tapak kaki kita sehinggalah kepada langit-langit. Termasuk juga di dalam taklukan alam dunia ialah kekeramatan yang muncul melalui seseorang, misalnya berjalan di atas air, terbang di udara, berjalan dengan pantas, mendengar suara dan melihat gambaran dari tempat yang jauh atau boleh membaca fikiran yang tersembunyi. Sebagai ganjaran terhadap amalan yang baik manusia juga diberikan nikmati di akhirat seperti syurga, khadam-khadam, bidadari, susu, madu, arak dan lain-lain. Semuanya itu merupakan nikmati syurga tingkat pertama, syurga dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ‘roh perpindahan atau roh peralihan’ ialah di dalam hati. Urusannya ialah pengetahuan tentang jalan kerohanian. Kerjanya berkait dengan empat nama-nama pertama bagi nama-nama Allah yang indah. Sebagaimana dua belas nama-nama yang lain empat nama tersebut tidak termasuk di dalam sempadan suara dan huruf. Jadi, ia tidak boleh disebut. Allah Yang Maha Tinggi berfirman: &lt;br /&gt;“Dan bagi Allah jualah nama-nama yang baik, jadi serulah Dia dengan nama-nama tersebut”. (Surah A’raaf, ayat 180). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah di atas menunjukkan tugas utama manusia adalah mengetahui nama-nama Tuhan. Ini adalah pengetahuan batin seseorang. Jika mampu memperolehi pengetahuan yang demikian dia akan sampai kepada makam makrifat. Di samalah pengetahuan tentang nama keesaan sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w bersabda, “Allah Yang Maha Tinggi mempunyai sembilan puluh sembilan nama, sesiapa mempelajarinya akan masuk syurga”. Baginda s.a.w juga bersabda, “Pengetahuan adalah satu. Kemudian orang arif jadikannya seribu”. Ini bermakna nama kepunyaan Zat hanyalah satu. Ia memancar sebagai seribu sifat kepada orang yang menerimanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua belas nama-nama Ilahi berada di dalam lengkungan sumber pengakuan tauhid “La ilaha illa Llah”. Tiap satunya adalah satu daripada dua belas huruf dalam kalimah tersebut. Allah Yang Maha Tinggi mengurniakan nama masing-masing bagi setiap huruf di dalam perkembangan hati. Setiap satu daripada empat alam yang dilalui oleh roh terdapat tiga nama yang berlainan. Allah Yang Maha Tinggi dengan cara ini memegang erat hati para pencinta-Nya, dalam kasih sayang-Nya. Firman-Nya: &lt;br /&gt;“Allah tetapkan orang-orang yang beriman dengan perkataan yang tetap di Penghidupan dunia dan akhirat”. (Surah Ibrahim, ayat 27). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dikurniakan kepada mereka kehampiran-Nya. Dia sediakan pokok keesaan di dalam hati mereka, pokok yang akarnya turun kepada tujuh lapis bumi dan Dahannya meninggi kepada tujuh lapis langit, bahkan meninggi lagi hingga ke arasy dan mungkin lebih tinggi lagi. Allah berfirman: &lt;br /&gt;“Tidakkah engkau perhatikan bagaimana Allah adakan misal, satu kalimah yang baik seperti pohon yang baik, pangkalnya tetap dan cabangnya ke langit. (Surah Ibrahim, ayat 24). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ‘roh perpindahan atau roh peralihan’ adalah di dalam nyawa kepada hati. Alam malaikat berterusan di dalam penyaksiannya. Ia boleh melihat syurga alam tersebut, penghuninya, cahayanya dan semua malaikat di dalamnya. Kalam ‘roh peralihan’ adalah bahasa alam batin, tanpa huruf tanpa suara. Perhatiannya berterusan menyentuh soal-soal rahsia-rahsia maksud yang tersembunyi. Tempatnya di akhirat apabila kembali ialah syurga Na’im, taman kegembiraan kurniaan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ‘roh sultan’ di mana ia memerintah, adalah di tengah-tengah hati, jantung kepada hati. Urusan roh ini ialah makrifat. Kerjanya ialah mengetahui semua pengetahuan ketuhanan yang menjadi perantaraan bagi semua ibadat yang sebenar-benarnya diucapkan dalam bahasa hati. Nabi s.a.w bersabda, “Ilmu ada dua bahagian. Satu pada lidah, yang membuktikan kewujudan Allah. Satu lagi di dalam hati. Inilah yang perlu bagi menyedarkan tujuan seseorang”. Ilmu yang sebenar-benarnya bermanfaat berada di dalam sempadan kegiatan hati. Nabi s.a.w bersabda, “Quran yang mulia mempunyai makna zahir dan makna batin”. Allah Yang Maha Tinggi membukakan Quran kepada sepuluh lapis makna yang tersembunyi. Setiap makna yang berikutnya lebih bermanfaat daripada yang sebelumnya kerana ia semakin hampir dengan sumber yang sebenarnya. Dua belas nama kepunyaan Zat Allah adalah umpama dua belas mata air yang memancar dari batu apabila Nabi Musa a.s menghentamkan batu itu dengan tongkatnya. &lt;br /&gt;“Dan (ingatlah) tatkala Musa mintakan air bagi kaumnya, maka Kami berkata, ‘Pukullah batu itu dengan tingkat kamu’. Lantas terpancar daripadanya dua belas mata air yang sesungguhnya setiap golongan itu mengetahui tempat minumnya”. (Surah Baqarah, ayat 60). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan zahir adalah umpama air hujan yang datang dan pergi sementara pengetahuan batin umpama mata air yang tidak pernah kering. &lt;br /&gt;“Dan satu tanda untuk mereka, ialah bumi yang mati (lalu) Kami hidupkannya dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, lalu mereka memakannya”. (Surah Yaa Sin, ayat 33). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah jadikan satu bijian, sebiji benih di langit. Benih itu menjadi kekuatan kepada kehaiwanan di dalam diri manusia. Dijadikan-Nya juga sebiji benih di dalam alam roh-roh (alam al-anfus); menjadi sumber kekuatan, makanan roh. Bijian itu dijiruskan dengan air dari sumber hikmah. Nabi s.a.w bersabda, “Jika seseorang menghabiskan empat puluh hari dalam keikhlasan dan kesucian sumber hikmah akan memancar dari hatinya kepada lidahnya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat bagi ‘roh sultan ialah kelazatan dan kecintaan yang dinikmatinya dengan menyaksikan kenyataan keelokan, kesempurnaan dan kemurahan Allah Yang Maha Tinggi. Firman Allah: &lt;br /&gt;“Dia telah diajar oleh yang bersangatan kekuatannya, yang berupa bagus, lalu ia menjelma dengan sempurnanya padahal ia di pehak atas yang paling tinggi. Kemudian ia mendekati rapat (kepadanya), maka adalah (rapatnya) itu kadar dua busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu Ia wahyukan kepada hamba-Nya apa yang Ia mahu wahyukan. Hatinya tidak mendusta apa yang dia lihat”. (Surah Najmi, ayat 5 – 11). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w menggambarkan suasana demikian dengan cara lain, “Yang beriman (yang sejahtera) adalah cermin kepada yang beriman (yang sejahtera)”. Dalam ayat ini yang sejahtera yang pertama ialah hati orang yang beriman yang sempurna, sementara yang sejahtera kedua itu ialah yang memancar kepada hati orang yang beriman itu, tidak lain daripada Allah Yang Maha Tinggi sendiri. Allah menamakan Diri-Nya di dalam Quran sebagai Yang Mensejahterakan. &lt;br /&gt;“Dia jualah Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia…Yang Mensejahterakan (Pemelihara iman), Pemelihara segala-galanya”. (Surah Hasyr, ayat 23). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kediaman ‘roh sultan’ di akhirat ialah syurga Firdaus, syurga yang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setesen di mana roh-roh berhenti adalah tempat rahsia yang Allah buatkan untuk Diri-Nya di tengah-tengah hati, di mana Dia simpankan rahsia-Nya (Sirr) untuk disimpan dengan selamat. Keadaan roh ini diceritakan oleh Allah melalui pesuruh-Nya: &lt;br /&gt;“Insan adalah rahsia-Ku dan Aku rahsianya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusannya ialah kebenaran (hakikat) yang diperolehi dengan mencapai keesaan; mencapai keesaan itulah tuagsnya. Ia membawa yang banyak kepada kesatuan dengan cara terus menerus menyebut nama-nama keesaan di dalam bahasa rahsia yang suci. Ia bukan bahasa yang berbunyi di luar. &lt;br /&gt;“Dan jika engkau nyaringkan perkataan, maka Sesungguhnya Dia mengetahui rahsia dan yang lebih tersembunyi”. (Surah Ta Ha, ayat 7) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Allah mendengar bahasa roh suci dan hanya Allah mengetahui keadaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat bagi roh ini ialah penyaksian terhadap ciptaan Allah yang pertama. Apa yang dilihatnya ialah keindahan Allah. Padanya terdapat penyaksian rahsia. Pandangan dan pendengaran menjadi satu. Tidak ada perbandingan dan tidak ada persamaan tentang apa yang disaksikanya. Dia menyaksikan sifat Allah, keperkasaan dan kekerasan-Nya sebagai esa dengan keindahan, kelembutan dan kemurahan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila manusia temui matlamatnya, tempat kediamannya, bila dia temui akal asbab, pertimbangan keduniaannya yang memandunya selama ini akan tunduk kepada Perintahnya; hatinya akan rasa gentar bercampur hormat, lidahnya terkunci. Dia tidak berupaya menceritakan keadaan tersebut kerana Allah tidak menyerupai sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila apa yang diperkatakan di sini sampai ke telinga orang yang berilmu, mula-mula cubalah memahami tahap pengetahuan sendiri. Tumpukan perhatian kepada kebenaran (hakikat) mengenai perkara-perkara yang sudah diketahui sebelum mendongak ke ufuk yang lebih tinggi, sebelum mencari peringkat baharu, semoga mereka memperolehi pengetahuan tentang kehalusan perlaksanaan Ilahi. Semoga mereka tidak menafikan apa yang sudah diperkatakan, tetapi sebaliknya mereka mencari makrifat, kebijaksanaan untuk mencapai keesaan. Itulah yang sangat diperlukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-3405149423643418385?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/3405149423643418385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=3405149423643418385' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/3405149423643418385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/3405149423643418385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/04/fasal3.html' title='fasal3'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-51062395057843207</id><published>2008-04-25T22:59:00.001-07:00</published><updated>2008-04-27T22:16:10.864-07:00</updated><title type='text'>fasal2</title><content type='html'>Fasal 2: Turun Manusia Ke Alam Yang Paling Bawah &lt;br /&gt;Allah Yang Maha Tinggi menciptakan roh suci sebagai ciptaan yang paling sempurna, yang pertama diciptakan, di dalam alam kewujudan mutlak bagi Zat-Nya. Kemudian Dia berkehendak menghantarkannya kepada alam rendah. Tujuan Dia berbuat demikian ialah bagi mengajar roh suci mencari jalan kembali kepada yang sebenar di tahap Maha Kuasa, mencari kedudukannya yang dahulu yang hampir dan akrab dengan Allah. Dihantarkan-Nya roh suci kepada perhentian utusan-utusan-Nya, wali-wali-Nya, kekasih-kekasih dan sahabat-sahabat-Nya. Dalam perjalanannya, Allah menghantarkannya mula-mula kepada kedudukan akal asbab bagi keesaan, bagi roh universal, alam nama-nama dan sifat-sifat Ilahi, alam hakikat kepada Muhammad s.a.w. Roh suci memiliki dan membawa bersama-samanya benih kesatuan. Apabila melalui alam ini ia dipakaikan cahaya suci dan dinamakan ‘roh sultan’. Apaabila melalui alam malaikat yang menjadi perantaraan kepada mimpi-mimpi, ia mendapat nama ‘roh perpindahan’. Bila akhirnya ia turun kepada dunia kebendaan ini ia dibaluti dengan daging yang Allah ciptakan untuk kesesuaian makhluk-Nya. Ia dibaluti oleh jirim yang kasar bagi menyelamatkan dunia ini kerana dunia kebendaan jika berhubung secara langsung dengan roh suci maka dunia kebendaan akan terbakar menjadi abu. Dalam hubungannya dengan dunia ini ia dikenali sebagai kehidupan, roh manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan roh suci dihantar ke tempat ciptaan yang paling rendah ini ialah supaya ia mencari jalan kembali kepada kedudukannya yang asal, makam kehampiran, ketika ia masih di dalam bentuk berdaging dan bertulang ini. Ia sepatutnya datang ke alam benda yang kasar ini, dan dengan melalui hatinya yang berada di dalam mayat ini, menanamkan benih kesatuan dan menunbuhkan pokok keesaan di dalam dunia ini. Akar pokok masih berada pada tempat asalnya. Dahannya memenuhi ruang kebahagiaan, dan di sana demi keredaan Allah, mengeluarkan buah kesatuan. Kemudian di dalam bumi hati roh itu menanamkan benih agama dan bercita-cita menumbuhkan pokok agama agar diperolehi buahnya, tiap satunya akan menaikkannya kepada peringkat yang lebih hampir dengan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah membuatkan jasad-jasad atau tubuh-tubuh untuk dimasuki oleh roh-roh dan bagi roh-roh ini masing-masing mempunyai nama yang berbeza-beza. Dia bena ruang penyesuaian di dalam tubuh. Diletakkan-Nya roh manusia, roh kehidupan di antara daging dan darah. Diletakkan-Nya roh suci di tengah-tengah hati, di mana dibena ruang bagi jirim yang sangat seni untuk menyimpan rahsia di antara Allah dengan hamba-Nya. Roh-roh ini berada pada tempat yang berbeza-beza dalam tubuh, dengan tugas yang berbeza, urusan yang berbeza, masing-masing umpama membeli dan menjual barang yang berlainan, mendapat faedah yang berbeza. Perniagaan mereka sentiasa membawakan kepada mereka banyak manfaat dalam bentuk nikmati dan rahmat Allah. &lt;br /&gt;“Daripada apa yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terang, (mereka) mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi”. (Surah Fatir, ayat 29). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaklah bagi setiap manusia mengetahui urusannya di dalam alam kewujudan dirinya sendiri dan memahami tujuannya. Dia mestilah faham bahawa dia tidak boleh meminda apa yang telah dihukumkan sebagai benar untuknya dan digantungkan dilehernya. Bagi orang yang mahu meminda apa yang telah dihukumkan untuknya, yang terikat dengan cita-cita dan dunia ini Allah berkata: &lt;br /&gt;“Tidaklah (mahu) dia ketahui (bagaimana keadaan) apabila dibongkarkan apa-apa yang di dalam kubur? Dan dizahirkan apa-apa yang di dalam dada?” (Surah ‘Aadiyat, ayat 9). &lt;br /&gt;“Dan tiap-tiap manusia Kami gantungkan (catatan) amalannya pada tengkuknya…” (Surah Bani Israil, ayat 13).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-51062395057843207?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/51062395057843207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=51062395057843207' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/51062395057843207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/51062395057843207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/04/fasal2.html' title='fasal2'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-5730543829121999066</id><published>2008-04-25T22:58:00.001-07:00</published><updated>2008-04-27T22:15:12.522-07:00</updated><title type='text'>fasal1</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Fasal 1: Menjelaskan kembalinya manusia ke tempat asal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dipandang daripada dua sudut; wujud lahiriah dan wujud rohani. Dalam segi kewujudan lahiriah keadaan kebanyakan manusia adalah berlebih kurang sahaja di antara satu sama lain. Oleh yang demikian peraturan kemanusiaan yang umum boleh digunakan untuk sekalian manusia bagi urusan lahiriah mereka.  Dalam sudut kewujudan rohani yang tersembunyi di sebalik wujud lahiriah, setiap manusia adalah berbeza. Jadi, peraturan yang khusus mengenai diri masing-masing diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia boleh kembali kepada asalnya dengan mengikuti peraturan umum, dengan mengambil langkah-langkah tertentu. Dia mestilah mengambil peraturan agama yang jelas dan mematuhinya. Dengan demikian dia boleh maju ke hadapan. Dia boleh meningkat dari satu peringkat kepada peringkat yang lebih tinggi sehingga dia sampai dan memasuki jalan atau peringkat kerohanian, masuk ke daerah makrifat. Peringkat ini sangat tinggi dan dipuji oleh Rasulullah s.a.w, “Ada suasana yang semua dan segala-galanya berkumpul di sana dan ia adalah makrifat yang murni”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sampai ke peringkat tersebut Perlulah dibuang kepura-puraan dan kepalsuan yang melakukan kebaikan kerana menunjuk-nunjuk. Kemudian dia perlu menetapkan tiga matlamat. Tiga matlamat tersebut sebenarnya adalah tiga jenis syurga. Yang pertama dinamakan Ma’wa – syurga tempat kediaman yang aman. Ia adalah syurga duniawi. Kedua, Na’im – taman keredaan Allah dan kurniaan-Nya kepada makhluk-Nya. Ia adalah syurga di dalam alam malaikat. Ketiga dinamakan Firdaus – syurga alam tinggi. Ia adalah syurga pada alam kesatuan akal asbab, rumah kediaman bagi roh-roh, medan bagi nama-nama dan sifat-sifat. Kesemua ini adalah balasan yang baik, keelokan Allah yang manusia berjasad akan nikmati dalam usahanya sepanjang tiga peringkat ilmu pengetahuan yang berturut-turut; usaha mematuhi peraturan syariat; usaha menghapuskan yang berbilang-bilang pada dirinya, melawan penyebab yang menimbulkan suasana berbilang-bilang itu, iaitu ego diri sendiri, bagi mencapai peringkat penyatuan dan kehampiran dengan Pencipta; akhirnya usaha untuk mencapai makrifat, di mana dia mengenali Tuhannya. Peringkat pertama dinamakan syariat, kedua tarekat dan ketiga makrifat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad s.a.w menyimpulkan keadaan-keadaan tersebut dengan sabda baginda s.a.w, “Ada suasana di mana semua dan segala-galanya dikumpulkan dan ia adalah hikmah kebijaksanaan (makrifat)”. Baginda s.a.w juga bersabda, “Dengannya seseorang mengetahui kebenaran (hakikat), yang berkumpul di dalamnya sebab-sebab dan semua kebaikan. Kemudian seseorang itu mesti bertindak atas kebenaran (hakikat) tersebut. Dia juga perlu mengenali kepalsuan dan bertindak ke atasnya dengan meninggalkan segala yang demikian”. Baginda s.a.w mendoakan, “Ya Allah, tunjukkan kepada kami yang benar dan jadikan pilihan kami mengikuti yang benar itu. Dan juga tunjukkan kepada kami yang tidak benar dan permudahkan kami meninggalkannya”. Orang yang kenal dirinya dan menentang keinginannya yang salah dengan segala kekuatannya akan sampai kepada mengenali Tuhannya dan akan menjadi taat kepada kehendak-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini adalah peraturan umum yang mengenai diri zahir manusia. Kemudian ada pula aspek diri rohani atau diri batin manusia yang merupakan insan yang tulen, suci bersih dan murni. Maksud dan tujuan diri ini hanya satu iaitu kehampiran secara keseluruhan kepada Allah s.w.t. Satu cara sahaja untuk mencapai suasana yang demikian, iaitu pengetahuan tentang yang sebenarnya (hakikat). Di dalam daerah wujud penyatuan mutlak, pengetahuan ini dinamakan kesatuan atau keesaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matlamat pada jalan tersebut harus diperolehi di dalam kehidupan ini. Di dalam suasana itu tiada beza di antara tidur dengan jaga kerana di dalam tidur roh berkesempatan membebaskan dirinya untuk kembali kepada asalnya, alam arwah, dan dari sana kembali semula ke sini dengan membawa berita-berita dari alam ghaib. Fenomena ini dinamakan mimpi. Dalam keadaan mimpi ia berlaku secara sebahagian-bahagian. Ia juga boleh berlaku secara menyeluruh seperti israk dan mikraj Rasulullah s.a.w. Allah berfirman: &lt;br /&gt;“Allah memegang jiwa-jiwa ketika matinya dan yang tidak mati, dalam tidurnya, lalu Dia tahan yang dihukumkan mati atasnya dan Dia lepaskan yang lain”. (Surah Zumaar, ayat 42). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w bersabda, “Tidur orang alim lebih baik daripada ibadat orang jahil”. Orang alim adalah orang yang telah memperolehi pengetahuan tentang hakikat atau yang sebenar, yang tidak berhuruf, tidak bersuara. Pengetahuan demikian diperolehi dengan terus menerus berzikir nama keesaan Yang Maha Suci dengan lidah rahsia. Orang alim adalah orang yang zat dirinya ditukarkan kepada cahaya suci oleh cahaya keesaan. Allah berfirman melalui rasul-Nya: &lt;br /&gt;“Insan adalah rahsia-Ku dan Aku rahsianya. Pengetahuan batin tentang hakikat roh adalah rahsia kepada rahsia-rahsia-Ku. Aku campakkan ke dalam hati hamba-hamba-Ku yang baik-baik dan tiada siapa tahu Keadaannya melainkan Aku.” &lt;br /&gt;“Aku adalah sebagaimana hamba-Ku mengenali Daku. Bila dia mencari-Ku dan ingat kepada-Ku, Aku besertanya. Jika dia mencari-Ku di dalam, Aku mendapatkannya dengan Zat-Ku. Jika dia ingat dan menyebut-Ku di dalam jemaah yang baik, Aku ingat dan menyebutnya di dalam jemaah yang lebih baik”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala yang dikatakan di sini jika berhasrat mencapainya perlulah melakukan tafakur – cara mendapatkaan pengetahuan yang demikian jarang digunakan oleh orang ramai. Nabi s.a.w bersabda, “Satu saat bertafakur lebih bernilai daripada satu tahun beribadat”. “Satu saat bertafakur lebih bernilai daripada tujuh puluh tahun beribadat”. “Satu saat bertafakur lebih bernilai daripada seribu tahun beribadat”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai sesuatu amalan itu tersembunyi di dalam hakikat kepada yang sebenarnya. Perbuatan bertafakur di sini nampaknya mempunyai nilai yang berbeza. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesiapa merenungi sesuatu perkara dan mencari penyebabnya dia akan mendapati setiap bahagian mempunyai bahagian-bahagian sendiri dan dia juga mendapati setiap satu itu menjadi penyebab kepada berbagai-bagai perkara lain. Renungan begini bernilai satu tahun ibadat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesiapa merenungi kepada pengabdiannya dan mencari penyebab dan alasan dan dia dapat mengetahui yang demikian, renungannya bernilai lebih daripada tujuh puluh tahun ibadat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesiapa merenungkan hikmah kebijaksanaan Ilahi dan bidang makrifat dengan segala kesungguhannya untuk mengenal Allah Yang Maha Tinggi, renungannya bernilai lebih daripada seribu tahun ibadat kerana ini adalah ilmu pengetahuan yang sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan yang sebenarnya adalah suasana keesaan. Orang arif yang menyintai menyatu dengan yang dicintainya. Daripada alam kebendaan terbang dengan sayap kerohanian meninggi hingga kepada puncak pencapaian. Bagi ahli ibadat berjalan di dalam syurga, sementara orang arif terbang kepada kedudukan berhampiran dengan Tuhannya. &lt;br /&gt; Para pencinta mempunyai mata pada hati mereka &lt;br /&gt; mereka memandang sementara yang lain terpejam &lt;br /&gt; sayap yang mereka miliki tanpa daging tanpa darah &lt;br /&gt; mereka terbang ke arah malaikat Tuhan jualah yang dicari! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbangan ini terjadi di dalam alam kerohanian orang arif. Para arifbillah mendapat penghormatan dipanggil insan sejati, menjadi kekasih Allah, sahabat-Nya yang akrab, pengantin-Nya. Bayazid al-Bustami berkata, “Para Pemegang makrifat adalah pengantin Allah Yang Maha Tinggi”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya pemilik-pemilik ‘pengantin yang pengasih’ mengenali mereka dengan dekat dan secara mesra.. Orang-orang arif yang menjadi sahabat akrab Allah, walaupun sangat cantik, tetapi ditutupi oleh keadaan luaran yang sangat sederhana, seperti manusia biasa. Allah berfirman melalui rasul-Nya: &lt;br /&gt;“Para sahabat-Ku tersembunyi di bawah kubah-Ku. Tiada yang mengenali mereka kecuali Aku”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubah yang di bawahnya Allah sembunyikan sahabat-sahabat akrab-Nya adalah keadaan mereka yang tidak terkenal, rupa yang biasa sahaja, sederhana dalam segala hal.  Bila melihat kepada pengantin yang ditutupi oleh tabir perkahwinan, apakah yang dapat dilihat kecuali tabir itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya bin Muadh al-Razi berkata, “Para kekasih Allah adalah air wangi Allah di dalam dunia. Tetapi hanya orang-orang yang beriman yang benar dan jujur sahaja dapat menciumnya”. Mereka mencium keharuman baunya lalu mereka mengikuti bau itu. Keharuman itu mengwujudkan kerinduan terhadap Allah dalam hati mereka. Masing-masing dengan cara tersendiri mempercepatkan langkahnya, menambahkan usaha dan ketaatannya. Darjah kerinduannya, keinginannya dan kelajuan perjalanannya bergantung kepada berapa ringan beban yang dibawanya, sejauh mana dia telah melepaskan diri kebendaan dan keduniaannya. Semakin banyak seseorang itu menanggalkan pakaian dunia yang kasar ini semakin dia merasakan kehangatan. Penciptanya dan semakin hampirlah kepada permukaan akan  muncul diri rohaninya. Kehampiran dengan yang sebenar (hakikat) bergantung kepada sejauh mana seseorang itu melepaskan kebendaan dan keduniaan yang menipu daya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanggalan aspek yang berbilang-bilang pada diri membawa seseorang hampir dengan satu-satunya kebenaran. Orang yang akrab dengan Allah adalah orang yang telah membawa dirinya kepada keadaan kekosongan. Hanya selepas itu baharulah dia dapat melihat kewujudan yang sebenarnya (hakikat). Tidak ada lagi kehendak pada dirinya untuk dia membuat sebarang pilihan. Tiada lagi ‘aku’ yang tinggal, kecuali kewujudan satu-satunya iaitu yang sebenarnya (hakikat). Walaupun berbagai-bagai kekeramatan yang muncul melalui dirinya sebagai membuktikan kedudukannya, dia tidak ada kena mengena dengan semua itu. Di dalam suasananya tidak ada pembukaan terhadap rahsia-rahsia kerana membuka rahsia Ilahi adalah kekufuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam buku yang bertajuk “Mirsad” ada dituliskan, ‘Semua orang yang kekeramatan zahir melalui mereka adalah ditutup daripadanya dan tidak memperdulikan keadaan tersebut. Bagi mereka masa kekeramatan muncul melalui mereka dianggap sebagai masa perempuan keluar darah haid. Wali-wali yang hampir dengan Allah perlu mengembara sekurang-kurangnya seribu peringkat, yang pertamanya ialah pintu kekeramatan. Hanya mereka yang dapat melepasi pintu ini tanpa dicederakan akan meningkat kepada peringkat-peringkat lain yang lebih tinggi. Jika mereka leka mereka tidak akan sampai ke mana-mana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-5730543829121999066?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/5730543829121999066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=5730543829121999066' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/5730543829121999066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/5730543829121999066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/04/fasal1.html' title='fasal1'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-8395549106019731886</id><published>2008-04-25T21:39:00.000-07:00</published><updated>2008-04-25T22:00:39.687-07:00</updated><title type='text'>Sirrul Asrar =Permulaan=</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Muqaddimah: Permulaan Penciptaan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Semoga Allah s.w.t memberikan kamu kejayaan di dalam amalan-amalan kamu yang disukai-Nya dan Semoga kamu memperolehi keredaan-Nya. Fikirkan, tekankan kepada pemikiran kamu dan fahamkan apa yang aku katakan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Allah Yang Maha Tinggi pada permulaannya menciptakan cahaya Muhammad daripada cahaya suci Keindahan-Nya. Dalam hadis Qudsi Dia berfirman: &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;em&gt;“&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Aku ciptakan ruh Muhammad daripada cahaya Wajah-Ku”.&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Ini dinyatakan juga oleh Nabi Muhammad s.a.w dengan sabdanya:&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt; &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;“Mula-mula Allah ciptakan ruhku. Pada permulaannya diciptakan-Nya sebagai ruh suci”. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;“Mula-mula Allah ciptakan qalam”. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;“Mula-mula Allah ciptakan akal”. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;Apa yang dimaksudkan sebagai ciptaan permulaan itu ialah ciptaan hakikat kepada Nabi Muhammad s.a.w, Kebenaran tentang Muhammad yang tersembunyi. Dia juga diberi nama yang indah-indah. Dia dinamakan nur, cahaya suci, kerana dia dipersucikan dari kegelapan yang tersembunyi di bawah sifat jalal Allah. Allah Yang Maha Tinggi berfirman: “&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah, cahaya dan kitab yang menerangkan”. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;(Al-Maaidah, ayat 15)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dia dinamakan akal yang meliputi (akal universal) kerana dia telah melihat dan mengenali segala-galanya. Dia dinamakan qalam kerana dia menyebarkan hikmah dan ilmu dan dia mencurahkan ilmu ke dalam huruf-huruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roh Muhammad adalah zat atau hakikat kepada segala kejadian, permulaan dan kenyataan alam maya. Baginda s.a.w menyatakan hal ini dengan sabdanya, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;“Aku daripada Allah dan sekalian yang lain daripadaku”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; Allah Yang Maha Tinggi menciptakan sekalian roh-roh daripada roh baginda s.a.w di dalam alam kejadian yang pertama, dalam bentuk yang paling baik. ‘Muhammad’ adalah nama kepada sekalian kemanusiaan di dalam alam arwah. Dia adalah sumber, asal usul dan kediaman bagi sesuatu dan segala-galanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat ribu tahun selepas diciptakan cahaya Muhammad, Allah ciptakan arasy daripada cahaya mata Muhammad. Dia ciptakan makhluk yang lain daripada arasy. Kemudian Dia hantarkan roh-roh turun kepada peringkat penciptaan yang paling rendah, kepada alam kebendaan, alam jirim dan badan. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;“Kemudian Kami turunkan ia kepada peringkat yang paling rendah”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; (Surah Tin, ayat 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hantarkan cahaya itu daripada tempat ia diciptakan, dari alam lahut, iaitu alam kenyataan bagi Zat Allah, bagi keesaan, bagi wujud mutlak, kepada alam nama-nama Ilahi, kenyataan sifat-sifat Ilahi, alam bagi akal asbab kepunyaan roh yang meliputi (roh universal). Di sana Dia pakaikan roh-roh itu dengan pakaian cahaya. Roh-roh ini dinamakan ‘roh pemerintah’. Dengan berpakaian cahaya mereka turun kepada alam malaikat. Di sana mereka dinamakan ‘roh rohani’. Kemudian Dia arahkan mereka turun kepada alam kebendaan, alam jirim, air dan api, tanah dan angin dan mereka menjadi ‘roh manusia’. Kemudian daripada dunia ini Dia ciptakan tubuh yang berdaging, berdarah. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;“Kemudian Kami jadikan kamu dan kepadanya kamu akan dikembalikan dan daripadanya kamu akan dibangkitkan sekali lagi”. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;(Surah Ta Ha, ayat 55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas peringkat-peringkat ini Allah memerintahkan roh-roh supaya memasuki badan-badan dan dengan kehendak-Nya mereka pun masuk. “&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Maka apabila Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiup padanya roh-Ku…”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; (Surah Shad, ayat 72)  Sampai masanya roh-roh itu terikat dengan badan, dengan darah dan daging dan lupa kepada asal usul kejadian dan perjanjian mereka. Mereka lupa tatkala Allah ciptakan mereka pada alam arwah Dia telah bertanya kepada mereka: &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Adakah aku Tuhan kamu? Mereka telah menjawab:Iya, bahkan!.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lupa kepada ikrar mereka. Mereka lupa kepada asal usul mereka, lupa juga kepada jalan untuk kembali kepada tempat asal mereka. Tetapi Allah Maha Penyayang, Maha Pengampun, sumber kepada segala keselamatan dan pertolongan bagi sekalian hamba-hamba-Nya. Dia mengasihani mereka lalu Dia hantarkan kitab-kitab suci dan rasul-rasul kepada mereka untuk mengingatkan mereka tentang asal usul mereka. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;“Dan Sesungguhnya Kami telah utuskan Musa (membawa) ayat-ayat Kami (sambil Kami mengatakan): hendaklah kamu keluarkan kaum kamu dari kegelapan kepada cahaya, dan ingatkan mereka kepada hari-hari Allah”. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;(Surah Ibrahim, ayat 5)&lt;br /&gt;Iaitu ‘ingatkan roh-roh tentang hari-hari di mana mereka tidak terpisah dengan Allah’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramai rasul-rasul telah datang ke dunia ini, melaksanakan tugas mereka dan kemudian meninggalkan dunia ini. Tujuan semua itu adalah membawa kepada manusia perutusan, peringatan serta menyedarkan manusia dari kelalaian mereka. Tetapi mereka yang mengingati-Nya, yang kembali kepada-Nya, manusia yang ingin kembali kepada asal usul mereka, menjadi semakin berkurangan dan terus berkurangan ditelan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi-nabi terus diutuskan dan perutusan suci berterusan sehingga muncul roh Muhammad yang mulia, yang terakhir di kalangan nabi-nabi, yang menyelamatkan manusia daripada kehancuran dan kelalaian. Allah Yang Maha Tinggi mengutuskannya untuk membuka  mata manusia iaitu membuka mata hati yang ketiduran. Tujuannya ialah mengejutkan manusia dari kelalaian dan ketidaksedaran dan untuk menyatukan mereka dengan keindahan yang abadi, dengan penyebab, dengan Zat Allah. Allah berfirman: &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;“Katakan: Inilah jalanku yang aku dan orang-orang yang mengikuti daku kepada Allah dengan pandangan yang jelas (basirah)”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; (Surah Yusuf, ayat 108).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan jalan Nabi Muhammad s.a.w. Baginda s.a.w dalam menunjukkan tujuan kita telah bersabda, &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;“Sahabat-sahabatku adalah umpama bintang di langit. Sesiapa daripada mereka yang kamu ikuti kamu akan temui jalan yang benar”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pandangan yang jelas (basirah) datangnya daripada mata kepada roh. Mata ini terbuka di dalam jantung hati orang-orang yang hampir dengan Allah, yang menjadi sahabat Allah. Semua ilmu di dalam dunia ini tidak akan mendatangkan pandangan dalam (basirah). Seseorang itu memerlukan pengetahuan yang datangnya daripada alam ghaib yang tersembunyi pengetahuan yang mengalir daripada kesedaran Ilahi.  &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;“Dan Kami telah  ajarkan kepadanya satu ilmu dari sisi Kami (ilmu laduni)”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; (Surah Kahfi, ayat 65).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa yang perlu seseorang lakukan ialah mencari orang yang mempunyai pandangan dalam (basirah) yang mata hatinya celik, dan cetusan serta perangsang daripada orang yang seperti ini adalah perlu. Guru yang demikian, yang dapat memupuk pengetahuan orang lain, mestilah seorang yang hampir dengan Allah dan berupaya menyaksikan alam mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anak-anak Adam, saudara-saudara dan saudari-saudari! Bangunlah dan bertaubatlah kerana melalui taubat kamu akan memohon kepada Tuhan agar dikurniakan-Nya kepada kamu hikmah-Nya. Berusaha dan berjuanglah. Allah memerintahkan: &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;“Dan berlumba-lumbalah kepada keampunan Tuhan kamu dan syurga yang lebarnya (seluas) langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang berbakti. Yang menderma di waktu senang dan susah, dan menahan marah, dan memaafkan manusia, dan Allah kasih kepada mereka yang berbuat kebajikan”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; (Surah Imraan, ayat 133 &amp;amp; 134).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuklah kepada jalan itu dan bergabunglah dengan kafilah kerohanian untuk kembali kepada Tuhan kamu. Pada satu masa nanti jalan tersebut tidak dapat dilalui lagi dan pengembara pada jalan tersebut tidak ada lagi. Kita tidak datang ke bumi ini untuk merosakkan dunia ini. Kita dihantar ke mari bukan untuk makan, minum dan berak. Roh penghulu kita menyaksikan kita. Baginda s.a.w berdukacita melihat keadaan kamu. Baginda  s.a.w telah mengetahui apa yang akan berlaku kemudian hari apabila baginda s.a.w bersabda, &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;em&gt;“Dukacitaku adalah untuk umat yang aku kasihi yang akan datang kemudian”. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;Apa sahaja yang datang kepada kamu datang dalam keadaan salah satu bentuk, secara nyata atau tersembunyi; nyata dalam bentuk peraturan syarikat dan tersembunyi dalam bentuk hikmah kebijaksanaan atau makrifat. Allah Yang Maha Tinggi memerintahkan kita supaya mensejahterakan zahir kita dengan mematuhi peraturan syarikat dan meletakkan batin kita dalam keadaan yang baik dan teratur dengan memperolehi hikmah kebijaksanaan atau makrifat. Bila zahir dan batin kita menjadi satu dan hikmah kebijaksanaan atau makrifat dengan peraturan agama (syarikat) bersatu, seseorang itu sampai kepada makam yang sebenarnya (hakikat).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;“Dia alirkan dua laut, padahal kedua-duanya bertemu. Antara dua itu ada dinding yang kedua-duanya tidak mampu melewatinya”. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;(Surah Imraan, ayat 19 &amp;amp; 20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua-duanya mesti menjadi satu. Kebenaran atau hakikat tidak akan diperolehi dengan hanya menggunakan pengetahuan melalui pancaindera dan deria-deria tentang alam kebendaan. Dengan cara tersebut tidak mungkin mencapai matlamat, sumber, iaitu Zat. Ibadat dan penyembahan memerlukan kedua-duanya iaitu peraturan syarikat dan makrifat. Allah berfirman tentang ibadat: &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;“Dan tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk mengabdikan diri kepada-Ku”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; (Surah Dzaariyat, ayat 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lain perkataan, &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;‘mereka diciptakan supaya mengenali Daku’&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;. Jika seseorang tidak mengenali-Nya bagaimana dia boleh memuji-Nya dengan sebenar-benarnya, meminta pertolongan-Nya dan berkhidmat kepada-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makrifat yang diperlukan bagi mengenali-Nya boleh dicapai dengan menyingkap tabir hitam yang menutupi cermin hati seseorang, menyucikannya sehingga bersih dan menggilapkannya sehingga bercahaya. Kemudian perbendaharaan keindahan yang tersembunyi akan memancar pada rahsia cermin hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Yang Maha Tinggi telah berfirman melalui rasul-Nya: &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;“Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi. Aku suka dikenali, lalu Aku ciptakan makhluk supaya Aku dikenali”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan suci diciptakan manusia ialah supaya mereka mengenali Allah, memperolehi makrifat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua peringkat makrifat yang suci. Seseorang itu perlu mengenali sifat-sifat Allah dan dalil-dalil yang menjadi kenyataan atau penzahiran bagi sifat-sifat tersebut. Satu lagi ialah mengenali Zat Allah. Di dalam mengenali sifat-sifat Allah manusia secara zahirnya dapat menikmati kedua-duanya iaitu dunia dan akhirat. Makrifat yang memimpin kepada Zat Allah tidak diperolehi dengan diri zahir manusia. Ia terjadi di dalam jiwa atau roh suci manusia yang berada di dalam dirinya yang zahir ini. “&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Dan Kami telah perkuatkan dia (Isa) dengan roh kudus”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; (Surah Baqarah, ayat 87).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengenali Zat Allah menemui kuasa ini melalui roh kudus (suci) yang dikurniakan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua-dua makrifat tersebut diperolehi dengan hikmah kebijaksanaan yang mempunyai dua aspek; hikmah kebijaksanaan kerohanian yang di dalam dan pengetahuan zahir tentang benda-benda nyata. Kedua-duanya diperlukan untuk mendapatkaan kebaikan. Nabi s.a.w bersabda, &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;em&gt;“Pengetahuan ada dua bahagian. Satu pada lidah yang menjadi dalil tentang kewujudan Allah, satu lagi di dalam hati manusia. Inilah yang diperlukan bagi melaksanakan harapan kita”. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;Pada peringkat permulaannya seseorang itu memerlukan pengetahuan syarikat. Ini memerlukan pendidikan yang mengenalkan dalil-dalil luar tentang Zat Allah yang menyata di dalam alam sifat-sifat dan nama-nama ini. Apabila bidang ini telah sempurna sampailah giliran pendidikan kerohanian tentang rahsia-rahsia, di mana seseorang itu masuk ke dalam bidang makrifat yang murni untuk mengetahui yang sebenarnya (hakikat). Pada peringkat yang pertama seseorang itu mestilah meninggalkan segala-galanya yang tidak dipersetujui oleh syariat malah, kesilapan di dalam melakukan perbuatan yang baik mestilah dihapuskan. Perbuatan yang baik mestilah dilakukan dengan cara yang betul, sebagaimana keperluan pada jalan sufi. Keadaan ini boleh dicapai dengan melatihkan diri dengan melakukan perkara-perkara yang tidak dipersetujui oleh ego diri sendiri dan melakukan amalan yang bertentangan dengan kehendak hawa nafsu. Berhati-hatilah di dalam beramal agar amalan itu dilakukan bukan untuk dipertontonkan atau diperdengarkan kepada orang lain. Semuanya mestilah dilakukan semata-mata kerana Allah, demi mencari keredaan-Nya. Allah berfirman: &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa berharap menemui Tuhannya, hendaklah dia mengerjakan amal salih dan janganlah dia mempersekutukan sesuatu dengan Allah dalam ibadatnya kepada Tuhannya”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; (Surah Kahfi, ayat 110).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dihuraikan sebagai daerah makrifat itu adalah tahap penghabisan bagi daerah kejadian yang pertama. Ia adalah permulaan dan merupakan rumah yang setiap orang kembali ke sana. Di samalah roh suci dijadikan. Apa yang dimaksudkan dengan roh suci adalah roh insan. Ia dijadikan dalam bentuk yang paling baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran atau hakikat tersebut telah ditanam di tengah-tengah hati sebagai amanah Allah, diamanahkan kepada manusia agar disimpan dengan selamat. Ia bangkit dan menyata melalui taubat yang sungguh-sungguh dan usaha sebenar mempelajari agama. Keindahannya akan memancar ke permukaan apabila seseorang itu mengingati Allah terus menerus, mengulangi kalimah &lt;strong&gt;“La ilaha illallah”.&lt;/strong&gt; Pada mulanya kalimah ini diucapkan dengan lidah. Bila hati sudah hidup ia diucapkan di dalam, dengan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufi menggambarkan keadaan kerohanian yang demikian dengan menganggapnya sebagai bayi, iaitu bayi yang lahir di dalam hati, dibela dan dibesarkan di sana. Hati memainkan peranan seperti ibu, melahirkannya, menyusun, memberi makan dan memeliharanya. Jika anak-anak diajarkan kepakaran keduniaan untuk kebaikannya, bayi hati pula diajarkan makrifat rohani. Sebagaimana kanak-kanak bersih daripada dosa, bayi hati adalah tulen, bebas daripada kelalaian, ego dan ragu-ragu. Kesucian bayi biasanya menyata dalam bentuk zahir yang cantik. Dalam mimpi, kesucian dan ketulenan bayi hati muncul dalam rupa malaikat. Manusia berharap mendapat ganjaran syurga sebagai balasan kepada perbuatan baik tetapi hadiah-hadiah yang didatangi dari syurga didatangkan ke mari melalui tangan-tangan bayi hati. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;“Dalam kebun-kebun kenikmatan…melayani mereka anak-anak muda yang tidak berubah keadaan mereka”.&lt;/span&gt; (Surah Waqi’ah, ayat 12 – 17 ). &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;“Melayani mereka adalah anak-anak muda laksana mutiara yang tersimpan”. &lt;/span&gt;(Surah Tur, ayat 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah anak-anak kepada hati, menurut yang diilhamkan kepada sufi, dipanggil anak-anak kerana keelokan dan ketulenan mereka. Keindahan dan ketulenan mereka menyata dalam kewujudan zahir, dalam darah daging, dalam bentuk manusia. Oleh kerana keelokan dan kelembutan sifatnya ia dinamakan anak-anak hati, tetapi dia adalah manusia sejati yang mampu mengubah bentuk kejadian atau ciptaan kerana dia berhubung erat dengan Pencipta sendiri. Dia adalah wakil sebenar kemanusiaan. Di dalam kesedarannya tidak ada sesuatu malah dia tidak melihat dirinya sebagai sesuatu. Tiada hijab, tiada halangan di antara kewujudannya dengan Zat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad s.a.w menggambarkan suasana demikian sebagaimana sabda baginda s.a.w, &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;em&gt;“Ada masa aku dengan Allah di mana tiada malaikat yang hampir dan tidak juga nabi yang diutus”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; Maksud ‘nabi’ di sini ialah kewujudan lahiriah yang sementara bagi Rasulullah s.a.w sendiri. Malaikat yang paling hampir dengan Allah ialah cahaya suci Muhammad s.a.w, kejadian pertama. Dalam suasana kerohanian itu baginda s.a.w sangat hampir dengan Allah sehingga wujud zahirnya dan rohnya tidak berkesempatan menghijabkannya dengan Allah. Baginda s.a.w menggambarkan lagi suasana demikian, &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;em&gt;“Ada syurga Allah yang tidak ada mahligai dan taman-taman atau sungai madu dan susu, syurga yang di dalamnya seseorang hanya menyaksikan Wajah Allah Yang Maha Suci”. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;Allah s.w.t berfirman: &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;“Beberapa muka pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannya dia memandang”.&lt;/span&gt; (Surah Qiamat, ayat 22 &amp;amp; 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suasana atau makam tersebut jika seseorang makhluk termasuklah malaikat mendekatinya kewujudan badannya akan terbakar menjadi abu. Allah s.w.t berfirman melalui rasul-Nya: “&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Jika Aku bukakan penutup sifat keperkasaan-Ku dengan bukaan yang sangat sedikit sahaja, semua akan terbakar sejauh yang dilihat oleh pandangan-Ku”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jibrail yang menemani Nabi Muhamamd s.a.w pada malam mikraj, apabila sampai di Sidratul Muntaha, telah mengatakan jika dia melangkah satu langkah sahaja lagi dia akan terbakar menjadi abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;p/s : Amat perlu merujuk kepada yg arif billah,guru tasauf bagi tujuan pemahaman yang mendalam.&lt;/em&gt; *&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-8395549106019731886?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/8395549106019731886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=8395549106019731886' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/8395549106019731886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/8395549106019731886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/04/sirrul-asrar-permulaan.html' title='Sirrul Asrar =Permulaan='/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-702645967099210995</id><published>2008-04-24T00:42:00.000-07:00</published><updated>2008-04-24T00:50:07.849-07:00</updated><title type='text'>-Sirrul Asrar-</title><content type='html'>&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;Ku persembahkan kepada mereka yang ingin menempuh perjalanan kerohanian.... Semoga dirahmati ALLAH....&lt;/em&gt;UCAPAN UNTUK PARA PEMBACA (Petikan surat Syeikh Abdul Qadir al-Jilani) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;                Sahabat-sahabatku yang dikasihi. Hati kamu adalah seumpama cermin yang berkilat. Kamu mesti membersihkannya daripada debu dan kekotoran yang menutupinya. Cermin hati kamu itu telah ditakdirkan untuk memancarkan cahaya rahsia-rahsia Ilahi. Bila cahaya dari “Allah adalah cahaya bagi semua langit dan bumi…” mula menyinari ruang hati kamu, lampu hati kamu akan menyala. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;                Lampu hati itu “berada di dalam kaca, kaca itu sifatnya seumpama bintang berkilau-kilauan terang benderang…” Kemudian kepada hati itu anak panah penemuan-penemuan suci akan hinggap. Anak panah kilat akan mengeluarkan daripada awan petir maksud “bukan dari timur atau barat, dinyalakan dari pohon zaitun yang diberkati…” dan memancarkan cahaya ke atas pokok penemuan, sangat tulen, sangat lutsinar sehingga ia “memancarkan cahaya walaupun tidak disentuh oleh api”. Kemudian lampu makrifat (hikmah kebijaksanaan) akan menyala sendiri. Mana mungkin ia tidak menyala sedangkan cahaya rahsia Allah menyinarinya?&lt;br /&gt;Sekiranya cahaya rahsia Ilahi bersinar ke atasnya, langit malam kepada rahsia-rahsia akan menjadi terang oleh ribuan bintang-bintang “…dan berpandukan bintang-bintang (kamu) temui jalan (kamu)…”. Bukanlah bintang yang memandu kita tetapi cahaya Ilahi. Lantaran Allah “…menghiaskan langit rendah dengan keindahan bintang-bintang”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;                    Sekiranya lampu rahsia-rahsia Ilahi dinyalakan di dalam diri batin kamu yang lain akan datang secara sekaligus atau beransur-ansur. Sebahagiannya kamu telah ketahui sebahagian yang lain akan kami beritahu di sini. Baca, dengar, cuba fahamkan. Langit ketidaksedaran (kelalaian) yang gelap akan dinyalakan oleh kehadiran Ilahi dan kedamaian serta keindahan bulan purnama yang akan naik dari ufuk langit memancarkan “cahaya di atas cahaya” berterusan meninggi di langit, melepasi peringkat yang ditentukan sebagaimana yang Allah telah tentukan bagi kerajaan-Nya, sehingga ia bersinar penuh kemuliaan di tengah-tengah langit, menghambat kegelapan kelalaian. “(Aku bersumpah) demi malam apabila ia senyap sepi…dengan cuaca pagi yang cemerlang…” malam ketidaksedaran kamu akan melihat terangnya hari siang. Kemudian kamu akan menghirup air wangi kenangan dan “bertaubat di awal pagi” terhadap ketidaksedaran (kelalaian) dan menyesali umur kamu yang dihabiskan di dalam lena. Kamu akan mendengar nyanyian burung bulbul di pagi hari dan kamu akan mendengarnya berkata: Mereka tidur sedikit sahaja di malam hari dan pada awal pagi mereka memohon keampunan Allah Allah bimbangkan kepada cahaya-Nya sesiapa yang Dia kehendaki.&lt;br /&gt;Kemudian kamu akan melihat di ufuk langit peraturan Ilahi akan matahari ilmu batin mula terbit. Ia adalah matahari kamu sendiri, Lantaran kamu adalah “yang Allah beri petunjuk” dan kamu “berada pada jalan yang benar” dan bukan “mereka yang Dia tinggalkan di dalam kesesatan”. Dan kamu akan memahami rahsia: Tidak diizinkan matahari mengejar bulan dan tidak pula malam mendahului siang. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Tiap sesuatu berjalan pada landasan (masing-masing). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ikatan akan terurai selaras dengan “perumpamaan yang Allah adakan untuk insan dan Allah mengetahui tiap sesuatu”, dan tabir-tabir akan terangkat dan kulit akan pecah, mendedahkan yang seni di bawah pada yang kasar. Kebenaran akan membuka tutupan mukanya. Semua ini akan bermula bila cermin hati kamu dipersucikan. Cahaya rahsia-rahsia Ilahi akan memancar padanya jika kamu berhajat dan bermohon kepada-Nya, daripada-Nya, dengan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-702645967099210995?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/702645967099210995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=702645967099210995' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/702645967099210995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/702645967099210995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/04/sirrul-asrar.html' title='-Sirrul Asrar-'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-5668661864378899455</id><published>2008-04-21T11:56:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T11:58:38.134-07:00</updated><title type='text'>Bintang</title><content type='html'>Subhanallah..&lt;br /&gt;Hayati lah bintang2 yg wujud saban malam..&lt;br /&gt;Indahnya..terbukti keagungan Allah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-5668661864378899455?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/5668661864378899455/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=5668661864378899455' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/5668661864378899455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/5668661864378899455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/04/bintang.html' title='Bintang'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-2744904751722836631</id><published>2008-04-21T08:41:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T08:53:22.337-07:00</updated><title type='text'>Ikhlas</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;In the Name of Allah, The Most Gracious, The Most Merciful.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-The Rasul (SAW) was asked the meaning of Ikhlas and he said that he would ask the Great Angel Jibra’eel (AS). When he asked the archangel, he said that he would have to ask Allah, thus showing the importance of the question and of getting the right answer from the Highest authority.&lt;br /&gt;Allah’s reply was: “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;It is a secret of My secrets. I have deposited it in the heart of the Abd (slave) that I love. No angel knows it, so it is not written, and no shaytan knows it, so it is not spoiled&lt;/span&gt;.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;-&lt;em&gt;Mukhlis &lt;/em&gt;means to be sincere and a &lt;em&gt;Mukhlaas&lt;/em&gt; is a sincere one chosen by Allah. These are the people who achieve the highest stage of Ikhlas and are Allah’s dedicated friends - awliya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-There are three levels of Ikhlas – Sincerity.&lt;br /&gt;The first is darajat &lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;al aawaam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; – The level of the common people, - those who ask for earthly desire and for the Hereafter.&lt;br /&gt;The second is darajat &lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;al khawaas&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; – The level of the special people, - those who ask for heavenly favours and&lt;br /&gt;the third is darajat &lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;em&gt;khawaas al khawaas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; – The level of the elect of the special people - those people whose sole purpose is to be good servants of Allah – Ubudiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Shaykh Ibn Ata’alla in his book, The Book of Illumination shows us how to attain these high levels of Ikhlas - sincerity. Firstly, correcting one’s deeds through Ikhlas – sincerity and actively taking part and contributing in righteous deeds and secondly, correcting one’s sincerity by vigilantly keeping away from fame. To be distant from show and ostentation in ones intention and conduct. Other factors as superogatory prayers that are most essential to instill the value of Ikhlas in our hearts, as it is with these prayers that a servant of Allah draws closer to Him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-The fine words of Jalaludeen Al Rumi advices that:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;“You should be sincere in your deeds,&lt;br /&gt;So that the Majestic Lord may accept them.&lt;br /&gt;Sincerity is the wing of the bird of the acts of obedience.&lt;br /&gt;Without a wing, how can you fly to the abode of prosperity?”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Ikhlas - sincerity and fame cannot be together in the same heart. One needs to be strong to get rid of hypocrisy, which is the direct opposite of sincerity. Our heart must be free from our lower desires – hawa and must be pure for a union between Allah and our spirit – the ruh.&lt;br /&gt;Ikhlas must reflect in everything we do – our intentions, our Salah, etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;from : &lt;a href="http://www.nuradeen.com/Contributions/Ikhlas.htm"&gt;http://www.nuradeen.com/Contributions/Ikhlas.htm&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-2744904751722836631?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/2744904751722836631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=2744904751722836631' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/2744904751722836631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/2744904751722836631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/04/ikhlas.html' title='Ikhlas'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4367182400613532820.post-7403484062942524498</id><published>2008-04-16T20:03:00.000-07:00</published><updated>2008-04-16T20:13:07.671-07:00</updated><title type='text'>Hadith Qudsi</title><content type='html'>BERKATA Ibnu Abbas r.a bahawasanya Rasulullah s.a.w telah bersabda : Allah telah berfirman : " Berkata Daud tatkala dia berkata-kata kepada Tuhannya : Ya Tuhanku! Siapakah di antara hamba-hambaMu yang paling Engkau cintai, supaya aku mencintainya dengan sebab cintaMu itu? Berfirman Tuhan: Wahai Daud! &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;Orang yang paling Kucintai di antara hamba-hambaKu ialah &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;yang bertakwa hatinya, suci kedua-dua belah tangannya, tidak menyusahkan orang lain dan &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;tidak membuat fitnah ke sana ke mari, gunung-ganang akan berubah namun dia tetap begitu juga, dia mencintaiKu serta menarik hamba-hambaKu untuk mencintaiKu&lt;/strong&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berkata Daud: Ya Tuhanku! Sesungguhnya Engkau mengetahui bahawasanya aku ini mencintaiMu dan mencintai orang yang mencintaiMu, tetapi bagaimana dapat aku menarik hamba-hambaMu untuk mencintaiMu. Berfirman Tuhan: &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Ingatkanlah mereka kepada segala macam nikmatKu, segala macam ujianKu dan segala macam seksaanKu. "Wahai Daud! Sesungguhnya tiada seorang hamba yang menolong orang yang teraniaya atau berusaha untuk melepaskannya dari penganiayaannya, melainkan Allah akan menetapkan kedua-dua tapat kakinya pada hari semua tapak kaki akan tergelincir."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; ( Riwayat Baihaqi dan Ibnu Asakir )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4367182400613532820-7403484062942524498?l=imanikhlas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imanikhlas.blogspot.com/feeds/7403484062942524498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4367182400613532820&amp;postID=7403484062942524498' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/7403484062942524498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4367182400613532820/posts/default/7403484062942524498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imanikhlas.blogspot.com/2008/04/hadith-qudsi.html' title='Hadith Qudsi'/><author><name>AhMaD FiKRY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16150579908533025253</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sz2RNoDNe7A/SkkRBMYDBJI/AAAAAAAAAPA/VqJcETkVnWw/S220/budak.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
